Annisa

Annisa
terperangkap



*mohon maaf ya readers di part ini aga sedikit nakal🤭 menimbulkan efek ituu tuuh


Malam ini gio ada di sebuah acara,


herry mudah memancingnya dengan wanita, karna kemanapun gio pergi ia tidak pernah membawa istri nya,


menggunakan gaun malam berwarna merah terang dengan model punggung yang terekspos nyata, hanya se garis tali pengikat di bahu nya, dada nya menyembul, membuat siapa pun tergiur melihat nya,


celine menggandeng pria bule harry tak tau celine menemukan nya dimana, itu untuk melancarkan aksinya,


tanpa sengaja gio melihat ke arah nya, celine secara tidak langsung memancing gio,


ia memicingkan mata merasa mengenali gadis sexy nan cantik tak jauh dari nya itu,


"wanita itu? (pikir nya, Celine sedang memilih minuman saat gio mendekati nya,)


" hay, kita bertemu lagi (sapa gio, mata nya tidak bisa berpaling dari tubuh celine yang aduhai😄)


"hay tuan.. “ (celine sidikit acuh)


" Kamu datang bersama siapa?"


"ah.. itu teman ku" (tunjuk celine pada seorang pria)


"teman?? "


"ya tuan"


"siapa namamu cantik?? "


celine menatap gio


"panggil aku celine" (gio tersenyum)


sikap celine yang sedikit jutek membuat gio penasaran, gio mendekat, berbisik di telinga celine..


"mau berkencan dengan ku?? "


cekrek'satu foto yang dikira mesra antara gio dan celine di abadikan


celine menatap mata gio intens,


gio tersenyum nakal, mengedipkan sebelah mata nya menggoda celine


"aku tidak butuh berkencan tuan, aku butuh uang" ( celine membalas bisikan gio, hanya dengan kata kata itu di telinga nya tubuh gio. meremang, hasrat nya mulai muncul)


"aku tidak keberatan"


( jawab gio lembut, mengusap dengan punggung tangan nya tangan celine, gio merasakan kulit yang lembut di sana)


"aku mahal tuan" (kata celine lagi)


gio tersenyum,


"berapa pun untuk gadis cantik seperti mu"


"deal.. " (jawab celine)


masuk ke sebuah lorong kamar hotel gio menarik celine untuk mendekat, menyandarkan nya pada dinding, dengan sedikit kasar, gio menatap nya, sumpah Demi apa pun hati celine sedikit takut menghadapi mafia ini..


gio meraba punggung nya yang terbuka, celine bergerak, sentuhan itu membuat nya menggeliat, gio tersenyum nakal,


"kamu begitu cantik" (puji gio) celine tersenyum manis, membuat gio terpancing untuk mencium nya, gio memulai aksinya, mencumbu celine dengan sedikit cepat,


tangan nya membuka pintu kamar hotel, tanpa melepas ciuman nya, mereka masuk ke kamar,


celine harus terlihat se natural mungkin,


ia mengusap dada gio pelan itu membuat gio tambah bergairah,


celine melepaskan ciuman nya,


membuka dasi gio perlahan, lalu satu persatu kancing kemeja nya, celine memberikan kecupan di bibir gio, dan di leher nya,


gio tidak bisa menerima kecupan, dia laki laki yang tak mudah puas, celine terlalu lambat untuk nya, gio membuka kancing kemeja nya sendiri dengan cepat, seketika itu semua sudah bergeletak di lantai,


gio mendorong pelan celine ke sofa ia terduduk, gio berlutut, meraih satu kaki celine, membuka hils nya, memulai adegan berbahaya itu dari kaki jenjang celine, gio mencium nya sampai pangkal paha celine, hingga area sensitive nya, ia semakin bernafsu, celine memejamkan mata, mendongkakkan kepala nya mendapat serangan itu, "gila ni cowo, ga ada ampun" (celine bergumam dalam hati)


jari licah gio bermain di sana, merasakan kehangatan di sela jari nya,


"you're wet beby" (ucap gio)


celine tersenyum dia tau apa arti nya itu. menggulung rambut panjang nya ke atas, leher jenjang nya terekspose, kulit celine yang berwarna putih bersih, begitu melekat dengan gaun merah yang ia kenakan...


merasakan jari tangan gio yang semakin cepat di bawah sana, celine tak mau bermain begitu, ia melepaskan nya perlahan, celine bangun, mengajak gio ke ranjang, gio sungguh tak sabaran, ia menelusuri punggung celine dengan hidung mancung nya


"ehhmm, celine mendesah


suara indah nya itu membuat gio menggila,


gio melepaskan celana nya, ia sudah tanpa sehelai benang pun, merangkak di atas tubuh celine, gio bermain di bukit yang masih ranum itu.


" apa kamu masih perawan? (tanya gio sarkas)


"kenapa tidak kau coba saja tuan" (celine menantang nya, tentu saja gio senang dengan tantangan, tanpa membuka gaun yang celine pakai, gio menarik penghalang daerah sensitif nya itu, menyibakkan gaun nya se batas paha, gio memulai nya,


celine memang wanita nakal, namun untuk melakukan hal se perti ini, ia bisa hitung dengan jari nya, herry membayar nya besar untuk misi ini, dan celine pun memiliki keuntungan dari bisnis ini bukan??? "bercinta dengan mafia" 😆😆


gio memasuki nya, mata mereka saling menatap, gio terpejam, celine masih sedikit sulit untuk di masuki, itu menambah kadar hasrat nya semakin menggebu,


"slowly please" (pinta celine)


gio bergerak pelan, mata mereka saling terkunci, celine tersenyum kecil melihat ekspresi wajah gio, ia begitu sengsara dengan gerakan pelan,


"celine aku tak bisa"


gio bergerak cepat, membuat celine kewalahan, celine meraih tengkuk nya, mencumbu bibir gio menahan tekanan yang ia Terima...


*maafkan aku kabuuuurrrrrr


🤣🤣🤣🤣🤣