
Mengerahkan anak buah nya yoga tidak mau kehilangan nisa,
nisa memang keras kepala, namun yoga tidak menyangka ia akan kecolongan seperti ini,
menyebar foto nisa ke seluruh anak buah nya,
yoga menunggu kabar, ia mondar mandir emosi nya sedang tidak baik,
"jam berapa ini ben, belum ada satupun yang bisa menemukan nisa, apa kemampuan kalian sudah menurun??? “
" maaf tuan.. (maaf saja dulu yang penting, daripada menjawab yang tidak tidak) "
"aku akan pecat kalian jika sampai nisa tidak di ketemukan, mencari satu wanita saja tidak becus"
"baik tuan, saya permisi ke luar dulu"
beny keluar ruangan, bisa bahaya urusan nya, yoga tidak pernah main main dengan ucapan nya.
yoga memandang, foto nisa yang ada di handphone nya,
"kamu mampu mengalihkan perhatian ku nisa, siapa kamu sebenar nya?
berani berani nya mengacaukan hidup ku, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, hatiku sudah kau bawa, dan kau pergi jauh sekarang? bagaimana mungkin aku bisa hidup??? "
**
kejadian hari ini sampai juga di telinga orang tua yoga, bagaimana mungkin karna satu wanita keadaan jadi heboh begini..
Tama, ayah yoga sedang mendengarkan penuturan salah satu anak buah nya,
"kami tidak tahu kabar sebelum nya tuan apa yang terjadi, tiba tiba yoga mengerahkan anak buah nya hari ini mencari seorang gadis"
"siapa gadis itu?? " ( tanya tama penasaran)
"nama nya Annisa riani tuan, dia bekerja di sebuah bank, yang kami selidiki, ayah nya bernama rian, dan ibu nya bernama arum, Annisa memiliki satu orang kakak laki laki bernama Rendy"
"apa ada yang aneh dengan keluarga nya? “
" tidak tuan semua nampak normal,
ayah nya memiliki usaha restoran dan beberapa cabang yang cukup terkenal"
"apa yang di lakukan gadis itu sampai membuat yoga mencari nya"
"seperti nya cinta tuan"
tama tersenyum.
" aku sebenar nya senang, mendengar dia menyukai wanita, aku kira dia gay,
entah berapa kali aku gagal menjodohkan nya dengan beberapa putri teman ku, sampai aku menyerah "
"tapi seperti nya Annisa tidak menyukai yoga tuan"
"ya bagaimana gadis itu akan suka, yoga kaku, dia dingin, mana mungkin bisa romantis"
assisten tama tersenyum.
ya begitulah tuan muda nya, seperti gunung es,
"laporkan setiap perkembangan nya,
aku belum menghubungi yoga secara langsung, kita lihat, bagaimana dia menghadapi satu perempuan, ketika semua musuh bisa ia singkirkan dengan mudah".
" baik tuan"
Tama memandang halaman belakang rumah nya yang dipenuhi bunga hasil menanam sang istri Riani,..
tama sudah jarang datang ke kantor,
kantor pusat di pegang langsung anak sulung nya yoga, dan di sini anak ke dua nya Yuanita yang mengurus, mereka bisa di andalkan
"pah, ko melamun?? "
tama tersenyum,
"anak kesayangan mu membuat ulah"
"ada apa?? ( riani penasaran yoga tidak pernah melakukan sesuatu sampai membuat heboh seluruh anak buah papah itu)
" dia sedang jatuh cinta"
sang mamah tersenyum senang,
"yang bener pah (sumeringah)
"nama nya Annisa,
tapi seperti nya Annisa tidak menyukai anak mu itu"
wajah mamah yang tadi nya sumeringah, jd datar lagi,
"apa kurang nya anak ku, sampai wanita yang bernama anisa itu tidak menyukai nya pah?? "
"entah lah, yang pasti, sekarang di sana anak buah ku sedang kerepotan, Annisa menghilang, dan yoga mengerahkan semua untuk mencari nya"
"apa?? apa karena dia tidak menyukai yoga sampai menghilang begitu" (mamah sudah sewot) "
"hahaaa entah lah sayang (memeluk istri nya)
jangan dulu menelpon anak kesayangan mu itu, kita lihat bagaimana dia bisa menyelesaikan nya"
**
hari sudah sore, awan mendung pun datang, seperti nya akan turun hujan..
yoga semakin gelisah,
kalau nisa berada jauh, namun ada komunikasi ia pasti akan sedikit tenang,
ini tidak ada kabar sama sekali,
apa dia baik baik saja, dengan siapa ia tinggal???,
tokk. tokk.. tokk
"masuk" (yoga sedang memandang awan mendung lewat jendela kantor nya) “
"tuan,
maaf kami belum menemukan apapun,
no HP nona terakhir terlacak di daerah xx,
dan nona pun melakukan penarikan uang di sana,
ini data nya ( beny memberikan beberapa lembar kertas, ia melacak melalui bank, karena ingin tau ke arah mana nona nya pergi) "
"ini tidak jauh dari rumah nona, seperti nya nona tau akan di lacak tuan, jadi dia melakukan transaksi di tempat terdekat"
"dan dia juga mengganti no nya?? " (yoga bertanya)
"seperti nya begitu tuan
" bagaimana dengan counter nya? apa ada jejak nisa saat mengganti no nya?? "
"saya sudah selidiki, penjaga counter bilang, kalo nona mengganti no HP nya sendiri, jadi tidak ada jejak di sana"
"kamu pintar nisa.. "(yoga bergumam dalam hati)
" saya juga periksa CCTV-nya tuan, di ATM dan di counter saya mengirimkan video nya pada anda tuan"
yoga mengambil HP nya,
"nampak nisa menggunakan baju hitam lengan panjang, dan celana yang senada,
tidak membawa tas apa pun, hanya dompet yang ia selempangkan di pundak nya, nisa tampak buruk buru pergi,
dan menghilang begitu saja..
melemparkan HP nya di meja..
" tinggalkan aku sendiri ben, dan aku masih menunggu kabar dari kalian"
"baik tuan, saya permisi"
hanya satu yang yoga pertanyakan,
mengapa nisa pergi,
apa karena yoga mengancam nya??
apa yoga terlalu berbaik hati pada nya??
kepala nya pusing, dan hati nya sakit,
sebuah kombinasi yang baik...