Annisa

Annisa
makan siang



Razky akhirnya bangun,


Yoga meminta papah nya untuk membereskan administrasi ia akan ikut pulang dengan keluarga nya,


"Yoga kamu masih sakit" kata Nisa ia merasa aneh pada Yoga


"aku udah sehat, apa lagi liat Razky, aku tambah sehat... "


Tama memperhatikan Nisa dan Yoga dari sofa, ia dan keluarga Nisa sedang mengobrol,


"terserah kamu.. " Nisa menggendong Razky


"kalian kan mau nyiapin nikahan nya bang Rendy, apa aku boleh bantu? "


"bantu apa? “


" ya apa saja.. "


"pernikahan nya di gedung, kita ga nyiapin apa apa di rumah, paling cuma bikin parcel buat hantaran"


"ya, apa saja lah yang bisa aku bantu.. " Yoga jelas mencari alasan..


"ya itu pun masih 3hari lagi,


kamu jangan dulu kerja, biar aku aja, istirahat lah Yoga"


"baiklah... "


setelah semua selesai,


mereka pulang, Yoga merasa tidak rela harus berpisah dengan Nisa dan juga putra nya.. tapi apa boleh buat, dengan alasan apa Yoga jika ingin ikut dengan Nisa,..


mereka akhirnya memasuki mobil masing masing, setelah drama peluk cium dengan keluarga Nisa dan juga cucu nya.. Riana pamit lebih dulu...


"Nisa kamu malem nginep di rumah Yoga? bang Rendy cerita sama ibu.. apa yang terjadi?? “


" iya bu.. maaf ya. Nisa ga tau kalo Jimmy itu begitu" Nisa merasa bersalah dengan kejadian kemarin, hampir saja terulang lagi kejadian dulu,


"kamu tau? Yoga sudah memutuskan kerjasama dengan perusahaan Jimmy, mereka bahkan harus membayar ganti rugi karna Yoga menuntut nya"


Nisa menoleh pada abang nya yang sedang menyetir,


"Yoga ga bilang bang" ucap Nisa


"dek, abang liat Yoga sungguh sungguh sama kamu"


"dalam hal apa bang? “


" dalam hal hubungan kalian, kalian terikat sama Razky, bagaimana pun akan semakin dekat, akan ada obrolan atau diskusi soal anak, banyak hal lah "


ibu hanya tersenyum mendengar kedua anak nya berbicara.. Nisa menatap putra nya yang ada di gendongan..


"entahlah bang, Nisa belum yakin sama perasaan Nisa.. "


"jangan di paksakan,


tapi juga harus di pikirkan..


jika Yoga ga sungguh sungguh sama kamu, dia ga akan nunggu kamu, Yoga mapan lho.. dia bnyak uang, bisa saja dia nakal di luaran,


tapi lihat, dia nunggu kamu, dia tanggung jawab pada Razky terutama masalah biaya.. "


Nisa lagi lagi diam,


ia tidak bisa menjawab..


***


mereka sampai juga ke rumah,


ini sudah sangat siang,


Nisa akan memantau kantor dari rumah nya saja.. mendapat laporan ini itu dari Dian, Beny pun datang membawa beberapa berkas yang harus Nisa tandatangani,


hari berlalu..


Nisa sudah berada di kantor saat jam 8 pagi,


namun ini sudah jam 12. Yoga tidak datang. mungkin benar ia masih istirahat,


Nisa merasa kesepian, biasa nya ada yoga menemaninya belajar segala hal..


Nisa merasa lapar, ia akan pergi mencari sesuatu untuk perut nya, ia melirik beberapa kali HP nya, entah lah.. kenapa ia berharap Yoga menghubungi nya, walau sekedar bertanya apa sudah makan siang/ belom..


Nisa memilih restoran ala Italia..


semangkuk spageti dan pizza seperti nya tidak buruk untuk nya,


ia memesan.. dan segera mencari tempat untuk ia duduki,


"sayang, libur lah, kamu kan bos nya. mana mungkin ga bisa cuti satu minggu, kamu janji bawa aku liburan ke luar"


Nisa mendengar percakapan di meja belakang nya,


"aku banyak pekerjaan papah nugasin aku buat ajarin Nisa sampai ia bisa"


Nisa menoleh seketika ia hafal suara itu, dan lelaki itu menyebut namanya..


"Yoga...? “


Yoga menoleh, matanya langsung membulat melihat siapa wanita di hadapan nya,


tangan nya yang sedang menggenggam tangan wanita di hadapan nya langsung terlepas..


" lho kamu di sini? bukan nya harus istirahat? “


oiya kenalin ini Fanny " Nisa tersenyum, mereka bersalaman


"ini yang istri om kamu itu? “ tanya Fanny pada Yoga,


" iya sayang.. "


Nisa merasa terusik dengan panggilan Yoga pada wanita itu..


"baiklah, maaf sudah ganggu ya.. saya permisi"


Nisa meninggalkan restoran,


padahal pesanan nya belum datang, ia juga sudah membayar nya,


seorang waiters merasa bingung, di meja si pemesan tidak ada orang, bahkan tas nya tidak ada..


Fanny melihat itu..


"kenapa mas?? “


" ini nona.. perempuan di meja ini ko ga ada ya? “


Yoga melirik nya,


"memang kenapa? " tanya Yoga


"ini pesanan nya sudah di bayar pak"


_ Nisa pergi, bahkan ia belum makan.. _ gumam Yoga dalam hati nya..


entah mengapa selera makan Nisa hilang begitu saja.. padahal ia merasa lapar tadi..


Nisa kembali ke kantor..


berkutat lagi dengan pekerjaan nya.


30menit berlalu,


Nisa terkejut melihat siapa yang masuk tiba tiba ke ruangan nya


"Yoga? “


Yoga meletakkan bungkus makanan di meja,


" kamu belum makan kan? kenapa pergi gitu aja? pelayan di sana bingung kami menghilang"


"kenapa kamu repot bawain makanan..


aku udah makan di tempat lain.. "


"kenapa kamu pergi?? "


Yoga menunduk, kedua tangan nya bertumpu di meja menghadap Nisa...


"aku mau pergi aja.. emang ga boleh?? "


"kamu cemburu?? " tanya Yoga,


Nisa tersenyum,.


"cemburu? sama kalian tadi??


jangan berpikir yang macam macam Yoga.. aku melupakan sesuatu jadi aku pergi"


"bener kamu ga cemburu? “ tanya Yoga lagi.


" Yoga. kamu udh punya cewe, kenapa ga kalian menikah saja? “


"kamu mau aku menikah dengan nya? “


" kenapa tanya aku?, kalian yang punya hubungan"


"apa dia cantik?, aku perlu pendapat mu Nisa"


"sangat cantik Yoga, kalian sangat cocok.. "


Yoga tersenyum.


ia membetulkan posisi nya.


"oke, kalo kamu bilang kita cocok, aku akan menikahi nya"


Nisa terdiam beberapa Detik...


" menikahlah Yoga, kamu akan tau rasanya bagaimana bangun pagi dari tidur mu, mendapati seseorang yang kamu sayang di samping mu"


"ya.. seperti nya menyenangkan.


tapi aku ga akan nikah, kalo kamu ga nikah duluan.. "


Nisa tersenyum kecut mendengar itu


"jangan mempersulit dirimu sendiri Yoga.. kita ga punya hubungan apa apa, kamu bukan adek aku, jadi kamu bebas mau nikah duluan pun"


"makan lah,


aku akan pulang, Fanny masih di mobil"


"ya, nikmati waktu kalian"


Yoga mengangguk,


ia perlahan lahan mundur sampai berbalik untuk keluar ruangan itu..