Annisa

Annisa
melahirkan



Ibu sedang berada di kamar saat nisa jatuh, tidak mendengar nisa jatuh,


ibu berjalan menuju dapur, ia kaget, melihat nisa sudah tidak sadarkan diri, tergeletak begitu saja di dapur, dan seperti nya air ketuban nisa pecah, baju dan celana nya basah,


"nisaaaa" (ibu menangis memeluk nya)


ibu panik, di rumah tidak ada siapa pun, yuni sedang ke pasar, ia menelpon Rendy


"bang, nisa pingsan, seperti nya air ketuban nya pecah, ibu takut bang"


Rendy bangun dari duduk nya,


"tunggu bu, Rendy pulang"


tanpa basa basi, Rendy meninggalkan pekerjaan nya,


ia hampir tidak sadar, membawa mobil dengan kecepatan tidak normal, ia khawatir tentang adik nya,


Rendy menepi,menyempatkan menelpon herry, ia ingin ada penjagaan di RS nanti untuk nisa,


akhirnya, Rendy datang, sudah ada darah di kaki nisa, yuni pun pulang, ia ikut membantu membawa nisa ke mobil,


"yuni, bawa tas bayi di kamar nisa cepat"


"i iya Buu


" ayoo yunnn, (rendy mengetuk ngetuk stir mobil, ia tambah grogi, ibu menangis tak henti)


yuni datang, semua siap, Rendy langsung membawa nisa ke RS,


perjalanan butuh waktu 20 menit, Rendy melihat satu mobil mengawal nya, memecah jalanan dengan suara klakson yang tidak henti di bunyikan, tak peduli caci maki pengendara lain, ini darurat


mereka tau nyonya nya dalam keadaan bahaya, semua panik, di saat seperti ini, tuan nya tidak ada di sini memerintah, semua di bawah perintah Rendy dan herry.


dua motor polisi mengikuti hendak menghadang mereka yang merusuhkan jalan


"bang hati hati bawa mobil nya" (pinta sangat ibu pada Rendy)


"ibu tenang saja, di depan anak buah Adnan"


ibu mengangguk, terserah lah yang penting nisa selamat,.


***


"tuan, nona seperti nya mau melahirkan, ia di bawa ke RS xxx... ( adi melapor pada yoga, yoga langsung panik, ia berada di rumah nya)


" jalankan rencana, jangan ada yang boleh masuk"


"siap tuan"


sampai di RS, nisa langsung di bawa ke UGD, ibu menemani nya terus,


dokter memutuskan untuk melakukan oprasi Cesar segera, keselamatan Bayi nya terancam ia keracunan air ketuban...


"lakukan yang terbaik dok" (pinta Rendy)


dokter meminta beberapa perawat menyiapkan ruang oprasi darurat,


Rendy menunggu di luar,


"apa belum ada kabar dari Adnan? nisa akan melahirkan" ( Rendy memanas matanya, nasib adik nya sungguh berat) "


"kami kehilangan jejak tuan, yoga sangat apik" (jawab herry)


"kamu tau tama? “


" iya tuan dia ayah nya yoga dan kakak nya tuan Adnan"


"kamu tidak bertanya pada nya? apa tidak ada informasi apa pun tentang Adnan? “ (Rendy menaikan nada suara nya, yuni sedikit takut, tidak


biasa melihat rendy begitu)


" kami akan bekerja keras tuan "


namun sesuatu terjadi,


beberapa orang menodongkan pistol, pada herry dan Rendy. Rendy bingung ia memeluk ibu, ibu ketakutan


"mohon maaf, tidak ada yang boleh masuk menemani nona nisa, tuan kami akan datang"


"bang, ada aapa ini?? ( tanya ibu, ia erat memeluk anak nya),


" turunkan senjata mu, aku tidak takut (Rendy menantang memasang badan)


sungguh tidak sopan pada orang tua" ( mata Rendy penuh amarah, mereka tidak goyah sedikit pun menerima kata kata dari Rendy, mereka hanya mendengar perkataan dari tuan nya YOGA)


yoga datang dengan tergesa-gesa, ia menatap Rendy dan ibu,


"turunkan senjata mu, kamu tau dia mertua ku " (kata yoga)


pengawal itu menurunkan senjata namun tetap waspada,


"cih, siapa yang sudi menerima mu jadi menantu, dasar psikopat" ( ucap Rendy)


"siapa dia bang?? ( ibu berbisik)


" itu dia si berengsek yoga"


yoga hanya tersenyum., menganggukkan kepala nya pada ibu sopan, lalu ia masuk ke ruang oprasi,


yoga di pasangkan baju steril oleh perawat,


ia mendekat pada wanita nya, calon ibu dari anak nya,


wajah nisa begitu pucat, oksigen terpasang di hidung nya, nafas nya teratur...


semua sudah siap, setelah doa bersama, dokter langsung melakukan tindakan operasi, yoga tak putus menatap wajah sendu nisa, ia meneteskan air mata.. yoga membelai pipi nya


"bertahan lah, demi anak kita... yoga ingin menggenggam jari nisa memberikan kekuatan, namun di sana terdapat infus, yoga hanya mengecup nya beberapa kali,


" ini sakit bukan?? "


suara gunting dan peralatan lain nya mendengung di telinga nya menjadi backsound tatapan nya pada sang wanita,


"dok detak jantung pasien melemah" ( kata seorang perawat)


yoga tersadar dari lamunan nya


"sayang bertahan lah ( mata nya memanas, yoga mengusap kening nisa, mengecup nya sedikit lama) "


"bang, ibu ga enak perasaan apa kita ga bisa masuk?? "


"bu di ruang oprasi tidak boleh banyak orang, kita berdoa yang terbaik buat nisa"


pengawal yoga masih bersiap dengan senjata nya,


herry dan team kalah jumlah, mereka terbagi dua dengan pencarian Adnan, belum lagi mengurus polisi karena mereka mengacak ngacak jalur tadi, herry mengikuti permainan yoga,


terlebih Rendy, jujur ia tidak mengerti dengan hal semacam mafia begini...


bayi berhasil di angkat, tubuh nya sedikit membiru, tidak ada tangis melengking di ruangan, dokter panik, ibu dan bayi nya terlihat kritis...


nisa memeluk suami nya erat, ini posisi ternyaman ketika ia tidur di pelukan suami nya, menelusupkan wajah nya di dada Adnan, Adnan tertawa, ia merasa geli karena nisa menggesekkan hidung nya di dada, lalu mereka saling pandang


"bertahan lah nisa, untuk ku, untuk anak kita, ia membutuhkan mu, kita akan membesarkan nya bersama, bersabar lah kita akan bahagia" (Adnan mengecup kening istri nya),


"dok detak jantung pasien stabil" (kata suster lagi, nada nya terdengar lega) "


dokter sedang memberikan pertolongan pada sang bayi, tak lama ibu nya stabil, si bayi menangis sangat keras, wajah pucat kebiruan nya nya langsung merona, "MasyaAllah" dokter berucap (begitu kuat ikatan batin mereka)


tak terkira bahagia nya, yoga tersenyum, juga menangis, beberapa kali mengecup kening nisa,


benar wanita nya sangat kuat, ia bertahan sejauh ini"