Annisa

Annisa
ungkapan



Sejak tadi melihat seseorang yang mirip dengan nisa hati ibu tak tenang,


sepulang nya dari acara pernikahan Riko ibu meminta di antarkan ke makam nisa,


sekarang sudah jam 7 malam, entah kenapa hatinya merasa tak enak, ibu gelisah,


Rendy melihat ibu nya melamun di meja makan, kue di depan nya tidak ia sentuh sama sekali,


ibu dan bi yuni membuat brownies kesukaan nisa,


ibu rindu anak nya itu, di tambah hati nya tak gelisah..


"bu... (Rendy memanggil)


" iya.. (ibu sedikit kaget, Rendy tersenyum, menggenggam jari tangan ibu nya)


"ko melamun? “


ibu menunduk, ia terisak,


" ibu kangen nisa bang,


mungkin kalo masih ada, hari ini yang Riko nikahi nisa ya bang? “


Rendy tersenyum,


perasaan itu memanglah wajar, seorang ibu pasti memikirkan itu,..


"tadi, pas mobil kita keluar dari rumah Riko,


ada mobil parkir di depan, ibu seperti melihat nisa di mobil itu bang"


Rendy mengeratkan genggaman tangan nya


"ibu saking kangen nya, jadi ibu berhalusinasi, atau mungkin juga memang mirip aja"


ibu tersenyum, mungkin benar yang Rendy ucapkan, banyak sekali orang orang yang mirip kan?? anak nya jelas sudah tiada..


***


byuuuuurrrr


adnan terjun, ia harus cepat menolong nisa,


nisa ternyata tidak bisa berenang, ditambah ia sedang hamil,


adnan meraih tubuh nisa, memeluk nya, sedikit mengangkat tubuh nya agar tidak tenggelam,


nisa masih sadar, ia batuk batuk,


adnan membawanya menepi,


"maasss, ohokkkk ohokkkk"


adnan menepuk nepuk punggung nisa, nisa menangis, syukur dia masih hidup.


menutup wajah nya dengan ke dua tangan tangis nya pecah, di bawah guyuran hujan


biarlah, suara nya samar terhalang hujan, hanya adnan yang melihatnya,


bertumpu pada lutut nya adnan mengatur nafas,


"nisa kamu buat aku khawatir"


nisa membuka tangan nya,


adnan memeluk nya, adnan merasakan tubuh nisa gemetar, ia kedinginan,


adnan bangkit, ia menggendong nisa,


nisa tidak menolak, ia masih lemas dan syok karena tenggelam tadi,


adnan membawa nya ke mobil, ia akan pergi RS khawatir terjadi sesuatu dengan kandungan nisa..


"pakai sweeter aku nisa, ( adnan mengambil nya di jok belakang), buka baju nya, kamu kedinginan"


nisa ragu, ia menggeleng, bagaimana nisa bisa ganti baju sedangkan di mobil mereka berdua,


"cepat kamu kedinginan,aku akan tutup mata"


adnan menutup mata nya,


nisa membuka baju nya cepat, mengganti dengan sweeter, ia merasa lebih baik, walaupun penghalang P******a nya tidak ia lepas,..


"sudah mas... "


adnan membuka mata, nisa sangat lucu memakai sweeter adnan yang pasti nya kebesaran itu.


"kita ke RS, " (adnan menyalakan mesin mobil nya)


"maasss, (nisa memegang tangan adnan, adnan menatap tangan itu, lalu menatap nisa)


" ga usah ke RS, nisa ga apa apa mas"


"kamu mungkin ga apa apa nisa, tapi bayi kamu gimana? (nada adnan sedikit ketus, nisa menyadari itu, ia melepaskan tangan nya)


" dia ga apa apa mas" nisa menunduk,


"kamu ngapain di sana tadi, itu bahaya, kamu ga bisa berenang kan??"


nisa takut, adnan seperti nya marah


"bu Ratih cemas nyariin kamu, kamu ga ada dirumah, HP kamu ga aktif"


nisa menangis lagi,


adnan memijat kening nya, ia kelepasan memarahi nisa


"maaf mass" (ucap nisa)


adnan mendekat, menarik tangan nya, ia memeluk nya, nisa jelas kaget dengan apa yang adnan lakukan, dia menolak, menggerakkan badan nya agar bisa lepas dari adnan, namun apa daya tenaga nya kalah kuat.


entah mengapa nisa merasa nyaman,


biarlah, untuk beberapa detik begini, walaupun baju adnan basah,


"maaf aku marah marah, aku khawatir nisa.. (adnan mencium puncak kepala nisa, nisa memejamkan mata nya, ini salah, kenapa tubuh nya tidak bisa menolak, jujur nisa butuh ini, di saat kondisi nya begini


biasa nya ada bang Rendy dan Riko yang bisa menghibur nya


adnan memejamkan mata nya,


benar ini perasaan sayang, ia sungguh ingin melindungi nisa, ia tidak bisa melihat nisa menangis


bibir nya masih menempel di rambut nisa yang basah,


"bener kamu ga apa²?? "


nisa menggeleng, tangan nya melingkar di pinggang adnan,


adnan menelusup kan jari nya di sela rambut nisa, ia mengangkat wajah nisa sedikit, membuat nisa mendongakkan wajah nya, adnan mendekat,


ini tidak bisa di hindari, nisa menginginkan nya ia memejamkan mata, bibir mereka menempel, hanya menempel, namun nisa sadar ini salah, nisa membuka mata, menjauhkan wajah nya dari adnan


nisa menggeleng, tatapan mata mereka bertemu,


"maasss, ini salah.. "


adnan pun menyadari itu, dia membuang nafas kasar, lalu membawa kembali nisa dalam pelukan nya, nisa merasakan kehangatan..


adnan ingat tentang foto nisa di HP yoga, untuk sementara, ia akan mencari kabar tentang itu,


beberapa saat, hujan reda, nisa melepaskan pelukan nya, ia sudah cukup tenang


"antar nisa pulang ya mas"


adnan menggeleng,


"akan aku bawa kamu ke dalam hidupku nisa... "


nisa tersenyum,


"kamu sadar sama yang kamu bilang mas?? "


"aku sadar nisa"


"aku hamil, entah siapa ayah nya, apa yang membuat kamu suka?? aku hina mas"


"syuuut, (adnan menggeleng), kamu wanita yang baik nisa, hanya mungkin nasib mu yang kurang beruntung,


aku ingin slalu jagain kamu, aku ga bisa liat kamu sedih"


nisa terdiam,


"bilang sama aku, perasaan apa itu? “(adnan bertanya pada nisa, namun tatapan matanya tertuju ke depan jalan sana"


"ya mungkin itu perasaan sayang, namun mas salah orang, bukan nisa, dan jangan nisa mass"


"kenapa?“


" mas tau kondisi nisa gimana kan? "


"aku akan pikirkan nanti“ (ada yang harus aku selidiki dulu nisa)


adnan melajukan mobil nya, nisa harus segera istirahat, bu Ratih juga pasti sangat khawatir,


tidak ada pembicaraan apa pun di dalam mobil,


mereka sampai di depan rumah bu Ratih, adnan mengantar nisa sampai ke depan pintu,


"istirahatlah, aku juga langsung pulang, baju aku basah, "


"maafin nisa mas"


adnan menggeleng,


menyentuh pipi nisa,


"kamu belum makan kan?? makan lah yang banyak, kamu ga boleh sakit kasian bayi mu"


tanpa menunggu balasan, adnan pergi,


ia sedang menghindar, sungguh ini berat, sesungguhnya ia ingin memeluk nisa semalaman, membawa nisa dalam hidup nya.


nisa masih di sana, menunggu mobil adnan menghilang.


**


setiap tujuan telah ternoda,.


jalan pun terasa hilang


datang, bawa aku pergi


itu permintaan kecil ku,


ini akan jadi kebebasan ku


kau akan jadi amanah untuk ku...


berikanku arah tujuan,


berikan ku janji dan sumpah mu,


berikan isyarat dukungan pada doa ku,


beri hati ini tempat tinggal.


beri aku alasan yang baru


berikan satu musim, untuk curahan hatiku ini..


tunjukan lah padaku kebaikan mu,


arahkan juga pandangan mu pada ku,.


apakah kamu tak mendengar? aku menangis..


bagaimana dan mengapa ini terjadi?


ku berharap kau datang bagaikan doa,


kaulah ketenangan jiwa ku.


kau lah permohonan ku


_ adnan _