Annisa

Annisa
langkah baru



mendorong troli dengan Razky di dalam nya Yoga senang sekali,


Nisa memilih produk keperluan Razky mata nya tak luput dari kedua lelaki tampan di hidup nya itu,


Nisa memicingkan mata, Yoga sedang berbicara dengan seseorang yang tampak cantik dan sexy, baju di belahan dada nya sangat rendah,


Nisa cemberut, melihat Yoga dan wanita itu cepika cepiki, mengusir hawa yang kurang baik di sekitar nya, Nisa fokus lagi ke kebutuhan Razky,


namun ia sangat penasaran, mereka terlihat sangat akrab malah wanita itu memegang lengan Yoga beberapa kali..


Nisa telah selesai,


Yoga menghampiri nya dengan Razky yang memiliki banyak makanan di troli, ia nampak sangat senang menggenggam jajanan nya,


"udah ngobrol nya? asik sekali.. " ucap Nisa,


"ngobrol apa? " tanya Yoga bingung


"itu kamu barusan ngobrol sama cewe, terlihat akrab sekali"


Nisa berjalan. entah apa yang ia lihat, sekira nya ingin ia beli, ia mengambil nya,..


"oiya itu Rosi, dia memang cantik dan sexy" Yoga tau Nisa cemburu. ia memanas manasi.


Nisa berhenti memilih,


"oya? dia cantik dan sexy ya?? kenapa kamu ga nikah aja sama dia? “


Yoga menutup bibir nya tertawa, Nisa sangat lucu kalau marah begitu,


" sayang, aku ga mungkin nikahin dia.. macarin aja ga mau, dia sodara dari mamah, dan asal kamu tau,, dia itu waria... "


Nisa menatap lekat mata Yoga ia sungguh tidak percaya


"nanti pedang sama pedang dong, aku masih normal Nisa" Yoga berbisik, Nisa merasa malu dengan rasa cemburu buta yang ia perlihatkan pada yoga..


namun tidak dengan yoga.. dia senang Nisa cemburu begini,


"hihhh... ayo kita pulang, aku udah dapetin semua perlengkapan Razky"


"sayang, ga boleh pulang kalau belum bayar... " Yoga terus menggoda nya..


"iya bayar dulu, baru pulang,, "


emang ga boleh salah kalo ngomong dengan Yoga.. Nisa menggerutu.


sedikit perdebatan di kasir terjadi,


Nisa hendak membayar belanjaan nya namun Yoga melarang, kedua nya mengeluarkan kartu ATM,


"sayang biar aku yang bayar" ucap Yoga


"engga ini kebutuhan razky aku yang bayar" jawab Nisa


"hey Razky kan anak aku juga"


si kasir bingung


kenapa orang tua anak tampan itu berebut membayar belanjaan.


"Yoga, kamu kan udah kasih uang buat Razky.. " Nisa menyangkal


"pake kartu saya mbak" Yoga menyodorkan ke kasir, si kasir langsung menerima nya.. menengahi perdebatan yang terjadi


Nisa bisa apa, selain menerima nya.


"makasih ya.. " Nisa tersenyum


"kamu lucu Nisa, masa bilang makasih segala, ini kan kewajiban aku"


Nisa mengangguk, ia berusaha keras menahan putra nya yang ingin menggapai benda benda yang ada di kasir,


"Yoga gendong Razky ya.. dia ga mau diem.. aku yang bawa belanjaan nya.. "


Yoga memang melihat Nisa kewalahan.. ia lupa tidak membawa gendongan nya.


bertukar posisi, Yoga dengan enteng menggendong razki di tangan kiri nya, Razky dengan polos nya memainkan rambut papah nya,,


tangan kanan nya menggenggam tangan Nisa,


bukan kah ini begitu manis???


"yoga nanti lagi jangan bayarin belanjaan Razky ya"


"lho kenapa?? " tanya yoga heran


"kamu udah kirim uang buat Razky, itu fungsi nya buat beli keperluan dia,


sama... kita kan belum nikah, aku ga mau kaya tadi.. "


"Nisa dengerin aku,


selama ini kita memang belum menikah, aku yang dengan rela ikhlas dan sadar memberikan uang buat kebutuhan Razky,


jadi kalo barusan aku bayarin belanjaan nya itu ga jadi masalah dong mau kita sudah/ belum menikah?? "


"uang yang kamu kirim tiap bulan lebih dari cukup buat Razky Yoga, "


"Nisa... tabung saja, buat keperluan yang lain"


Nisa mengangguk, memang untuk keperluan Razky yoga berkewajiban mencukupi nya.. kecuali kebutuhan Nisa Yoga belum ber kewajiban sampai ia nanti menjadi suami nya,


***


Nisa berkemas,


Yoga mengajak nya untuk menginap di rumah mamah, karna akan banyak hal yang ingin di bicarakan,


"banyak juga ya?? " Nisa memilah lagi keperluan Razky yang telah ia siap kan.. tapi memang lah banyak, tidak ada yang bisa di kurangi lagi,


"Nisa, mau berangkat jam berapa? “ ibu masuk ke kamar Nisa yang memang tidak di kunci


" kata Yoga jam 9 bu,


Nisa mau ke makam dulu, titip Razky ya? “


ibu mendekat, duduk di sebelah putri nya,


"Nisa.. apa benar yang kamu putuskan tentang Yoga? “


Nisa tersenyum.


" inshaAllah bu, setelah Nisa pikir pikir, Yoga memang banyak berubah, sikap nya lebih lembut, ga cuma ke Nisa.. Dian sekretaris nya pun bercerita begitu,


yang penting untuk Nisa, Razky memiliki papah yang benar benar ga ada batasan, karna selama ini Yoga hanya berkunjung ke sini untuk Razky,


entah lah bu, kalau bicara perasaan, sejak kapan Nisa punya hati sama dia, ibu tau sendiri Nisa gimana ke Yoga kan?? "


ibu mengangguk sambil tersenyum.


"belakangan ini, Nisa ngerasa ada yang hilang ketika Yoga ga ada, ada kecewa saat melihat dia dengan yang lain, ada sedih saat Yoga mendiamkan kan Nisa, apa itu benar benar perasaan dari hati bu?? “


" betul sayang,


itu perasaan yang ga kamu sadari selama ini, karna ibu faham kamu masih merindukan suami kamu, tapi hidup harus terus bejalan sayang, Razky masih kecil, dan juga Yoga memang ayah nya"


"Allah ngasih begitu banyak pelajaran bu, Nisa ga pernah terbayang bakal ngalamin semua hal ini,


bagaimana Nisa membenci Yoga,


bagaimana Allah pertemukan Nisa dengan keluarga bu Ratih... Nisa bertemu dengan mas Adnan yang begitu mau menerima Nisa dalam kondisi terburuk, hingga kini kebaikan nya Nisa rasakan mungkin seumur hidup Nisa. bahkan untuk anak keturunan Nisa,


Allah begitu maha pemilik segala nya,


Allah ambil mas Adnan pulang, dan mengembalikan Yoga yang sebenarnya Nisa sangat membenci nya "


"Allah juga maha membolak balikan hati sayang, mulut bisa berkata benci tapi hati ga bisa bohong kan?? “


Nisa mengangguk, ia menangis...


" berbahagia lah Nisa, jemput kebahagiaan mu, jika dulu kamu bertemu Adnan di sana. kini kisah cinta mu bersama Yoga akan di mulai di sana pula"


"Nisa mau bahagia bu, terlalu banyak kesedihan yang Nisa Terima, semoga dengan kehadiran Yoga di hidup Nisa akan merubah segala nya.. "


"amiiiinnnnn... " ibu memeluk putri semata wayang nya itu, ia juga menangis... semoga kedua anak anak nya menemukan kebahagiaan dengan pasangan hidup mereka masing masing...