Annisa

Annisa
di culik



ini sudah tengah malam, nisa terbangun, ia tak sengaja tertidur memeluk HP nya,


"ya Allah, mas Adnan belum ngasih kabar"


nisa ingin keluar, namun tidak mau mengganggu ayah dan ibu nya tidur,


ia mengirimkan pesan pada abang nya


"bang, sudah tidur?? "


pesan terbaca


"belom dek, ada apa? "


"nisa khawatir bang, mas Adnan belum ngasih kabar, tadi terakhir dia ke toilet di pom bensin"


Rendy belum membalas pesan nisa,


apa yang harus ia katakan pada nisa,


"sialan si yoga, nyesel gue ga nge bunuh nya dulu"


(Rendy meninju udara di depan nya, bergumam, saat adik nya mulai bahagia kini datang lagi masalah)


nisa tambah gusar, abang nya malah tidak membalas pesan nya,


"apa bang Rendy tidur?? "


nisa mencoba menelpon kang yopi, ia ingat, kang yopi lumayan dekat dengan Adnan


tuuuuut, tutttt,


"hallo teh nisa"


"kang, maaf nisa ganggu malem malem"


"gpp teh, ada apa? "


"kang, mas Adnan pulang ke situh dari tadi jam 7, tapi sekarang sudah jam 12 mas Adnan belum ngasih kabar, apa kang yopi tau sesuatu?


atau nisa minta tolong boleh kang, bisa ke apartemen ga kang?? lihat mas Adnan sudah sampai belum?? "


"siap teh, yopi otw ya... "


"alhamdulillah, mksh kang, hati hati ya... "


nisa sedikit tenang, setidak nya ia akan mendapat kabar sebentar lagi tentang suami nya,


"bu bagaimana ini, teh nisa telpon?? "


tanpa nisa tau,


yopi salah satu orang kepercayaan Adnan,


ia berada di rumah Bu Ratih, kabar kehilangan Adnan sudah sampai pada bu Ratih,


semua nya di tutupi, suami Bu Ratih adalah adik sepupu dari mendiang ayah Adnan,, mereka bersaudara,..


"jangan dulu di kasih tau, nisa lagi hamil kasian dia" ( kata bu Ratih) "


mereka termenung,


yopi belum mendapat kabar dari herry dan team nya,.. Adnan sulit di lacak HP nya di ketahui aktif terakhir di pom bensin, seperti mobil yang mereka temukan,


"dasar bajingan si yoga, siapa lagi yang ingin mencelakai adnan kan kalo bukan dia?? " (kata bu Ratih)


yopi mengangguk ia setuju,


malam semakin larut,


nisa tidur di sofa, ia tidak bisa tidur tadi di kamar,


"nisa sayang, ko tidur di sini?? "


(ibu membangunkan, ini jam 4:30 pagi, subuh datang)


"nisa ga bisa tidur bu,..


mas Adnan belum ada kabar... "


ibu juga jadi cemas, ia mengusap punggung putri nya, nisa merasa nyaman, memang pinggang nya sedang sakit,


***


Adnan terbangun, kepala nya begitu sakit, dan sedikit berputar,


memindai tempat yang ia tinggali kini, Adnan tidak mengenal nya,


"dimana ini??"


ini sebuah kamar, rapih, bersih... tapi sangat asing, kepala nya masih berat Adnan duduk,


seseorang membuka pintu, Adnan mengerutkan dahi nya,


lelaki ini berwajah asing, Adnan belum tau apa yang terjadi,


"anda sudah sadar tuan?? "


Adnan memasang muka masam,


"siapa kamu? “ ( jelas dia bukan marga Indonesia, bicara nya saja belum fasih pikir Adnan)


" saya jonas tuan, panggil saya jo"


Adnan diam, menatap tajam pada jo, lelaki berperawakan bagus itu lebih tinggi dari Adnan,


"anda berada di Australia tuan"


Adnan membuang muka, sudah dia duga, ini negara dimana cindy kakak dari yoga, tinggal, dia mengungsikan Adnan jauh dari nisa,..


Adnan menghawatirkan nisa, semoga Rendy dan yang lain nya bisa menjaga istri nya dari yoga..


dua orang pelayan masuk, membawa makanan untuk Adnan, ia sangat di istimewakan, entah lah, mungkin sebelum di tembak mati ia di buat enak dulu hidup nya..


"anda belum makan tuan, silahkan " ( jo menyodorkan meja ke dekat Adnan)


"dimana yoga? "


jo tersenyum kecil,


"tuan yoga masih di Indonesia "


"dia tidak akan ke sini kan? itu membuang waktu nya"


"kami belum mendapat kabar tentang itu,


saya permisi keluar, silahkan tuan menikmati hidangan nya"


Adnan diam,


"nisa sayang, maaf untuk ini, mas ga menduga yoga melakukan ini"


nisa termenung, matanya sembab, tidak ada yang bisa ia tanyai soal suami nya,


ia bangkit, merasa haus,


langkah nya gontai, bagaimana tidak, sumber kebahagiaan nya entah tiada kabar,


ia merasakan perut nya tidak nyaman dari kemarin, bahkan tadi pagi ada flek muncul, namun nisa lupa mengatakan pada ibu, ia terlalu memikirkan suami nya,


nisa meringis,


ia hendak menaruh gelas di wastafel, kepala nya terasa pusing, mungkin efek dari makan yang tidak teratur, ia melupakan makan nya,


ia terpeleset, nisa jatuh terduduk,


"auhhh, ya Allah.. (nisa merasa perut nya sakit, mata nya langsung mengeluarkan air, melihat cairan yang membasahi celana nya, sakit nya semakin bertambah, nisa jatuh, taksadarkan diri)