Annisa

Annisa
01



Seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya saat secarik sinar matahari menelusup masuk melalui jendela kamar ny. Gadis itu terbangun dan beranjak memasuki kamar kecil untuk membersihkan diri.


Setelah beberapa saat, dia selesai dengan ritual mandinya. Gadis itu segera ber siap siap menggunakan seragam masa SMP nya.


Ia menggelabang rambutnya menjadi gelabang seribu yang ia miringkan ke samping, memakai sebuah topi yang mengerucut seperti topi ulang tahun. dan yah jangan lupakan kaca mata bolong yang berbentuk hati.


Dirinya tersenyum saat melihat tampilannya yang konyol. Ia langsung melepaskan kembali apa yang ia gunakan tadi kedalam tas ransel berwarna biru tua.


Saat semuanya sudah siap dia langsung bergegas keluar kamar menuju ruang tamu, berharap menemukan seseorang yang membuatnya tersenyum tulus.


Tapi semua hanyalah khayalan belaka, dia terlihat memaksakan senyumnya sembari melangkahkan kakinya keluar dari rumah besar yang hanya ada dirinya.


____________________


Annisa natasya gadis cantik yang selalu tersenyum, selalu menampilkan cengiran khasnya yang konyol terlihat lucu di mata orang orang. tapi yang terlihat diluar tak se indah yang terlihat di dalam.


Nisa harus tetap kuat menghadapi setiap masalahnya sendiri, hidup sendiri membuatnya menjadi sosok gadis yang mandiri, tanpa siapapun yang membuatnya terkadang meratapi nasibnya.


Nisa menatap kosong ke arah lapangan yang terlihat ramai murid murid MOS seperti dirinya, ia melihat beberapa orang tua mengantarkan anaknya sampai ke lapangan.


Terkadang dia merasa iri melihatnya, tapi ya mau gimana lagi, ini sudah jalan takdirnya. Dia selalu berdo'a semoga suatu saat, dia dapat merasakan keluarga yang lengkap, dan semoga Allah dapat mendengarnya.


Seorang gadis cantik menepuk bahu Nisa pelan, membuat nisa membuyarkan lamunan nya, Nisa menoleh kesamping dan terlihat gadis cantik berkuncir kuda sedang tersenyum ke arahnya.


"Haii!!"Sapa gadis itu tersenyum manis.


"Lo sendirian?"Tanya gadis itu. Nisa hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Sama kalo gitu"Kekeh gadis itu.


"Memangnya kamu ga di temenin orang tua kamu?"Tanya nisa.


Gadis itu terkekeh "Emangnya gue bocah SD apah? yang harus di temenin, Ya nggak lah! Gue mau mandiri"Ucap gadis itu.


"Kamu keren Nisa suka"Ujar Nisa polos seraya mengangkat ke dua jempolnya.


Gadis itu terkekeh pelan "Oh iya nama lo siapa?"Tanyanya kepada Nisa.


"Nama Nisa Annisa Natasya panggil Nisa aja"Jawab Nisa tersenyum.


"Ohh kenalin gue Chika Charlota Valeria panggil gue Chika"


Nisa hanya tersenyum menanggapi Chika, tak lama Chika mencubit pipi Nisa gemas.


"Aduuhh sakit Chik"Keluh Nisa.


"Sorry gue kelepasan, abisnya gue gemess liat lo"Kekeh Chika.


"Iya dong, Nisa emang gemesin mirip Suga, yaka?"Kekeh Nisa.


Chika hanya melngo mendengar penuturan Nisa, Chika pikir Nisa ini kalem dan pemalu ternyata ekspektasi tak seindah realita.


"Kirain lo orang nya kaleman taunya rada sok pede juga"Cibir Chika.


"Kamu siapa?"Tanya Nisa.


Chika menoleh dan mendapati gadis berkuncir kuda yang menatapnya dengan sebal.


Chika memutar bola matanya malas "Jangan ngedumel disini gak enak diliatin orang"Ujar Chika malas.


Gadis itu berdecak sebal "Lo kejem banget sih Chik gue nungguin lo udah lama di sana tapi lo malah disini berduaan sama cewek lain! lo selingkuhin gue?"Tanya gadis itu sebal.


"Sorry gue masih suka sama cowok"Ketus Chika.


"Issh sebel sebel sebel"Kesal gadis itu cemberut.


"Kamu siapa nya Chika?"Tanya Nisa.


"Ahh hampir lupa kalo ada orang, sorry banget ya dateng dateng langsung nyerocos gitu"Ujar gadis itu merasa tak enak. dan Nisa hanya tersenyum.


"Ehh kenalin nama gue Echa e e e lebih tepatnya Recha loovania Kimberly panggil gue Echa, biar akrab" Lanjut Echa.


"Oh pasti heheh"Kekeh Nisa.


"DIHARAPKAN UNTUK SEMUA MURID MURID MOS AGAR SEGERA KELAPANGAN KARNA ACARA MOS AKAN SEGERA DI MULAI!"


"Ehh ke lapangan kuy! dari pada dihukum, disini terus"Ujar Chika yang di angguki Nisa dan Chika seraya mengikuti Chika dari belakang.


Lapangan sudah ramai oleh murid murid MOS yang ber baris rapi di lapangan.


Nisa, Chika, dan Echa berbaris di bagian paling tengah.


Tak lama kemudian terdengar suara berat membuat mereka terdiam dan perhatian mereka teralihkan kepada sumber suara tersebut, suara itu nampak dingin dan datar.


"SAYA MOHON UNTUK KALIAN SMUA AGAR TERTIB SAAT BARIS BERRBARIS, JIKA KALIAN SEMUA TIDAK BISA MENTAATI TATA TERTIB YANG DI BUAT MAKA KAMI SEBAGAI PENGURUS OSIS AKAN MEMBERIKA HUKUMAN YANG SETIMPAL! SEKIAN TERIMA KASIH" Ujar suara dingin itu.


semua siswa dan siswi terperangah akan ketampanan pria itu, dia sangat tampan bak dewa yunani.


"Omaigat ganteng banget yah Nis"Ujar Echa yang berada di samping kanan Nisa.


Nisa mengangguk "Iya Cha kayak di novel novel gitu"Ujar Nisa berkhayal sendiri.


"Iya tapi ini versi nyata"Ujar Echa menggigit bibir bawahnya agar tak berteriak.


Chika hanya memutar bola mata malas


"Lebay" Ketusnya.


"Ssyuttt"Ujar Nisa dan Echa barengan seraya meletakkan tangannya di bibir masing masing.


Chika hanya mendengus pasrah melihat mereka berdua. ia kira Nisa tak akan ikutan gila seperti Echa.


Acara MOS berlangsung dengan baik, dan sekarang waktunya untuk kembali pulang kerumah masing masing.