Annisa

Annisa
gosip



adnan mengajak nisa makan di sebuah restoran,


hari ini ia tak mau di ganggu, ia mematikan HP nya,


"nisa, apa kamu punya KTP..? "


nisa diam,


"nisa ga punya mas, waktu nisa pergi dari rumah, nisa buang dompet nisa"


jelas, ini salah faham..


keluarga nisa, Riko dan yoga mengira nisa sudah meninggal,


"kenapa mas tanya itu?? “


"hmm, untuk persyaratan menikah nanti, kan harus ada KTP, "


nisa tersenyum


"mas PD sekali, memang nisa mau nikah sama mas?? “


adnan hendak meminum minuman nya, namun ia urungkan,


nisa memalingkan wajah nya, ia menahan tawa.


" jadi kamu nolak lamaran mas? , sungguh mas patah hati ke sekian kali nya nisa"


"ahahaa (nisa tertawa, adnan tau nisa becanda, namun tetap adnan harus waspada, keadaan belum lah aman)


" nisa,.


kita mampir ke apartemen, kamu harus masak untuk makan malam"


"tapi mas"


"aku sudah bilang sama bu Ratih, dia ngasih ijin, kalo kamu ga percaya, coba tanya saja"


"mas nisa ga enak, apa kata orang nanti"


"emang kita mau apa nisa? aku minta kamu masak"


"gimana kalo kita masak di rumah bu ratih? “


" lebih baik tidak jadi" ( adnan meminum minuman nya, ia lalu beralih pada hp nya, nisa ia biarkan, adnan marah)


"kamu kalo marah lucu mas"


adnan tidak memperdulikan nya,


nisa memasukan HP ke dompet nya, ia bangun..


"mau kemana? (akhirnya adnan bertanya)


" aku mau ke supermarket, beli bahan untuk masak nanti malam, mas mau ikut??? “


adnan tersenyum, nisa paling tau cara membuat nya agar tidak, marah..


"pergi lah, hati hati"


nisa mengangkat bahu, ia benar benar pergi, adnan pun bangkit mengejar nisa


"dia ini, dimana harga diriku, sudah di tolak di tinggalkan pula, kurang apa aku" ( adnan menggerutu)


nisa menoleh ke belakang, ia tersenyum puas, adnan kalah telak,


sampai di supermarket,


nisa memilih bahan makanan,


"mas mau di masakin apa? "


"kamu bisa masak apa? "


"emhh, air putih, mie instant, ceplok telor, dadar telor "


adnan melongo,


"nisa yang benar saja?? "


"hehee, nisa ga bisa masak mas sungguh"


"lalu buat apa kita di sini" (adnan mulai kesal)


"yaaa nisa mau coba saja masak, siapa tau bisa,


mas kan suka masakan rumahan, nisa harus belajar bukan??


mendengar itu rasa kesal nya hilang, adnan memeluk nya dari belakang, ia senang..


" mass, apa apaan sih, ini di tempat umum"


"kalo begitu ayo, kita pulang"


"ayoo, antar aku pulang" ( nisa menantang)


"tidak akan ku biarkan, kamu milik ku sampai nanti malam"


*hayooo mas mau ngapain?? 🤣


memilih bahan mentah yang gampang di olah, nisa memilih satu ekor ayam, lengkap lalap dan bumbu nya, ia akan membuat ayam bakar,


nisa dan adnan sudah berada di mobil, menuju apartemen adnan,


"emhh mas, perabotan masak nya gimana? apa mas punya?? "


"kamu lupa aku pernah berumahtangga nisa?


takan aku biarkan wanita itu membawa se jemput garam pun, aku simpan rapih semua nya dalam lemari, kamu tinggal buka saja, akan ku berikan kunci nya untuk mu"


(apa?? mas adnan seram sekali, nisa bergelut dengan hati nya)


"aku kalo sayang apa pun aku berikan, tapi kalo aku kecewa, tidak akan ku biarkan siapa pun pulang dengan keuntungan"


nisa diam,


itu hal wajar, setiap orang bisa mengekspresikan kekecewaan dengan cara apa pun.


"itu wajar mas, nisa juga begitu kalo sudah kecewa"


adnan tersenyum,


membelokan mobil nya untuk masuk ke parkiran,


"masss" (nisa memanggil adnan)


"ulangi.. "


nisa tertawa kecil,


"kenapa selalu minta di ulang? "


"kamu tau, suara mu itu, mampu menembus jantungku nisa"


"ahahaaaa" (nisa tertawa) mas lebay juga"


"biarlah, aku lebay hanya di depan mu, kalo orang kantor tau, aku bakal turun pamor"


"ahahaaa nisa semakin tertawa


adnan menggenggam jari tangan nisa,


nisa sedikit risih sebenar nya,


mereka masuk ke lift, menuju lantai 25,


adnan membawa tangan nisa untuk ia cium dengan cuek nya, mata nya menatap lurus ke depan, sedangkan anisa ada di sebelah nya,


nisa memandang adnan,


lift terbuka, dua orang ikut masuk,


sial adnan tau siapa yang masuk, manager di kantor nya, lelaki itu langsung menunduk, melihat tatapan dingin dari adnan


nisa menarik tangan nya, dia malu,


namun adnan tetap menggenggam nya,


"masss aku malu ( nisa memelankan suara nya) "


seorang wanita yang baru saja masuk melirik ke arah mereka,


"mba ga usah malu, masa sudah menikah, lagi hamil pula malu malu, tuh abg di luaran sana mesra mesra an di pinggir jalan ga ada malu malu nya, (nisa tersenyum pada ibu itu)


iya kan mas, (menyolek lengan sang manager)


" i.. iya bu.. " ( jelas sang manager ketakutan)


*si ibu ga tau aja siapa yang ia komentari,


tapi kenapa pak adnan bersama wanita mesra begitu, terus lagi hamil tua lagi, apa itu istri nya??? ( si manager berpikir keras)


"ehemmmm"


adnan berdehem, si manager sedikit kaget,


"ayo sayang (ucap adnan pada nisa, membuat sang manager ingin melirik nya, ia ingin tau wajah wanita kesayangan bos nya yang terkenal dingin itu)


mau aku gendong" (tambah adnan)


"masss, apa an sih"


melihat itu si ibu yang merona malu pipi nya,


"duh romantis sekali mas"


adnan tersenyum,


"permisi ya, saya mau keluar"


tubuh si ibu yang sedikit gempal itu menghalangi jalan mereka,terlebih adnan sedikit kerepotan membawa paperbag belanjaan nya,


adnan meminta nisa keluar terlebih dulu, lalu ia kemudian..


adnan merangkul pinggang nisa,


itu terekam jelas di mata sang manager dan ibu yang genit tadi,


lift tertutup, si manager merosot pundak nya, sungguh ia tegang melihat pemandangan tadi


"itu pasti istri nya pak adnan, tapi kenapa tidak ada kabar ia menikah, istri nya bahkan sudah hamil tua"


namun informasi ini jelas akan ia telan sendiri, dia tidak mau mendapat masalah karena menyebarkan berita ini, bisa bisa jabatan nya menjadi taruhan,


berbeda dengan adnan, ia sengaja melakukan itu, supaya kabar mereka menggemparkan kantor


*orang ga mau di gosipin ini malah minta mas😄😄😄