Annisa

Annisa
pergi



"Jam berapa ke bandara?? " tanya Nisa melalui pesan.


"jam 7 pagi jadwal pesawat jam 8 sayang"


"apa kamu ga berubah pikiran Yoga?


apa aku yang harus bilang sama Papa biar kamu ga brangkat? “


Nisa masih mempertahankan pendapat nya


Yoga tersenyum di sebrang sana..


tanpa membalas pesan Nisa ia pergi,


Nisa bingung, kenapa pesan yang ia kirim tidak Yoga balas.


Nisa menggendong Razky yang menangis, Nisa membuatkan susu di dapur,


dalam perasaan yang masih khawatir Nisa menidurkan Razky, menunggu pesan yang belum terbalas,


15 menit berlalu, pintu kamar Nisa di ketuk bi Yuni,


"non.. ada mas Yoga di luar"


Nisa terkejut, jadi pesan nya tidak di balas karna Yoga datang??


"bi, Razky baru aja tidur.. bibi lagi repot ga? jaga dulu sebentar ya. sudah malam.. "


"bibi udah santai non.. siap bibi jagain"


"makasih ya bi"


Nisa beranjak ke teras depan,


Yoga tersenyum, menyodorkan bucket berukuran sedang berisi coklat dan bunga mawar putih kesukaan Nisa


"kamu datang? “


" aku ga bisa jauh dari kamu" ucap Yoga, Nisa menerima bucket, mereka duduk bersebelahan..


"sayang, ini kemauan ku, Papa ga punya anak lagi selain aku sama kak Cindy,


setelah selesai. aku akan bawa kak Cindy pulang juga untuk persiapan acara kita"


"ya, kalau tidak bisa di ubah lagi bagaimana,


aku belum punya hak larang larang kamu" suara Nisa melemah, ia kecewa..


"jangan gitu lah bilang nya, ga akan ada apa apa oke, apa Razky sudah tidur? “


Nisa mengangguk


" baru aja.. "


"Nisa.. aku udah ga sabar kita hidup bersama, kehidupan ku pasti akan berubah, rumah pasti akan terasa hangat ada Razky di sana"


Nisa tersenyum.


"kamu akan sering pulang mendadak karna aku menelpon"


"oya? menelpon untuk apa? " Yoga terlihat senang.


"ya setelah punya anak kamu akan merasa banyak hal tak terduga Yoga"


"aku senang, dengan itu keberadaan ku memang kalian butuhkan bukan? “


Nisa hanya menjawab dengan senyuman,


Yoga memainkan rambut Nisa yang terikat asal, ia bahkan memakai baju kebangsaan ala ibu ibu,


" Nisa "


"hmmm...? “


tanpa meminta ijin.. Yoga mendekat, mengecup kening Nisa cukup lama,


tangan nya terangkat mengusap kepala Nisa,


entah lah, Yoga ingin sekali mengecup bibir calon istri nya itu, Nisa melihat Yoga melirik bibir nya,


" berapa jam aja ga ketemu, aku kangen apa lagi lebih dari se hari" ucap Yoga


mata nya begitu lekat memandang mata Nisa,


"Yoga aku belum rela kamu pergi, jarak indo Australia itu jauh"


"aku tau sayang, maaf ya, ga ada pilihan lagi"


ckup sudah upaya Nisa mencegah kepergian Yoga, ia mengangguk lemah,


Yoga mendekat, tangan nya masih berada di kepala Nisa,


ia menyatukan kening nya,


Nisa merasa semakin tak rela melepas kan Yoga,


Yoga memberikan kecupan di bibir Nisa, lalu ia tersenyum.


"apa boleh? " tanya Yoga


"apa?? " tanya Nisa setengah berbisik


Yoga mengusap bibir Nisa dengan ibu jari nya, tanpa bertanya lagi, Yoga memulai nya, kedua nya memejamkan mata menyelami hati masing masing, Nisa malah menangis,


Yoga menyadari itu, tapi belum mau menyudahi kegiatan nya, karna Nisa tidak menolak,


perlahan bibir mereka terlepas, Yoga tersenyum. ia mengusap pipi Nisa yang basah,


"hey cuma beberapa hari sayang" ucap Yoga


"undangan kita besok di sebar, itu berarti 6hari lagi kita menikah Yoga"


aku janji, selesai di sana kita akan pulang"


***


Nisa bersiap, Beny menjemputnya,


padahal Yoga sudah melarang nya untuk ikut ke bandara, namun Nisa memaksa..


"setelah dari bandara, ibu mau ke kantor? “


tanya Beny


" iya ben. Yoga kan ga ada.. "


"baik bu. pak Yoga ternyata bawa pak Doni ahli IT .. " ucap Beny


"iya, Yoga bilang biar cepat selesai masalah nya"


Yoga sudah siap di ruang tamu ketika Beny datang, walaupun ia sempat melarang Nisa ikut. tapi hati nya berbunga saat Nisa menjemput nya..


"kamu cantik sekali hari ini, apa itu di pipi, ko merona begitu?? " Yoga menggoda Nisa, Nisa memang berdandan pagi ini.


"jangan godain deh, aku lagi belajar makeup"


sepanjang jalan menuju bandara tangan mereka tidak terlepas, Yoga mesem mesem mengingat kejadian semalam,


"aku ga sempet ke kamar se malem buat pamitan ke razky, aku kangen banget"


"dia bangun jam 3 subuh.. tadi waktu aku berangkat dia tidur" jawab Nisa


"kirim video nya ke aku ya nanti"


menempuh jarak 40 menit untuk sampai ke bandara, mereka telah sampai.. Nisa menggenggam tangan Yoga sedikit erat, entah lah dia begitu berat melihat Yoga pergi,


"sebelum kamu masuk, aku dulu yang pulang" ucap Nisa


"lho kenapa? " tanya Yoga heran,


"aku ga bisa liat kamu pergi, lebih baik aku yg pergi"


Yoga tertawa,


"sini aku peluk, aku akan sangat rindu kamu Annisa"


mereka berpelukan.. Yoga memberi kecupan beberapa kali di puncak kepala Nisa


"karna kamu yang harus pergi duluan nyonya Yoga.. silahkan, aku yang akan melihat mu pergi" ucap Yoga sambil tertawa


Nisa mengangguk,


ia menuju mobil dengan Beny, Doni pun sudah terlihat ada bersama Yoga,


Nisa pergi.....


penerbangan Jakarta-australia setidak nya membutuhkan waktu ±7jam,


Nisa sedang memeriksa berkas yang Dian berikan, di ruangan pun ada Beny sedang memeriksa email masuk,


Beny melirik HP nya yang bergetar karna panggilan masuk dari Tama,


di samping itu, Dian datang dengan menenteng HP nya karna mendapat telpon dari nyonya besar nya Riana...


"bu.. " ucap Dian


"ada apa? "


"ibu Riana telpon.. katanya HP ibu tolong aktifkan"


wajah nya terlihat pucat pasi, Dian tidak berani. menyampaikan informasi yang ia dapat,


"hallo tuan" ucap Beny


"ben, ...... ....... ........ "


Beny melirik nona nya yang sedang merogoh tas, ia lalu melirik Dian yang terpaku, Dian menggelengkan kepala, memberi isyarat pada Beny jangan kita yang menyampaikan berita itu..


Beny menutup telpon nya, ia mengecek berita di internet,


Nisa membuka HP nya, ia lupa, HP nya habis batrai,


"HP ku mati Dian, apa bisa aku pinjam HP mu?? “ ucap Nisa


Dian mengangguk, menyodorkan HP nya,


" kamu kenapa sih jadi diem gitu?? " Nisa merasa aneh dengan sikap Dian,


Dian mengarahkan layar HP ke menu telp, memilih nama "bu Riana" untuk ia panggil..


Nisa tersenyum.


"sebentar ya... "


Dian mengangguk


"assalamu'alaikum mah.. ini Nisa, HP Nisa mati"


"Nisa sayang, kamu belum baca berita ya?? " tanya Riana


"berita apa mah? “


" sayang pesawat yang Yoga tumpangi jatuh ke laut ½jam yang lalu"


Nisa terpaku, tangan nya langsung gemetar,


"Mama please jangan becanda" ucap Nisa..


ia tidak mendapat jawaban.. hanya suara tangisan yang tertahan yang Nisa dengar