
Yoga tidak mau kembali ke kantor, ia malah main bersama Razky di ruang TV setelah tadi shalat jumat,
"Nisa, besok kan sabtu, ayo kita main ke rumah mamah, dengan Razky"
"ke rumah mamah?? “
Yoga mengangguk,
" kenapa? “
Nisa menarik nafas nya dalam dalam.. banyak kenangan nya dengan Adnan di sana..
ia juga rindu pada keluarga bu Ratih,
"ayo, nanti kita mampir ke rumah bu Ratih ya? "
Yoga tersenyum senang,
"kita bicarakan pernikahan oke"
entah mengapa Nisa tidak bisa menolak nya, ia mengangguk,
"kamu mau pulang jam berapa? " tanya Nisa
Yoga cemberut
"kamu ngusir aku?? "
"bukan, aku ga enak kalo kamu lama lama di sini, kita di sini hidup bertetangga, aku ga mau ada fitnah,
kalo kamu kemaren pernah nginep karna memang mau ada acara dan banyak orang di sini"
"baiklah, sebentar lagi ya"
Nisa mengangguk,
"Nisa, aku senang liat kamu tersenyum begitu"
"emang aku ga pernah senyum ya?? "
"kamu judes banget sama aku, senyum pun ga selepas itu"
"itu karna kamu nyebelin"
"oya?? tapi bikin kamu kangen kan?? "
"Yoga cuma satu hal yang bikin aku kangen sama kamu?? “
“ apa?? " Yoga antusias
"semenjak hamil dulu, aku senang sekali sama parfum kamu, kamu ingat dulu pernah kasih aku satu botol?? "
"ya mana bisa aku lupa, dan parfum itu ga kamu bawa pergi, sampe bang Rendy tau kalo aku biang kerok nya"
Nisa tersenyum.
"jangan senyum begitu, kamu ngeledek aku?? "
"aku pengen banget liat saat itu Yoga,
bang Rendy pernah cerita sama aku, dia sampe nyesel kenapa dia lepasin kamu, kenapa ga sampe kamu mati aja"
"kamu senang?? "
Nisa menutup mulut nya tertawa,
"aku memang hampir mati saat itu kalo Beny ga nemuin aku, kamu tau Nisa? hasil USG kamu tertinggal di mobil.. mungkin Allah telah merencanakan semua nya, bang Rendy memukulku secara brutal saat aku nunjukin foto. USG itu"
"apa benar bang Rendy kenal kamu dari parfum yang kamu pakai? “ tanya Nisa
" ya dia bilang parfum tertinggal, dan itu bukan milik kamu, pada kita ketemu di taman bang Rendy nyium parfum yang sama dengan yang aku pakai"
"Yoga kamu mau tau kenapa aku kabur?? “
" apa?? "
"kamu terlalu mendesak ku,
aku tau niat kamu bagus mau tanggung jawab. tapi entah lah aku ga bisa di paksa.. dan saat itu aku sudah berencana menikah dengan mas Riko,
kamu ancem aku akan ngelakuin sesuatu sama Riko waktu itu.. aku kalut, kamu baru tau kan kini? kalo aku lagi kalut aku hilang konsentrasi..
ya lagi lagi kita pasrahkan sama Allah, aku lupa bawa parfum kamu karna buru buru mobil pesanan ku datang,
dan itu jadi petunjuk buat bang Rendy"
Yoga mengangguk,
"aku hampir gila Nisa saat tau mayat kamu di temukan, papah sampai datang liat kondisi aku"
"aku awal nya ga tau kabar itu Yoga, sampai akhirnya mas Adnan nyari tau, aku kaget, aku padahal pernah pulang, tapi sayang tepat saat aku pulang aku lihat mas Riko menikah..
mas Riko menikah dengan yang lain karna setau nya aku sudah mati"
Yoga mengusap rambut Nisa,
"Allah ngasih pelajaran yang sangat berharga buat aku. aku banyak ngelakuin kesalahan sama kamu Nisa.. aku bukan orang baik.. kamu tau apa yang buat aku berubah?? "
"apa?? “
" kepergian om Adnan..
dari situ aku merasa bersalah pernah mencelakai nya, aku bahkan ga mau mengingat itu..
aku pisahin kamu sama om Adnan, se egois itu aku..
semenjak om Adnan meninggal, aku membuka mata ku, aku ga mikir buat deketin kamu sebelum nya, yang aku mau hanya Razky,
om Adnan begitu menyayangi nya..
setiap hari dia mengirim foto Razky, ada saja yang ia kirim kan,
aku berpikir, om Adnan apa ga marah sama aku setelah semua terjadi?? "
"kamu harus tau Yoga, jujur aku begitu menyayangi nya karna sifat dan sikap nya, mas Adnan mau Terima aku yang degan kondisi hamil bukan anak nya, aku dalam keadaan kabur dari rumah, tapi entah mengapa dia percaya, dia ngelindungi aku dengan menikahi ku karna warga di sana sudah mulai mempertanyakan siapa aku, pada bu Ratih "
Yoga mengangguk,
"om Adnan memang orang baik, banyak jasa nya pada keluarga,
aku ga akan minta kamu buat lupain om Adnan Nisa, aku ga akan larang kamu buat berkunjung ke makam nya seperti yang sering kamu lakukan"
"kamu tau itu?? " tanya Nisa
"aku beberapa kali mengikuti mu"
"apa kamu ga cemburu?? "
"ga akan, setiap orang punya masalalu Nisa, ga ada yang harus di buat cemburu, terlebih om Adnan udah ga ada"
Nisa lega mendengar nya,
ya Yoga telah lebih baik dari sebelum nya, setiap orang punya kesempatan untuk berubah..
"Yoga, sebelum pulang aku mau minta antar ke supermarket ya, susu sama keperluan Razky habis.. besok kan mau ke rumah mamah"
"ayo... "
Yoga sangat bersemangat, ia senang jika Nisa melibatkan diri nya untuk kegiatan seperti ini..