
adnan dan nisa hampir sampai beberapa puluh meter lagi,
setelah tadi berpamitan pada bu Ratih yang di iringi derai air mata,
bu Ratih dan nisa sama sama berat meninggalkan, tapi adnan memberikan penjelasan,
adnan bahkan berganti mobil, ia takut jika memakai mobil nya yoga akan curiga,
entah kenapa feeling nya mengatakan akan terjadi sesuatu, setelah percakapan nya dengan tama tadi pagi,
"mas nisa degdegan"
"mas juga sama sayang"
mereka tertawa,
"nisa, nanti mas duluan yang turun, kamu tunggu di mobil, mas menemui ibu,..
nanti mas akan tunjukan kamu, baru kamu keluar bagaimana? kita buat kejutan.. "
“semoga nisa kuat bertahan di mobil mas, apa lagi lihat ibu"
adnan tersenyum.
gerbang rumah nisa sudah terlihat, dulu mereka pernah berada di sini, saat ternyata itu hari pernikahan riko..
"kamu siap?? " (tanya adnan)
"engga mas" ( matanya sudah berkaca)
adnan menghentikan mobilnya,
menatap istri nya,
"selamat datang kembali nisa, ini hidup mu, rumah mu, kebahagiaan mu"
nisa terharu dan juga sedih,
memeluk suami nya erat, adnan memberikan kecupan beberapa kali di rambut istri nya,
nisa melepaskan nya,
adnan tersenyum, "ayo kita lakukan"
adnan semangat sekali,
"buka saja gerbang nya mas"
adnan turun, mendorong gerbang yang hanya tinggi satu meter itu,
bi yuni keluar, mendengar suara gerbang terbuka, ia heran, tidak mengenal siapa yang datang, BI yuni masuk lagi ke rumah
"itu tadi bi yuni mas, yang kerja di rumah"
(kata nisa)
"dia pasti heran, siapa yang berani buka gerbang sembarangan"
adnan tertawa, menutupi kecanggungan nya..
benar saja, bi yuni keluar bersama ibu,
mobil adnan masuk ke halaman rumah,
"mas itu ibu... (nisa menangis lagi)
" tunggu di sini oke, sabar ya"
nisa mengangguk, adnan turun dari mobil,
ibu mengerutkan kening nya, mengingat siapa laki laki di hadapan nya itu, namun seperti nya ibu tidak mengenal ny,
"siapa ya bu, yuni juga belum pernah lihat"
"iya Yun, ibu juga ga kenal"
adnan semakin dekat, menarik nafas dalam, dan menghembuskan nya, adnan tersenyum manis
"assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam, maaf cari siapa ya??? ( tanya ibu)
adnan mengulurkan tangan nya dan mencium tangan ibu, sedikit lama, adnan sempat memejamkan mata nya, ibu menerima tangan adnan, sedikit aneh, karna aga lama sangat tamu mencium nya,
nisa di mobil tak tahan, ia menangis...
" ibuuu..... "
adnan melepaskan tangan nya,
"ibu arum?? " (tanya adnan)
"iya saya, mas siapa ya?? "
"perkenalkan, saya adnan bu, menantu ibu"
"apa?, jangan becanda nak, anak saya laki laki, mana mungkin menantu saya juga laki laki"
adnan menunduk dan tersenyum,
"ada seseorang yang mau bertemu bu,
apa ibu ingat ini (adnan memberikan gelang rantai emas, nisa menyuruh nya untuk meyakinkan ibu, ibu menerimanya dengan gemetar, sepintas saja ia sudah tau gelang siapa itu, tapi ini tidak mungkin kan,
pemilik nya sudah tiada,
lalu mengapa gelang ini ada pada lelaki ini)
ibu menggeleng, mata nya sudah berkaca
" ga mungkin, ini ga mungkin, tolong nak jangan becanda seperti ini, ini ga lucu"
adnan tersenyum lagi,
"ibu tunggu sebentar"
adnan berjalan ke arah mobil, belum juga sampai di mobil, nisa sudah turun memeluk nya nisa menangis, adnan pun ikut memanas mata nya,
"bu, itu mba nisa" (kata yuni)
ibu semakin gemetar,
nisa melepas pelukan nya,
"ayo sayang " (nisa berbalik, ibu melihat nya dengan jelas siapa perempuan itu,)
"nisaaaa"
ibu berjalan cepat menghampiri nya, hati nya berkata tidak mungkin, namun raga nya terus mendekat
"ya Allah dia benar benar hamil, nisa sayang" (bisik ibu)
"ibuuuu“ (mereka berdekatan nisa langsung memeluk ibu dengan erat)
" ibu maafin nisa, nisa kangennn sama ibu"
beberapa saat ibu melepas pelukan nya, matanya sudah basah oleh air mata, tatapan nya sendu penuh kerinduan, ia meneliti setiap inci wajah putri nya, betulkah?? ini bukan mimpi,
menangkup pipi anak nya dengan lembut,
"ini benar kamu nisa, bilang sama ibu ibu lagi ga mimpi kan"????
"ini nisa bu,, nisa pulang"
tangis ibu pecah, ia menciumi wajah putri nya, tiada henti, nisa tersenyum dalam tangis nya,
adnan pun tak tahan, menetes lah air mata nya.
"apa maksudnya ini?, kamu tiba tiba pergi, dan kini tiba tiba pulang??, siapa yang kami kubur kemarin??? " (ibu sedikit emosi, namun ia senang tak terkira)
nisa tersenyum, membawa tangan ibu nya untuk ia ciumi... tangan yang membesarkan nya..
"maafin nisa ya bu, semua salah faham, kita ga tau siapa yang di makamkan atas nama nisa kemarin, cerita nya panjang"
ibu menoleh ke arah adnan yang berada di depan mobil, adnan tersenyum
"itu siapa?? "
"manantu ibu... " (kata nisa)
ibu menatap adnan lekat,
memanggil nya untuk mendekat.
adnan mendekat, lalu ibu memeluk nya
adnan meresapi pelukan hangat mertua, ia juga rindu pada mendiang ibu nya,
*begini rasanya di peluk sang ibu? begitu hangat, nisa kamu beruntung, orang tua mu masih lengkap ( gumam adnan dalam hati)
"kalian pasti melewati banyak kesulitan kan?? terimakasih nak, sudah mau menerima nisa" hickkk ibu terisak, lalu melepaskan pelukan nya..
ayo sayang kita masuk..
adnan ibu, dan nisa masuk,
bi yuni juga menangis,
"non... "
mereka berpelukan,
"maksih ya bi, udah jaga ibu"
"bibi seneng non..
ayo, bibi bikinin susu coklat kesukaan non"
nisa tertawa,
"maksih bi"
mereka duduk di ruang keluarga, ibu tak melepaskan nisa, ia memeluk nya terus, nisa pun bermanja dengan sang ibu, ibu mengusap perut nisa yang semakin membesar, ibu sangat bahagia, ia akan memiliki cucu
"ibu akan telpon ayah, ayah pasti pulang malam.."
nisa mengangguk,
belum juga menelpon,
rendy datang, ini memang sudah sore, ia pasti sudah pulang kerja
melihat mobil asing di teras rumah nya, ia mengira pasti ada tamu, rendy masuk
"assalamu'alaikum,
ada tamu ya?? (kata nya)
"waalaikumsalam, ( nisa tau suara siapa itu ia bangkit berjalan ke arah ruang tamu)
rendy terkejut, melihat siapa yang ada di depan nya,
" nisaaa" (gumam nya, meneliti dari atas sampai bawah ,iya itu adik nya, melihat ibu di samping nisa sedang menangis, mungkin kah yang ia lihat benar)
nisa mendekat,
"bang... "
tidak berlama lama, rendy memeluk nya,
banyak pertanyaan di kepalanya, namun biarlah, ia lebih rindu adik nya ini
pertanyaan semakin menggunung, melihat laki laki di samping ibu nya,
"kamu siapa?? (tanya rendy)
" aku jerry bang.... ( nada manja nisa keluar)
rendy tersenyum dan memeluk nya lagi, ia juga menangis,
akhir nya tom & jerry bertemu lagi🥰🥰🥰
*berat banget part ini, tengok kanan kiri takut keliatan nangis, huhuhuuuu🥺