
"maasss" (nisa protes, adnan merangkul nya di pinggang),
"maaf nisa, mas ga bermaksud apa apa, kamu tau itu tadi laki laki yang di lift"
nisa menggeleng,
"dia manager di perusahaan, mulut nya sedikit comel, aku sengaja godain kamu tadi, cuma pengen tau akan ada gosip atau tidak besok"
"terus kalo dia gosiipin gimana?? "
"engga akan nisa, dia pernah mas hukum"
nisa Bergidik, bagaimana macam nya hukuman yang adnan beri,
adnan membuka pintu apartemen nya,
nisa masuk, ia langsung terpana, bagaimana pun adnan lelaki yang perfect, setiap meter ruangan nya tertata rapih bersih...
"mas, rapih sekali..
" kamu suka?? (adnan menaruh belanjaan di dapur nya)
nisa tersenyum,
"siapa yang bersihkan? "
"mas pakai jasa, bersih², cuci baju"
"nisa buka ya?? ( ia menunjuk arah balkon) nisa. membuka pintu penghubung, kelap kelip lampu kota terlihat indah di dari sini, mas adnan begitu pas, memilih letak gedung,
adnan memeluk nisa dari belakang, menenggelamkan kepala nya di pundak nisa,
sungguh nisa tidak nyaman, di tambah. mereka belum terikat hubungan apa apa,
" maasss" ( nisa bergerak, ingin melepaskan pelukan)
"sebentar saja nisa, mas lelah..
kakak mas melimpahkan semua tanggungjawab pada mas, ada kekacauan di kantor, dua minggu ini mas begitu pusing memikirkan nya.. "
tangan nisa terulur menyentuh kepala adnan, nisa mengusap nya
ya mereka dua minggu ini tidak bertemu, kasihan mas adnan
"mas istirahat lah, nisa mau masak dulu ya? "
adnan menggelengkan kepala nya,
"mas pengen begini dulu sebentar boleh kah? “
nisa diam, dia bingung,
tidak mendengar jawaban, adnan mengangkat tubuh nya, nisa panik,
apa yang adnan lakukan, merka cuma berdua, tiba tiba bayangan malam kelam itu muncul nisa memejamkan matanya ia ketakutan.
adnan hanya bermaksud membawa nisa ke tempat tidur, ia ingin terlelap sebentar memeluk nisa. tidak bermaksud apa apa,
"nisa kamu berat juga ternyata, (adnan melemparkan candaan, namun setelah ia perhatikan nisa menangis, adnan belum menurunkan nya)
perlahan adnan mendudukan nisa di pinggir tempat tidur, nisa menunduk, masih menangis,
adnan berlutut,
" nisa ada apa? "
nisa hanya menggeleng, isak tangis nya masih ada
"hey, nisa....
(adnan menyentuh bahu nya, bermaksud menenangkan nya, nisa semakin ketakutan, ia meraih bantal dan menutupi bagian atas nya)
" jangan mas, nisa takut"
"nisa mas ga ngapa ngapain"
memberanikan diri, nisa menatap adnan,
"nisa takut mas, (adnan bangun, duduk di sebelah nisa, menggenggam tangan nya, benar nisa gemetar,"
sayannggg"
nisa sedikit tenang, adnan terus memperhatikan nya, " jangan begitu, nisa takut, jangan paksa nisa, jangan bawa nisa ke ranjang nisa takut"
adnan langsung ingat,
mungkinkah nisa trauma, yoga memaksa nya? sampai nisa ketakutan begitu,
"nisa maaf, maaf jika mas melakukan kesalahan, mas ga tau, mas bikin nisa takut, maaf ya"
nisa menatap adnan lagi,
mata nya sendu, tidak seperti mata yoga saat malam itu yang di penuhi amarah..
nisa memeluk adnan, adnan sedikit lega,
"dia maksa nisa mas, nisa takut, dia sangat kasar"
nisa berkata pelan di telinga adnan,
apa sebenarnya yang di alami nisa?
adnan mengusap rambut nya pelan, penuh kasih sayang, tidak menyangka nisa memendam trauma, dan tindakan nya memancing trauma itu muncul lagi,..
"siapa dia nisa?? " (adnan bertanya tenang sekali)
nisa mengeratkan pelukan nya, adnan merasakan ia menggeleng,
"nisa takut, mas adnan mendadak bawa nisa ke ranjang, entah kenapa bayangan malam itu datang, nisa takut terjadi lagi".
" nisa sayannggg, maaf ya... "
nisa mengangguk, melepaskan pelukan nya,
"jangan gitu lagi ya mas.. nisa percaya mas orang baik"
"mas akan berusaha jadi yang terbaik buat kamu nisa"
"nisa bingung gimana cara ngilangin trauma ini mas, nisa langsung takut kalo mendengar laki laki berteriak"
"kamu bersedia cerita semua nya sama mas??, trauma itu datang karna kamu memendamnya sendirian nisa"..
sejenak nisa berpikir, apa betul yang ia lakukan jika harus cerita pada adnan,
tapi nisa sudah percaya padanya..
" mas,
malam itu, nisa mau ke acara pertunangan teman nisa, hotel sangat ramai, ada beberapa acara di gedung yang berbeda, nisa bingung, nisa salah jalan.. tapi tiba tiba ada yang menarik tangan nisa, dia membawa nisa ke satu kamar, dan mengunci dari luar,
nisa di paksa, dia bilang dia udah bayar nisa, jadi nisa harus mau layanin dia,
nisa melawan, tapi dia nampar nisa, sangat kencang, sampai nisa jatuh,, ia seret nisa ke ranjang, nisa coba bicara baik baik, nisa bilang mungkin dia salah orang, nisa menghindar sebisa mungkin, tapi dia nampar nisa lagi mas, dari situ nisa ga inget apa apa,
(adnan mengepalkan tangan nya, mendengar cerita dari nisa saja ia membayangkan kekerasan itu)
setelah nisa bangun, dia udah ga ada, mas tau pikiran nisa kacau waktu itu, pipi nisa sakit, nisa berantakan,, nisa coba berdandan merapihkan penampilan nisa, karena nisa harus pulang, dan ga mau ayah dan ibu nisa curiga,
sepanjang jalan nisa hanya berpikir, bahwa masa depan nisa sudah hancur"
nisa sudah tidak menitikkan air mata lagi, namun tatapan mata nya terlihat jauh menerawang, ..
"nisaaa" (adnan memanggil nya, baru setelah itu nisa seperti tesadar kembali, atau nya terisi lagi, adnan tersenyum pada nya)
"dengar Annisa riani ( mereka saling menatap)
mas janji, kedepan nya tidak akan ada yang mampu menyakiti kamu se ujung kuku pun, mas minta pecaya sama mas.., mas janji ga akan nyakitin kamu"
nisa mengangguk, adnan memeluk nya, sampai beberpa waktu,
tangan nisa yang memeluk nya jatuh, adnan memperhatikan wajah nisa, ternyata dia tidur..
"senyaman inikah pelukan ku hmm? sampai kamu tertidur?? “
adnan meletakan nisa di tempat tidur, adnan mengatur nya hingga nisa merasa nyaman, di kecup nya kening nya, lalu adnan mengcup perut nya,
" lihat yoga, tidak akan aku biarkan kamu menyentuh nisa lagi se ujung kuku pun, dia milik ku"