
Si jagoan mulai membaik, air ketuban sudah terangkat sepenuh nya dari lambung,
selang di mulut nya sudah di angkat, kini masalah muncul, ia tidak cocok meminum susu formula, badan nya iritasi merah merah, sudah beberapa produk susu di coba, dokter dan yoga tambah bingung, kondisi nisa sangat tidak mungkin untuk meng'asihi.
yoga ingin memindahkan nisa dan bayi nya ke kota dimana orang tua nya tinggal, bila perlu yoga menyulap kamar nisa nanti menjadi kamar perawatan, namun nisa masih rentan untuk melakukan perjalanan jauh,
dari se malam, nisa di beri infus untuk dehidrasi dan gangguan makan nya, ia harus tetap menerima asupan untuk bertahan hidup,
tiga hari berlalu,
kekuatan batin antara nisa dan Adnan begitu dalam, mereka kritis bersama di tempat dan sebab yang berbeda,
Adnan menyusuri taman, bunga bunga seolah menyambut nya, berwarna warni, mereka baru saja bermekaran se malam, menciptakan bau harum khas nya, menggenggam tali ratusan balon berwarna merah muda, Adnan akan menghadiahi sang istri dngan itu
Adnan melihat pengantin nya,
nisa telah menunggu di pelaminan berdiri tersenyum penuh pesona pada nya,
persis seperti saat pernikahan nya dengan nisa,
dekorasi dan gaun yang nisa pakai, yang selalu membuat Adnan terpukau..
Adnan mendekat, ia memberikan balon yang ada di genggaman nya pada nisa
menyambut sang suami dengan bahagia, nuansa putih begitu kental di antara mereka, nisa menerima balon yang Adnan bawa, ia senang tersenyum lepas memandang balon di atas kepala mereka,
Adnan memeluk nya, mulai memberikan ciuman setiap inci wajah istri nya, menggoda nisa dengan menggigit ujung hidung nya yang mancung
mereka tertawa...
nisa memandang wajah suami nya lekat, ia menarik dasi yang Adnan pakai, mendekatkan wajah nya mereka saling mengecup, hingga berakhir dengan saling memberikan ciuman yang menenangkan hati,
Adnan memeluknya dengan begitu posesif, ia tak mau kehilangan wanita nya,
nisa melepaskan genggaman tangan nya, seketika ratusan balon terlepas memenuhi langit yang begitu cerah, mereka berhamburan di langit terbawa angin, membuat siapa pun yang melihat nya terpesona..
hanya mimpi, namun kerinduan nya sedikit terobati pada sang suami,
nisa menarik nafas dalam, dan menghembuskan kan perlahan, ia sadar, nisa berhasil melewati masa kritis nya, mulai mengerjapkan mata nya, seperti nya ia tidur terlalu lama..
mimpi yang sama datang pada Adnan,
sekuat tenaga ia harus bangun, sang istri menunggu nya,
Adnan mulai menggerakkan tangan nya, dokter melihat itu, ia tersenyum, mata Adnan masih tertutup, tapi terlihat bergerak bola matanya hendak terbuka,
dokter langsung memeriksa tekanan darah, detak hantung dan lain nya, seketika semua menjadi normal, ini sungguh keajaiban...
"nisaaa" ( bibir nya mulai bergumam, mata nya perlahan terbuka, Adnan sadar sepenuh nya) .
Rendy melihat adik nya membuka mata
"alhamdulillah nisa.. " ( ia bahagia, Rendy langsung mencari sang ibu yang menunggu di luar ruangan)
"ibu nisa sadar, ayah tolong panggilkan dokter"
"alhamdulillah, nisaaa" (cepat ibu masuk ke ruangan, walaupun nisa terhalang kaca namun ibu jelas bisa melihat nya, tak henti henti nya mengucap syukur, ia bahagia Allah memberikan kesempatan lagi untuk anak nya hidup)
dokter datang,
memeriksa semua nya, ia tersenyum, mengucap syukur pasien nya berhasil bangkit, semua kembali ke normal, keadaan nisa hampir stabil,
Yoga menerima laporan, bahwa nisa telah sadar jelas itu kabar baik untuk nya,
ia sedang dalam meeting saat itu,
yoga bangkit, maninggalkan begitu saja klien nya,
tak peduli seberapa besar kemungkinan kerugian yang akan ia hadapi,
ia harus cepat sampai ke RS, ia bahagia tak terkira, baru saja tadi pagi ia meninggalkan nisa, namun keajaiban bisa datang kapan saja kan??,
ibu tertunduk membelai wajah putri nya, nisa tersenyum. namun juga sedih, entah berapa lama ia pergi dari kesadaran nya, namun suami nya belum bisa ia lihat, Adnan belum datang.... nisa mencoba menguatkan hati nya yang lemah,
"jadi tadi mimpi?? Adnan begitu nyata di sana, ia tambah rindu pada suami nya"