Annisa

Annisa
ikatan batin



Nisa mengajukan cuti untuk mungkin 3 hari ke depan, ia dan keluarga akan mempersiapkan acara pernikahan bang Rendy,


rumah sudah semakin ramai hari ini, keluarga dan para tetangga datang untuk membantu persiapan, walaupun besok akan di gelar di gedung pernikahan abang nya,.


keluarga tetap menyiapkan hidangan untuk keluarga dan kerabat yang datang..


Nisa merangkai parcel segala barang untuk mempelai wanita,


jangan tanya bagaimana Razky ikut heboh dengan semua ini.. parcel yang sudah selesai di rangkai harus segera di aman kan agar tidak jadi bahan mainan untuk anak bayi itu..


dengan keahlian nya merangkak dan mulai berdiri sambil berceloteh Razky menggapai apa saja yang ia anggap mainan,


seperti saat ini,


ia meraih baju baju yang akan mamah nya simpan di keranjang parcel, membuat baju seketika berantakan.. ia seperti hendak memakai nya menyimpan baju itu di atas kepala sambil main ciluk-ba dengan kakek nya, sambil terus tertawa.. Razky seperti tak pernah kehabisan tenaga..


"assalamu'alaikum"


seseorang datang..


semua orang langsung memperhatikan kedatangan nya..


"waalaikumsalam.. "


"Yoga masuk nak" ibu yang lebih dekat ke pintu menyambut nya..


Nisa mendengar itu.


"mau apa dia datang? “ Nisa bertanya pada diri nya sendiri..


tidak menghiraukan kedatangan Yoga, Nisa melanjutkan kegiatan nya,


" Nisa.. ada Yoga " ucap bang Rendy, Yoga terlihat menyalami semua keluarga di sana..


beberapa keluarga langsung mempertanyakan siapakah gerangan lelaki tampan yang datang itu..


"iya bang, suruh masuk aja"


setelah melalui kerumunan keluarga, Yoga datang pada Nisa


"hay"


"sudah pulang? “ tanpa menoleh Nisa bertanya


" ya... "


Yoga mendatangi putra nya.. ia juga menyalami ayah...


"nah kebetulan papah mu datang.. ayah mau ngopi dulu, main sama papah ya nak"


"iya yah, makasih.. "


Yoga mengambil alih permainan.. ya apa lagi kalo bukan becanda dan cium cium putra nya


"Yoga kamu dari luar, cuci tangan dulu sebelum pegang Razky" ucap Nisa,


yoga langsung berhenti,


"tadi sebelum pulang dari kantor bersih bersih dulu ko"


"Nisa bikinin kopi buat Yoga" ayah melintas sambil berbicara pada Nisa...


"Nisa lagi nanggung yah, tolong bi yuni aja ya? “


" ayah kan nyuruh ke kamu mamah" Yoga menekankan suara nya, berkata pada Nisa


"kamu bikin sendiri deh. bukan nya udah akrab sama semua orang"


"aku mau nya di buatin kamu"


"atau minta aja sama siapa cewek kamu itu? “


" hmm cemburu ya?? " Yoga malah menggoda Nisa,


"idih.. males banget cemburu... " Nisa bangun, ia akan menyimpan beberapa parcel yang telah selesai di buat ke kamar Rendy.


"sambil bikin kopi ya mah.. "


Nisa mendelik pada Yoga dan itu membuat Yoga tertawa...


terpaksa membuatkan kopi karna bi yuni sedang pergi belanja.. Nisa membawa cangkir kopi pada Yoga,


melihat pemandangan di depan nya entah kenapa hati Nisa tersentuh,


Yoga menggendong Razky di pangkuan nya, mereka sedang memonton sesuatu di HP,


Razky terlihat serius sekali menatap layar,


"kenapa tambah kesini mereka tambah mirip sih? “ Nisa bertanya dalam hati nya,


menaruh kopi di meja, Yoga melirik nya,


" makasih ya cantik... " ucap Yoga mengedipkan matanya,.


"sayang sini sama mamah, Razky belum makan" Nisa memberikan tangan nya pada sangat putra,


namun Razky tidak mau.. malah menangis memeluk papah nya..


"dia lagi seru nonton.. "


ucap Yoga


"tapi ga boleh kelamaan, ga bagus buat anak kecil",


" bawakan saja makan nya biar papah yang suapin ya?? “ Yoga menenangkan putra nya yang menangis,


**


setelah drama makan mau dengan papah nya, Nisa merasa Razky tambah mengerti siapa Yoga,


kini ia harus merayu putra nya karna tidak mau lepas dari Yoga, padahal Yoga hendak pulang, ini sudah malam...


"apa aku bawa aja Razky pulang? “ kata Yoga


" jangan sembarangan. nanti siapa yang urus "


"kan kamu,, kamu juga ikut lah.. "


"Yoga jangan macem macem... "


Yoga tersenyum.


ia sampai harus membawa Razky masuk ke mobil dan bermain di sana..


"papah pulang dulu jagoan... besok kita ketemu lagi ya.. do'ain papah biar mamah kamu mau tinggal sama papah"


Yoga merasa tak tega melihat putra nya menangis di pangkuan Nisa, Nisa sampai ke walahan, ia juga baru tau ternyata kalo putra nya merajuk sampai seperti itu..


akhir nya ia pulang setelah Nisa membawa Razky masuk ke rumah...


jam 10 malam.. Yoga melihat status whatsapp dari bang Rendy, yang memperlihatkan ayah sedang menggendong Razky ia masih menangis,


"bang, kenapa Razky? “


yoga mengirim kan pesan..


" dari kamu pulang dia ngadat terus Yoga 😓" bang Rendy membalas pesan nya..


Yoga tidak tinggal diam.


ia bersiap, menyiapkan baju yang akan di pakai untuk resepsi bang Rendy besok, ia berniat pergi ke rumah Nisa lagi


benar saja.. ini sudah jam 10:30, namun masih terdengar Razky menangis dari luar..


Nisa membuka pintu. ia telihat sudah siap hendak berangkat,


"lho. mau kemana? " tanya yoga


"kamu ko di sini? “


" aku liat status bang Rendy, Razky masih nangis"


Nisa membuang nafas kasar,


"iya, ini mau ke dokter, takut ada yang sakit badan nya"


Nisa masuk, ia menggendong Razky ke luar.


"nah ini ada yoga? kamu sama yoga aja ku rumah sakitnya ya nak"


Nisa tidak ada pilihan.


ia harus buru buru membawa Razky,


"ya udah yah. Nisa berangkat ya.. "


"hati hati nak.. yoga hati hati"


"iya yah... "


Yoga terus memperhatikan Razky yang masih sesegukan menangis,


"sayang ini papah.. bentar nyampe ya ke dokter"


Nisa terlihat sangat khawatir.


Razky malah tidak mau minum susu,


sesampainya di rumah sakit, Razky di bawa ke IGD, dokter jaga memeriksa nya,


"seperti nya sakit badan bun, jadi dede ga nyaman"


"dari tadi sore dok nangis terus.. di rumah memang banyak orang karna mau ada acara, apa karna banyak yang gendong,? “


" nah itu bisa jadi bunda..


cara orang menggendong itu kan beda beda ya?


baiklah, saya kasih obat untuk sakit badan ya bun, inshaAllah dede Razky ga apa apa, setelah ini pasti nyenyak bobo nya karna lelah menangis juga.. "


"syukurlah, baik dok.. "


Yoga menggendong nya,


mengusap usap punggung putra nya,


tanpa meminum obat dari dokter Razky tertidur di pelukan sang papah, ia sangat nyenyak sekali


"apa dia tidur?? “ tanya Yoga, Yoga tidak bisa melihat putra nya karna wajah nya menghadap ke belakang


" iya.. " Nisa tersenyum kikuk.. aneh sekali kan? Razky menangis saat papah nya pulang, dan diam saat papah nya datang


Nisa mencoba menggendong putra nya, karna yoga akan menyetir, mereka akan pulang,


namun tak lama Razky menangis lagi tangan nya menunjuk nunjuk sang papah..


"ya udah kamu gendong Razky, biar aku yang nyetir" Nisa akhirnya mengalah... ia kasihan pada putra nya