
Riko pamit.
ia tak bertemu dengan Nisa karna Nisa di dalam kamar nya,
Rendy sudah menerima pesan bahwa pengacara Adnan sebentar lagi sampai,
Nisa sudah bersiap. ia keluar menggendong Razky Rendy tersenyum melihat penampilan adik nya itu. Nisa tampak menggunakan gamis polos dengan hijab nya, ia tampak sangat cantik,
"abang kenapa liatin Nisa gitu"
"kamu cantik dek, alhamdulillah sudah mau berhijab, semoga istiqomah ya"
"amiiiinnnn... "
ibu kebetulan sedang berbelanja,
pengacara Adnan telah sampai, terlihat Tama pun hadir dengan seorang lelaki lagi yang belum Nisa kenal,..
"assalamu'alaikum" ucap Tama
"waalaikumsalam"
"aduh cucu opa, nungguin opa datang ya?? “ Tama langsung menggendong sang cucu,
Rendy mempersilahkan para tamu nya untuk duduk,
Tama tersenyum pada Nisa, ia melihat Nisa tampak pangling,
namun tidak dengan Nisa, ia menunduk, bayangan Adnan sangat jelas saat ia melihat Tama,
bi yuni menyuguhkan kopi dan cemilan,
pembicaraan akan segera berlangsung
"ibu Annisa riani...
saya selalu pengacara tuan Adnan ingin menyampaikan apa yang menjadi, bisa di bilang ini wasiat, karna kebetulan beliau telah berpulang,
demi Allah, saya mengatakan semua nya dengan se jujur jujur nya,
bahwa segala aset yang tuan Adnan miliki akan di pindah tangan kan pada istri nya yaitu anda ibu Annisa,
adapun aset yang tuan Adnan miliki yaitu,
saham di Pratama group sebanyak 50%,
satu unit apartemen,
dua unit mobil termasuk yang masih di perbaiki pasca kecelakaan,
satu unit motor,
adapun tuan Adnan memiliki bisnis yang ia jalani selama 5tahun ini yaitu investasi perumahan, dan 20 pintu kos kosan, yang masih berjalan sampai saat ini dan menghasilkan sekitar ±300jta per bulan,
dan sejumlah uang di dalam rekening nya,
apa sejauh ini ibu Nisa telah mengetahui nya? " tanya sang pengacara
Nisa menggeleng,
"yang saya tau hanya apartemen dan dua mobil, saham di pratama mas Adnan pernah bilang tapi untuk berapa persen nya Nisa ga tau"
"baik ibu,
saya telah membakukan wasiat tuan, sudah saya cetak rapih, adapun tulisan tangan asli nya dari tuan terlampir seperti ini.. "
sang pengacara memberikan selembar kertas pada nisa,
betul ini tulisan tangan suami nya,
Nisa membaca nya,
untuk istri mas Annisa riani,.
entah lah, perasaan ini selalu ada, hingga mas bergelut dengan hati mas sendiri tentang semua ini,..
Nisa sayang, semua orang akan mati akhir nya kan? mas hanya meng antisipasi saja. jika mas dahulu yang pulang mas sudah tenang memberikan keterangan ini..
bismillah sayang,
mas kuasa kan segala nya harta mas pada mu,
salam sayang dari mas
Adnan...
Nisa memejamkan matanya. air mata nya jatuh lagi, isakan terdegar di sana.
semua orang terdiam..
"mas.. bisa kah Nisa tukar semua ini sama diri kamu mas?? Nisa ga berharap sedikit pun tentang ini.. yang Nisa mau kamu yang ada di sini mas.. "
tidak ada yang tidak bersedih melihat Nisa..
siapa yang mau di tinggalkan sedang cinta cinta nya kan??
"Nisa... " Tama manggil
"jika nanti kamu telah siap, kita harus bicara soal semua yang Adnan miliki,
saya selaku kakak nya, akan terus memberikan apa yang jadi hak Adnan setiap bulan nya"
"entah lah pah, Nisa belum bisa meraba apa pun"
"ya. jangan di paksakan.. akan ada orang orang Adnan juga di perusahaan yang memang selalu ada selama ini"
"sejauh ini Nisa ga tau apa apa yang mas Adnan punya, Nisa ngerasa ga pantes Terima ini semua"
"kamu berhak karna kamu istri nya Nisa,
ada Rendy nanti yang membantu kamu mempelajari soal bisnis, apa pun kami siap. membantu"
"apa mas Adnan punya hutang?" tanya Nisa
sang pengacara tersenyum
"tidak bu, tuan bersih, malah uang tuan Adnan yang banyak di luar"
"syukur lah, yang penting itu kan.. tidak ada hutang, karna akan memberatkan nya" ucap Nisa lagi
pembicaraan berlanjut
hanya untuk memberikan kabar pada Nisa apa yang Adnan miliki, masalah kantor, akan Tama bicarakan suatu saat jika Nisa telah siap.
***
Yoga berada di kantor nya ketika mamah Riana menelpon,
"hallo mah? "
"sayang ayo temani mamah ke butik Tiara... "
Yoga berdecak malas.
"mah, papah ga ada, Yoga di kantor sendiri. siang nanti ada meeting"
"Yoga, ayo lah move on.. " ucap Riana
"move on apa mah? "
"mamah tau ko kamu masih suka sama Nisa,
lupakan lah nak.. ayo mamah sudah meminta Tiara untuk kamu Yoga"
"mah jangan gegabah,
Yoga kan bilang yoga belum kepikiran nikah"
"ya sudah.. kamu bikin mamah sedih, dan itu akan menjadi dosa yoga"
"mah... " tuuut tuttt...
sambungan terputus mamah mematikan telp nya, Yoga seketika menjadi pusing,
membuka layar HP nya, Yoga tersenyum,
"ga ada wanita lain di hati aku selain kamu Nisa"
terpampang foto Nisa sedang tersenyum sambil menggendong Razky di sana.. Adnan pernah membuat story dan Yoga diam diam menyimpan foto nya.