Annisa

Annisa
tiup lilin



Nisa dan Yoga sampai rumah,


bang Rendy seperti layak nya bodyguard menunggu Nisa di depan pintu,


"maaf Ren, tadi hujan kita neduh dulu" ucap Yoga memberikan info..


"yang penting kalian ga apa apa,


ayo masuk acara nya mau di mulai" jawab Rendy sekena nya.


Nisa hendak masuk, namun Yoga memanggil nya,


"Nisa... "


Nisa menoleh,


"aku pulang ya"


"lho kan mau tiup lilin dulu, ko pulang? " Rendy bertanya heran.


"saya ga mau ganggu acara kalian" ucap Yoga tersenyum pada Rendy,


"masuklah Yoga,


ini acara Razky, se engga nya biar ada foto buat kenangan dia ulang tahun pertama sama papah nya" ucap Nisa pada Yoga,


Yoga jelas tidak menyangka mendapat ijin...


walaupun ragu, ia mendapat dukungan kali ini dari Rendy, Rendy meng iyakan kata kata Nisa yang akhir nya membawa Yoga ikut masuk ke dalam acara...


semua telah berkumpul.


ada kak Irma juga tunangan dari bang Rendy,


tidak berlama lama.. setelah doa dan harapan di panjatkan, Razky dengan antusias ingin meraih api dari lilin kue ulang tahun nya,


itu menjadi tampak sangat lucu.. Nisa sekuat tenaga menahan nya,


karna razky belum bisa meniup lilin nya, Nisa lah yang ber aksi...


semua tidak luput dari layar kamera..


Rendy dan ibu bergantian membuat video dan banyak mengambil foto,


hingga saat foto utama di ambil,


ibu meminta Nisa, Yoga dan Razky untuk di foto bersama di depan kue dan basi tumpeng nya.


Nisa sempat menolak,


"Razky sama papah nya aja berdua"


namun ayah turun tangan, berdalih hanya untuk kenang kenangan saja, Nisa akhir nya meng iyakan...


begitu banyak berkah di hari ulang tahun putra nya ini.. yoga jujur sangat amat senang, ia meminta ibu dan Rendy mengirimkan semua foto pada HP nya...


magrib akan datang,


karna acara makan makan telah selesai, Yoga punya rasa canggung juga berlama lama di sana, walaupun suasana kini sangat berbeda, keluarga Nisa sudah lebih welcome pada nya, Yoga masih punya batasan...


setelah menggendong Razky sesaat dan menghadiahi nya dengan ciuman, Yoga pamit,


lagi lagi Nisa yang ayah pinta mengantarkan Yoga menuju mobil nya..


Nisa menurut..


"masuk lah, mau magrib


makasih buat hari ini ya, aku senang sekali" ucap Yoga tulus dengan senyuman...


"sama sama" Nisa senyum dengan terpaksa,


"makasih juga udah ajak kita main"


"itu tugas aku sebagai papah nya,


kamu ga keberatan kan kalo aku sering datang? "


tanya Yoga..


"ya... " Nisa mengangguk.. ia bisa apa lagi selain itu,


"aku pulang, assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"...


**


Razky sudah tidur,


Nisa menatap nya...


ia merasa menghianati suami nya karna dekat lagi dengan Yoga..


membuka galeri HP nya, Nisa memandang foto foto Adnan, menggulir satu per satu kenangan mereka..


" mass... Nisa kangen.... "


tanpa Nisa sadari.. ibu melihat nya dari arah belakang Nisa..


bagaimana rasa cinta putri nya itu begitu dalam pada mendiang suami nya..


ibu terdiam, Nisa masih sangat muda,


ia harus memikirkan hidup ke depan nya,


seketika ibu kepikiran dengan Yoga,


Yoga lebih besar peluang untuk Nisa,


ia ayah dari putra mereka... ibu jadi punya ide.. ia tersenyum, dan pergi ke kamar membiarkan putri nya hanyut dalam kenangan...


ayah masih mengecek keuangan di restoran ketika ibu masuk ke kamar,


"ayah.. apa masih lama? “


"lumayan.. ada apa memang nya? “


“emh.. yah.. apa ayah setuju jika ibu mau dekatkan Nisa dengan Yoga"


seketika tangan ayah berhenti bergerak dari atas keyboard ia menoleh pada istri nya,


"atas dasar apa ibu berpikiran begitu" tanya ayah


"yah, Nisa masih muda,


ibu baru aja liat Nisa di meja makan lagi liat liat foto Adnan,. ibu kan sedih"..


ayah terdiam,


" lalu kenapa Yoga? “


"ayah.. Yoga kan papah nya Razky,


ibu rasa Yoga lebih banyak peluang,


lagian Nisa kan ga deket sama cowo mana pun selain Yoga"


ayah mengangguk...


"ayah punya pikiran begini bu,


selain Yoga papah nya Razky,


kita sudah tau keluarga nya bagaimana pada Nisa, di tambah, kalau misal Nisa dekat dengan lelaki lain.. ayah takut mereka hanya memanfaatkan Nisa saja.. entah ayah jadi berpikiran ke situ"


ibu tersenyum, setidak nya suami nya itu memiliki pemikiran yang sama dengan nya,


"jadi... ?" tanya ibu


"yaaah ayah setuju, tapi ingat jangan di paksa... buat seolah olah itu menjadi alami kedekatan mereka lagi,


kita ga tau luka hati Nisa sedalam apa karna kepergian suami nya bu"


"iya yah, ayah betul"...


**


" MasyaAllah cucu ku...


pah... lihat ini... "


Riana begitu antusias menerima foto foto yang Yoga kirimkan melalui WhatsApp nya,


Tama baru saja keluar dari kamar mandi, ia belum membuka HP nya, Yoga juga pasti mengirimi dia foto..


"owh... pah. mereka tampak serasi bukan?? " Riana menunjukkan foto mereka bertiga, Nisa terlihat tersenyum dengan tulus di sana...


"hmmmm. jadi mereka punya acara dan kita ga di kasih tau? “ tanya Tama


" mamah juga bilang gitu ke Yoga ..


cuma katanya itu bu arum yang punya acara"


Tama tersenyum melihat foto itu,


"cetak besar mah, simpan di kamar Yoga dan ruang keluarga"


Riana senang mendengar nya,


ia terus memutar video saat Razky hendak tiup lilin,


"ya Allah. apa ada nasib untuk mereka bersatu, mereka terlalu banyak mengalami hal hal kurang baik, semoga ada kabar baik untuk masa depan mereka" ucap Riana


"amiiiiinnnnn" jawab Tama, mereka saling lirik dan tersenyum,