Annisa

Annisa
hari bahagia2



Keluarga Yoga baru saja duduk,


hantaran seserahan telah keluarga Nisa Terima, Nisa bahkan melihat nya karna semua di simpan di kamar,


penghulu pun datang,


Tama tersenyum mengusap pundak putra nya yang terlihat tegang..


pengisi acara memimpin, membacakan susunan acara yang akan berlangsung,


Yoga di pinta untuk mendekat, ia akan melakukan ijab kabul, namun mata nya mencari seseorang, wanita pujaan nya malah tidak ada,


dengan polos nya ia bertanya


"Nisa mana?? “ sontak para keluarga dan tamu yang hadir saling lirik dan tertawa


"husss.. belom SAH, belom boleh bertemu" ucap Riana dari arah belakang Yoga


"udah ga sabar ya mas?? “ ucap penghulu menggoda nya, Yoga tersenyum kikuk,


" ayo kita latihan dulu ya, udah lancar belom mas nya ijab... malem ngafalin ga?? “ tanya pak penghulu


"ngafalin pak, ampe ga bisa tidur"


semua keluarga lagi lagi tertawa mendengar itu.. Nisa di dalam kamar pun ikut tertawa mendengar nya..


"monggo, di coba dulu mas, bapak siap? “ tanya penghulu pada sang ayah,


" InshaAllah siap" jawab ayah mantap


di bimbing pak penghulu, ayah menjabat tangan calon menantu nya, Yoga terlihat sangat tegang, ayah pun demikian...


"bismillahirahmannirahim...


saudara Yoga pratama, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Annisa riyani binti Riyan anggara dengan mas kawin satu set perhiasan seberat 30gram di bayar tunai"


"saya Terima nikah dan kawinnya Annisa riyani binti Riyan anggara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


“sahhhhhh" semua keluarga berseru,


Yoga mengepalkan tangan nya sambil menyebut kata "yesss"


"belom mas, jangan girang dulu.. masih latihan" sang penghulu berucap. sontak semua bersorak tertawa,


ayah pun tertawa melihat Yoga seketika manyun...


"mas, sebutin nama binti nya pake kata bapak Riyan, jangan binti Riyan, ini toh calon mertua harus di hargai oke" pak penghulu memberikan arahan...


"oiya.. maaf ya yah.. Yoga tegang.. "


ayah mengangguk memaklumi,


"yoo, udah lancar ya mas.. tinggal pake bapak pas sebutin nama mertua nya ya,


yo pak kita ulang. beneran yang ini ya.. " semua keluarga tidak berhenti tertawa.. namun seketika diam ketika ayah mulai membacakan basmallah


"bismillahirahmannirahim...


saudara Yoga pratama, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Annisa riyani binti Riyan anggara dengan mas kawin satu set perhiasan seberat 30gram di bayar tuuuunai"


ayah menghentakkan tangan nya membuat Yoga yang serius menjadi tambah nervous


"saya Terima nikah dan kawinnya Annisa riyani binti bapak Riyan anggara dengan mas kawin satu set perhiasan seberat 30gram dibayar tunai"


"bagaimana saksi sah??? “ tanya penghulu..


" sahhhhh"


"alhamdulillah,, monggo mas yesss nya ulangi" ucap pak penghulu


doa di panjatkan,


benar apa yang Mama nya katakan, setelah ijab kabul hati nya terasa tenang, mata Yoga memanas, ia menangis,


Yoga tidak sabar menunggu Nisa keluar,


"ayo kak" Bunga dan kak Irma istri bang Rendy memapah Nisa keluar kamar,


seketika semua mata tertuju pada nya,


Yoga terpana, Nisa begitu terlihat anggun dan cantik tentu nya, bibir nya begitu saja tersenyum., matanya seolah tak bisa berkedip,


Nisa semakin mendekat, Yoga semakin lebar tersenyum. pandangan mata mereka bertemu untuk pertama kali nya setelah sah menjadi suami istri,


Nisa di serahkan oleh Irma pada Yoga,


"teteh sayang, cium tangan aa nya, alhamdulillah sudah SAH ya teh" sang pembawa acara mengarahkan,


Nisa mencium tangan Yoga yang kini jadi suami nya,


"di cium aa teteh nya, di kening dulu aja " lagi lagi keluarga tertawa dengan candaan yang terlontar..


untuk beberapa detik Yoga terdiam,


Nisa pun begitu, namun mata mereka saling terpaut,


"Annisa"


"hmmmm? “ Nisa berlinang air mata nya, Yoga menghapus nya, kedua tangan nya meraih kepala sang istri untuk mendekat, Yoga mengecup kening nya sedikit lama...


" ouh... so sweet" ucap Dian menyikut lengan Beny


kembali menautkan mata mereka,


" aku sangat bahagia Nisa, terimakasih " ucap Yoga, ia memeluk istri nya erat, rasa lega di hati nya muncul,


"aa teteh, kita tandatangani dulu surat nikah ya.. " MC mengarahkan lagi.


Nisa dan Yoga menandatangani buku nikah, Yoga juga menyematkan cincin, salah satu maskawin di jari Nisa.


sesi foto di lakukan...


setelah itu semua makan bersama,


Yoga menggendong Razky, putra nya itu sudah tidak bisa diam, Razky pun mulai belajar melangkah, Nisa juga mulai kewalahan...


"sayang makan lah duluan, aku belum lapar" ucap Yoga pada Nisa,


"aku juga belom laper, nanti aja"


"bisa kita istirahat? " tanya Yoga


"kamu lelah? "


"engga sih, cuma pengen rebahan aja" Yoga tersenyum,


"istirahat di kamar aku aja ya" ucap Nisa


Yoga berbicara pada Mama nya, meminta ijin untuk istirahat,


"istirahat lah, semua tamu nanti akan datang di hotel, ajak Nisa istirahat juga,


Mama pun akan pulang sebentar lagi, kan mau siap siap"


"baiklah kalo begitu. Yoga di sini saja ya ma? "


"hmmmm, sekarang sudah sah.. kamu mau tidur di sini pun terserah" Riana tersenyum,


Yoga membawa Nisa dan Razky ke kamar,


Nisa mengganti pakaian nya dengan pakaian rumahan karna untuk berganti kostum masih ada waktu 1jam lagi,


Razky dan Yoga memainkan mainan mobil di tempat tidur,


"lho katanya mau rebahan.. biar Razky sama aku" ucap Nisa.. ia hendak menggendong Razky.


Yoga meraih tangan Nisa, meminta nya untuk duduk di tempat tidur bersama mereka,


"kamu mau kemana? ayo rebahan sama kita"


Nisa tersenyum, ia ikut duduk akhirnya di tempat tidur,


"Nisa, kita akan pergi besok,


Razky bagaimana?? " tanya Yoga


"pergi? Kemana? “


Yoga melongo mendengar jawaban Nisa,


" lho. Papa kasih hadiah pernikahan kita tiket dan uang jajan di Paris sayang, besok jadwal penerbangan nya, aku kan pernah bilang.. "


Nisa menggeleng,


"aku ga mau Yoga, aku takut pesawat, apa kamu ga takut sama pesawat? kamu ga trauma gituh?“


Yoga cemberut,


" aku pengen banget ke sana sama kamu Nisa "


"yoga apa harus pergi pake pesawat, aku ga mau"


"tiket nya sayang Nisa"


"kalo gitu kamu aja yang pergi" Nisa mulai kesal,


Nisa ga habis pikir yoga baru saja mengalami kecelakaan pesawat dan dia sama sekali tidak trauma,


Nisa bangun dari duduk nya, Yoga menarik lagi tangan nya,


"ey, mau kemana... "


"ga tau ah aku kesel" jawab Nisa


Yoga menarik nya sampai Nisa jatuh di pelukan suami nya yang sedang rebahan itu,


"Yoga, nanti ibu masuk, aku malu" Nisa mencoba lepas dari pelukan nya,


"ga apa apa lah kita kan suami istri"


tanpa di duga Razky merangkak menghampiri Papa nya, ia menjambak rambut sang Papa dengan gemas karna melihat Mama nya tersiksa..


"aw aw aw... " Yoga menggaduh,


"ampun tuan ampun" ucap Yoga, Razky melakukan nya sambil tertawa. ia bahkan mendekatkan mulut nya ke rambut sang Papa, Razky ingin menggigit nya..


"no no no, sayang ga boleh " Nisa melerai


"biar Nisa, aku tau dia cemburu"


Yoga memeluk Nisa lagi, Nisa pura pura menggaduh,,


"aduhhh, tolong Mama sakit" ucap Nisa pura pura menangis


benar saja Razky langsung memukul mukul wajah sang Papa, ia bahkan sampai menangis juga,


merasa tak tega,


Yoga menghentikan semua nya, ia menggendong Razky, namun tidak di duga, Razky tidak mau di gendong Papa nya.. ia marah...