Annisa

Annisa
pulang



Yoga tidak bisa diam, waktu terasa begitu sangat lama, tidak ada HP, tidak ada foto Nisa, Razky maupun keluarga nya pengobat rindu,


“everything they found was dead,


(semua yang di temukan dalam keadaan meninggal) “


"Your family must think you too have died right?“


(keluarga mu pasti mengira kamu pun telah mati kan? )" ucap Yohanes


Yoga menunduk,


ia mengangguk lemah, Yohanes memberikan HP nya untuk mendapatkan update terbaru soal kecelakaan yang Yoga alami,


"they must be sad, moreover I have not been found"


(mereka pasti sedih, terlebih aku belum di temukan)


Yoga menerawang,


"Maybe the wedding has already been cancelled"


(mungkin pernikahan pun sudah di batalkan),


Yoga menjawab lemah


"the wedding will still take place I'm sure, give a surprise to your future wife and beloved family"


"pernikahan akan tetap berlangsung aku yakin, berikan kejutan untuk calon istri dan keluarga mu tercinta"


Yoga tersenyum,


Yohanes betul, jika mungkin tidak bisa di lakukan seperti tanggal yang telah tentu, mungkin akan di mundurkan...


"I'm very lucky right? can return home safely"


(aku sangat beruntung bukan? bisa kembali ke rumah dengan selamat)


"very lucky, you have to do something, thanks be to your god"


"sangat beruntung, kamu harus melakukan sesuatu, ucapan terimakasih pada tuhan mu"


Yoga tersenyum dan mengangguk yakin,,


Yohanes ternyata pensiunan militer, pantas saja tubuh nya sangat gagah, sisa umur nya ia abdikan pada desa kecil tercinta nya ini,


***


hari berganti lagi, besok seharusnya pernikahan mereka,


Nisa merasa tubuh nya sangat lemah, kepala nya teras berputar. lambung nya juga terasa sakit, matanya berkurang, ia menggenggam pinggiran kursi untuk menguatkan langkah nya,


namun semua tiba tiba gelap, Nisa pingsan...


kepanikan terjadi, Nisa di bawa ke rumah sakit, ayah membawa nya,


dan akhirnya Nisa harus di rawat, lambung kronis nya kumat lagi,


ibu menangis di pelukan sang suami,


"yah, mengapa nasib putri kita semata wayang ini begitu berat, adakah dosa kita yang membuat ini terjadi?? “


ayah menenangkan ibu,


" jangan berpikir terlalu jauh bu, semua ini kehendak Allah, Allah tau Nisa bisa melewati semua ini "


***


Telah sampai di pulau, yang mereka sebut pusat kota, Yohanes dan Yoga menunggu helikopter untuk membawa mereka ke bandara, waktu semakin berlalu,


Yohanes tersenyum, ia menyentuh pundak Yoga pelan,


"calm down okay, everything will be in time"


(tenang oke, semua akan tepat pada waktunya)


Yoga mengangguk,


melihat helikopter mendekat, ia merasa takut, bagaimana pun penerbangan membuat nya sedikit trauma, jika ada transportasi lain yang juga cepat Yoga mungkin akan memilih nya..


namun nihil, ini lah satu satu nya transportasi yang bisa membawanya pulang,


selama 1jam mengudara,


mereka akhirnya sampai di bandara, Yohanes menerangkan siapa Yoga sebenernya, pihak bandara mencoba menghubungi negara Indonesia melalui bandara yang bersangkutan,


siapa sangka,


rasa tidak percaya pihak Indonesia Terima, Yoga memberikan data data pribadi nya yang syukur lah sesuai dengan data data nya di bandara,,


Yoga meminta no HP pihak keluarga nya yang tertera, ia meminta bahwa dia saja yang akan menghubungi pihak keluarga,


syukur lah, no HP Beny yang tertera di sana,


menunggu penerbangan ke Indonesia, Yoga mencoba menelpon Beny


Beny mengerutkan kening nya, melihat no telpon yang tertera di layar nya nampak begitu aneh,,


"Hallo"


"ben"


Beny menegang, ia kenal betul suara siapa itu


"ben, ini aku Yoga? apa kamu kenal sama suara aku? “


Beny terdiam. bulu kuduk nya meremang seketika, entah mengapa ia merasa senang, tapi takut bersamaan


" bos.. " ucap Beny


"alhamdulillah, iya ben ini aku Yoga.. Yoga Pratama"


"engga, saya ga akan percaya gitu aja.. anda jangan asal bicara"


Yoga berdecak malas, Beny mendengar nya, hal itu yang sering Yoga lakukan Beny tau betul, tak terasa matanya memanas.. "apa bener itu bos Yoga? " tanya nya dalam hati


"kamu ga percaya ben,


oke.. nama aku Yoga pratama, sekolah s2 management, Papa ku Pratama, Mama ku Riana,


calon istriku Annisa riyani, putaran ku bernama Razki, ia baru satu tahun.. dan besok. harus nya aku menikah, ayolah ben jangan mempersulit aku"


Beny menangis juga.. namun ia tidak bisa langsung percaya.. informasi yang lelaki yang mengaku bos nya ini adalah informasi umum.. ia mengajukan satu pertanyaan


"kalo kamu bener bos saya, saya mau tanya" ucap Beny


"apa ben, cepetan"


"hal apa yang membuat kamu dan Nisa bertemu?“ tanya Beny


Yoga menghembuskan nafas nya,


" aku bertemu Nisa di hotel karna kecerobohan mu, kamu salah membawa orang saat aku dalam pengaruh obat, dan kejadian itu membuat Nisa hamil, dan dia pergi lalu menikah dengan om ku Adnan, kamu puas ben?? “


Beny menagis, semua nya benar


"bos.... "


Beny akhirnya memanggil Yoga


"ben.. aku mau pulang, besok aku akan menikah"


Yoga menerangkan semua nya.. beberapa menit lagi ia akan terbang pesawat yang khusus Yohanes pinta akan membawa nya ke Indonesia,


tak lupa ia meminta Beny merahasiakan keberadaan nya dulu, ia ingin memberi kejutan untuk keluarga nya,


perjalanan menggunakan pesawat kurang lebih akan di tempuh 2jam,


Yoga terus terusan mengucapkan terimakasih,


ia meminta Yohanes mencatat no rekening nya. Yoga berjanji akan mengganti semua biaya transportasi yang telah dikeluarkan,


mereka berpelukan, Yoga akhirnya pulang ke Indonesia....


**


Nisa di paksa makan oleh ibu,


ibu tak tega melihat putri nya lagi lagi drop,


"Nisa ga laper bu. "


"Nisa, jangan siksa diri kamu sendiri dengan begini, pikirin kamu punya Razky,


Yoga udah ga ada, dan masa ia Razky harus kehilangan ibu nya? “ Nisa merasa tidak bisa menerima ucapan ibu, ia marah


" Yoga masih hidup bu, siapa yang bilang yoga udah ga ada?? “ Nisa berteriak, ibu mundur beberapa langkah, ia menangis


"Nisa" ayah membentak nya


"terserah kalian kalo semua nganggap Yoga udah ga ada, aku ga butuh dukungan kalian semua"


Nisa bangun dari duduk nya.. ia mencabut infus di tangan.. keluar ruangan dengan emosi,


ibu hendak menyusul nya


"bu, biarin Nisa butuh waktu sendiri" ucap ayah menahan bahu nya


"tapi dia mau kemana yah? ibu khawatir, dia masih lemah"..


Beny tak sabar menunggu kedatangan bos nya,


Beny meminta pihak bandara menyembunyikan dulu keberadaan Yoga karna pasti media dan lain sebagainya harus mereka hadapi. beny menerangkan semua nya bahwa bos nya itu harus menikah esok.. jika media tau ia selamat, maka harus banyak waktu untuk menjelaskan kejadian yang Yoga alami..


selamat dari kecelakaan yang luar biasa.. team basarnas hari ini resmi menghentikan pencaharian..


HP nya berdering nyonya besar menelpon nya, mengabarkan bahwa Nisa masuk rumah sakit, dan dia kabur.. Riana meminta Beny mencari Nisa..


dalam kebimbangan Beny meng iyakan permintaan nyonya nya.


masalah nya beberapa menit lagi Yoga di jadwalkan landing,