
Di Indonesia saat ini pukul 11 siang,
di Australia 4 jam lebih awal kini pukul 3 sore,
Adnan tersentak dari tidur nya,
mimpi nya tentang nisa begitu nyata,
"nisa, apa yang harus mas lakukan, semoga kamu baik baik saja di sana"
Adnan bangun, menggedor pintu,
"bukaaa" (Adnan berteriak)
tak lama jo datang,
Adnan mencengkram kerah baju jo,
"keluarin gue dari sini" ( jelas Adnan emosi)
"tidak ada perintah untuk itu tuan"
(jo memperlihatkan Adnan dua foto, yoga masih menggunakan baju steril nya, itu di ruang oprasi
terlihat yoga tersenyum bahagia menggendong seorang bayi “bayi siapa ini?? apa nisa?? " Adnan begelut dengan pikiran nya, jo menunjukan satu buah foto lagi,
di sana yoga sedang duduk di samping nisa, nisa belum siuman oksigen nampak masih terpasang di hidungnya,
Adnan merebut HP jo, ia ingin lebih jelas melihat apa benar itu nisa
"nisaaa, apa yang terjadi?? "
"nona sudah melahirkan tuan, anak nya laki laki" (jo menjawab pertanyaan Adnan)
serasa terbakar hati nya, melihat keadaan nisa, Adnan melempar HP itu sampai berantakan, secepat kilat, ia menghantam wajah jo dengan kepalan tangan nya
bugghhh, satu pukulan mendarat, jo tersungkur..
Adnan meremas kerah baju nya lagi, jo memang lebih tinggi dari Adnan, tapi seperti nya, tenaga nya kalah oleh Adnan..
Adnan marah, ia menjadi brutal jo tak sempat melawan ia tersungkur,
ruangan Adnan di pasang sebuah CCTV, smua aktifitas di sana terpantau,
dua orang masuk melerai, Adnan tetap melawan mereka juga dapat bogem mentah dari adnan, namun kini Adnan kalah, tangan nya terkunci, satu kepalan juga ia Terima dari salah seorang pengawal,
"brengsek kalian semua" ( Adnan berteriak lantang dada nya begitu sesak, foto nisa tadi begitu nyata di pelupuk mata nya,
Adnan di lepaskan, ia tersungkur, cukup lelah dengan aktifitas mendadak tadi,
mereka membawa jo keluar dari kamar itu,
"nisaaaa" (Adnan berteriak)
**
perlengkapan oprasi sudah di bereskan, nisa selesai, namun ia belum sadar..
anak laki laki nya menangis di pangkuan yoga,
yoga memandang ny, hati nya sungguh menghangat, jagoan nya, darah daging nya telah lahir
salah satu perawat mencoba membangunkan nisa, menepuk lengan nya pelan,
"ibu... ( menepuk nya lagi) ibu...
(nisa merespon ia bergerak)
" alhamdulillah, sudah selesai ya bu, anak. nya sudah lahir"
antara sadar dan tidak nisa mendengar kata kata itu, ia mengerjapkan mata, telinga nya menangkap tangis bayi, nisa mencoba mengembalikan kesadaran nya,
" saya dimana? " (pelan nisa bertanya)
"ibu di RS, ibu baru selesai oprasi cesar, anak ibu sudah lahir"
"apa? aku sudah melahirkan?? ( mata nya sungguh berat, ia seperti mengantuk yang tak tertahan kan)
perawat menekuk sedikit blankar yang nisa tiduri agar nisa bersandar, dokter menghampiri,
" selamat ibu nisa, operasi berhasil, jagoan ibu sangat sehat"
nisa tersenyum sebisa nya mendengar itu,
ia lega, anak nya selamat, nisa mulai ingat tadi ia terjatuh di dapur,
"silahkan tuan" (dokter mempersilahkan yoga)
nisa tak sabar
"mas Adnan.. (bisik nya, nisa bahagia, akhir nya Adnan hadir menemani nya melahirkan walaupun ia tak mengingat semua)
air muka nisa berubah pucat, melihat siapa yang menggendong anak nya,
laki laki itu? laki laki berengsek itu ada di sini? lalu bagaimana dengan mas Adnan, apa yang terjadi pada nya Tuhan??? , nisa menangis bukan ini yang ingin ia lihat...
berbanding terbalik dengan nisa, yoga tersenyum senang, menimang anak nya,
entah lah, hati nisa begitu sakit, yang ia pikirkan sekarang keadaan suami nya, jika yoga bisa di sini, sudah di pastikan Adnan tidak baik baik saja...
"nisa, lihat dia sangat tampan, namun wajah nya mirip dengan mu.. " ( yoga mendekat duduk di sebelah nisa menunjukan wajah anak nya, nisa melihat nya)
"sayang, maaf mamah ingin sekali memelukmu, namun dia di sini, walaupun ia papah mu, sungguh mamah tidak suka"
( nisa menjerit dalam hati nya, sungguh ia muak dengan wajah yoga yang bahagia itu hati nya sungguh hancur, nisa ingin sekali bangun, menjambak rambut nya dengan keras, menampar nya beberapa kali, agar yoga sadar, nisa tidak menyukai nya)
yoga tidak melihat respon dari nisa
"sayang.. " (yoga memanggil nya)
nisa menggeleng
"jangan panggil aku, aku tidak suka,
bawa pergi anak mu, kamu menginginkan nya kan??, silahkan dengan senang hati aku berikan, karna dia bukan keinginan ku
( nisa bergelut dengan hati nya, kata katanya bertolak belakang dengan pikiran nya, ia ingin memeluk anak nya, namun tidak dengan yoga, ia ingin suami nya)
" tuan silahkan di azan kan" ( dokter datang ia mengingatkan yoga)
yoga bangun, ia bersiap dokter membantu nya menggendong si jagoan, yoga mulai melantunkan adzan,
nisa memejamkan mata nya, demi Allah, dia tidak rela, ia ingin bangun, pergi dari sini dan mencari suami nya
"mas, kamu dimana?? apa kamu baik baik saja?? "
Adnan membuka tirai, dari tempat nya berada ia bisa melihat hiruk pikuk kota,
"nisa sayang apa yang terjadi? kamu di ruang operasi,? bagaimana anak kita??
maaf, aku tidak bisa menepati janjiku menemani mu melahirkan, aku sungguh bodoh"
hy reader's buat yang belum mampir ke novel pertama ku, ayoo mampir, sambil nunggu Annisa up,
akhir sebuah cerita (rey dan rena) sudah tamat ya.
terimakasih untuk yang sudah setia🥰🥰🥰