
" pergilah Nisa Yoga cuma cinta sama kamu, aku ga ada hubungan apa apa sama dia, kita cuma berteman "
Nisa melongo mendengar itu...
"jangan becanda Fan aku ga suka"
"kamu pikir aku becanda?? aku nunggu kamu dari tadi, Yoga akan pergi, kamu benar ga punya perasaan sama dia??
kita ga jadi bertunangan semalam,
dia malah putusin aku, Yoga cuma mau kamu Nisa, kamu ga percaya sama aku?
kamu tau, di HP nya penuh foto kamu sama Razky, cuma kamu sama anak nya yang ada di hati nya Nisa,
pikir lagi sebelum kamu menyesal Nisa, Yoga nunggu kamu dari lama, hati nya begitu patah kamu tolak terus,
kalo kamu ga bisa jujur sama Yoga setidaknya jujur pada hati mu sendiri..
aku permisi... "assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam" jawab Nisa pelan..
ia meraih HP nya...
Beny membuat story, foto nya dengan Yoga
"good bye bos.. bakal kangen deh"
Nisa menangis, ia bangkit dari duduk nya.. berjalan dengan cepat ke. luar ruangan
"Dian aku akan ke bandara"
"ah... iya bu.. hati hati"
Nisa mempercepat langkah nya sebisa mungkin..
"pak mobil saya... "
"lho ibu mau kemana,?? "
"mau ke bandara, Yoga mau berangkat"
"kemana toh bu? "
"kamu bawel deh. cepetan aku buru buru"
"baik bu.. "
tidak membuang waktu, Nisa langsung pergi dengan mobil nya..
"Yoga tunggu aku... " bibir nya terus memanggil nama Yoga,
"maaf Yoga maaf".... Nisa tak memperhatikan jalanan di depan nya yang sedikit ramai,
ia terkejut karna ada motor yang tiba tiba melintas di hadapan nya sangat dekat..
" ya Allah... " Nisa menghindar, namun ia tidak bisa mengendalikan keadaan.. Nisa menabrak trotoar hingga mobil nya menyebrang ke arah lawan..
kecelakaan tidak terhindari,
belakang mobil Nisa terhantam mobil lain.. hingga mobil berputar,
Nisa merasakan sakit yang sangat di hidung nya, entah lah karna terbentur apa.. keadaan seketika rusuh.. hidung Nisa mengeluarkan darah, ia mengelap nya, mengerang kesakitan
ia keluar dari mobil, beberapa orang mengerumuni nya,,
"tolong anter saya ke bandara.. saya buru buru... "
"ibu luka, harus di obati" ucap salah seorang lelaki
"ya.. nanti.. tolong cari taksi.. "
Nisa tidak perduli dengan mobil nya, bahkan dengan kondisi nya,
ia mendapatkan taksi, meminta sopir untuk secepatnya ke bandara..
"makasih pak"
Nisa menengadahkan wajah nya, ia menutup hidung dengan tisu yang banyak..
kepala nya pusing, namun ia mencoba untuk tetap sadar,
sesampai nya di bandara, Nisa lupa tas dan HP nya berada dimobil
"pak, tunggu ya.. jangan kemana mana, dompet saya ketinggalan di mobil tadi.. pokok nya bapak. jangan kemana mana sebelum saya keluar"
"iya bu baik"
dengan kepala yang berputar, Nisa masuk ke bandara, ia mencari ruang tunggu untuk mendapat informasi tentang penerbangan, ia mengecek Flight information Display System Semua informasi terkait penerbangan ada di sana,
Nisa tidak menemukan jadwal penerbangan ke Australia, ia bahkan tidak. menggunakan jam tangan, "jam berapa ini?? “
Nisa menghampiri petugas,
" pak maaf penerbangan ke Australia?? “
" sudah setengah jam lalu bu"
Nisa lemas seketika, ia memijat kepala nya,
"ibu sakit, hidung ibu berdarah??"
"engga pak, ya sudah terimakasih ya.. "
Nisa berjalan gontai, ia tampak berantakan, tangan nya sibuk menyusut air mata yang terus mengalir.. tidak perduli pandangan orang orang pada nya..
langkah Nisa terhenti,
mata nya menangkap sepasang sepatu di hadapan nya, Nisa mengangkat wajah nya,
seketika ia menutup wajah dengan kedua tangan nya, Nisa menangis lebih keras, Yoga mendekat, memeluk wanita nya dengan erat..
Yoga panik, ia mendapat kabar bahwa mobil. Nisa kecelakaan dan Nisa tidak di temukan namun tas berisi dompet dan HP nya di sana...
melepas pelukan nya, Yoga menagkup kedua pipi Nisa, mengarah kan nya agar saling tatap, Yoga menangis, melihat keadaan Nisa.. darah cukup banyak di sana, kerudung dan baju nnya pun terkena tetesan darah,
Yoga mengelap nya perlahan, dengan saputangan nya,
"maaf Nisa, kamu jadi begini, ini sakit kan?? “
Nisa menggeleng
"aku yang minta maaf, aku udah bohong sama kamu, aku mohon jangan pergi Yoga, aku sayang sama kamu... "
Yoga memejamkan mata nya, se tetes air mata jatuh di sana..
"ulangi lagi" pinta nya.
"Yoga, aku sayang sama kamu, aku ga mau kamu pergi, aku mau jadi istri kamu, aku mau kamu jadi suami aku, aku mau kamu jadi papah se utuh nya buat anak kita Razky"
tidak ada hal paling menyenangkan saat ini, mendengar kata kata dari bibir wanita yang sangat ia cintai,
"jangan pergi ya?? “
Yoga mengangguk, ia tidak tahan, memeluk lagi Nisa dengan erat, mencium puncak kepala Nisa dengan lama.. Yoga akhirnya bisa bernafas lega, terjawab sudah apa yang ia pertanyakan kali ini..
" terus kamu ke sini sama siapa?? " tanya Yoga
"ya Allah.. aku pake taksi.. bahkan aku belum bayar, dompet sama HP ketinggalan di mobil"
Yoga tersenyum, memperhatikan tingkah konyol Nisa ia begitu menggemaskan,
tanpa ia duga Nisa meraih wajah mencium pipi Yoga sekali, Yoga terkejut dan senang bersamaan
"ayo kita pulang, papah" ucap Nisa mengusap pipi nya
"ya Allah Nisa... " di peluk nya lagi Nisa dengan erat, Yoga membawa nya pulang, mencari taksi dan membayar nya,
ia akan membawa Nisa ke rumah sakit dulu sebelum entah kemana mereka akan pergi..