Annisa

Annisa
memintanya lagi



hari berganti,


adnan memandang gedung gedung tinggi dari balkon apartemen nya,


ia tidak tidur semalaman,


suruhan nya datang tadi malam memberikan informasi detail tentang masalah yoga,


ini mustahil, bagaimana semua bisa kebetulan seperti ini,


nisa hamil oleh yoga, dia yang memperkosa nya, dan nisa sebenar nya tau siapa yoga,


dia gagal menikah dengan Riko karena ia melarikan diri,


dan ada kabar bahwa nisa di temukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, adnan melihat bukti bukti foto kesamaan nisa dan korban itu, baju mereka sama.


"bodoh, ap mereka percaya begitu saja?? mengapa tidak visum? kenapa tidak di identifikasi dulu data, jelas mereka salah faham"


adnan menggerutu,


lalu bagaimana bisa kebetulan ada data diri nisa di mayat itu??


Riko bukan meninggalkan nisa,


setau nya pasti nisa sudah meninggal,


keluarga nya bahkan melapor polisi mencari nisa, dan saat mayat itu di temukan, semua nya lenyap begitu saja


adnan pun membolak balik foto pemakaman nisa,,


"ini mustahil, jadi mereka mengira nisa mati???? “


adnan memandang foto nisa, ini cetakan asli, foto yang sama dengan yang ada di HP yoga,


" nisa, apa aku egois jika ingin memilikimu sendiri, biarlah kabar bohong ini bergulir, akan ku tutup rapat keberadaan mu, minimal sampai yoga menikah"


**


hari terus bergulir,


nisa terlihat semakin lucu dengan perut buncit nya, usia kehamilan nya kini menginjak 8bulan, ingin sekali Ratih menyelenggarakan syukuran untuk nisa, tapi nisa menolak,


ia tidak mau merepotkan, dan mengundang banyak pertanyaan dari masyarakat yang nanti nya bu Ratih yang akan menjadi sasaran nya.


adnan jarang berkunjung,


ia di sibuk kan dengan pekerjaan yang di limpahkan oleh tama, bagai mana pun adnan adalah penerus keluarga nya juga,


adnan menggantikan cindy anak sulung tama, ia akan pindah ke luar negri, menetap di negara asal suami nya Australia.


adnan tersenyum bahagia, melihat video yang bunga kirimkan, ya bunga dan ibu nya sekongkol tentang itu,


mereka sering melaporkan kegiatan yang nisa lakukan,


nisa menggendong kucing peliharaan bunga seperti menggendong bayi, kucing itu sangat penurut, bermain dengan nya,


terlihat nisa mengangkat tangan kucing itu ke udara, lalu ia duduk, tangan kucing ia tempelkan ke perut nya,


andan memperhatikan, nisa berbicara


"puss, nanti punya temen dede bayi, jagain dede ya... "


bunga memanggil nya,


"kakak, lihat sini aku bikin video"


nisa menoleh tersenyum, melambaikan tangan dadah dadah, lalu bergaya memanyunkan bibir nya imut, adnan gemas, (adnan begitu ingin mencubit pipi nisa yang mulai terlihat chubby ) lalu bunga dan nisa tertawa "


adnan tak bisa menahan rindu nya,


ia akan pergi, meninggalkan pekerjaan nya,


masa bodoh dengan murka abang nya, rindu ini harus di obati,


adnan meminta bunga membawa nisa ke danau, dimana nisa tenggelam waktu itu, adnan sudah di sana bersiap.


nisa tidak tahu bahwa adnan yang meminta nya bertemu, bunga memiliki banyak alasan merayu nya, dan nisa tidak bisa menolak permintaan adik nya itu,


nisa dan bunga sampai di taman, nisa belum menyadari keberadaan adnan, ia sibuk memperhatikan sekitar,


hingga adnan berjalan di sebelah nya dan memegang jari tangan nya,


nisa terkejut, genggaman ini tidak seperti tangan bunga, ini lebih besar, ia menoleh adnan tersenyum pada nyA,


nisa begitu terpesona, adnan begitu menawan memakai setelan jas lengkap,


jujur nisa rindu, sudah dua minggu mereka tidak bertemu,


nisa mencari bunga, namun dia sudah jauh, melambaikan tangan, bunga pergi dengan kanh yopi,


"jadi ini rencana mas?? "


adnan mengangkat bahu nya, itu jelas sekali bohong,


adnan memeluk nya, mambawa nisa dalam dekapan nya, menciumi puncak kepala yang harum itu,


nisa terkejut,


"ssshhh"


adnan melepaskan pelukan nya,


"ada apa? apa pelukan ku terlalu erat?? "


nisa menggeleng,


"dia bergerak mas, sangat cepat" ( adnan memperhatikan perut nisa, ada gerakan di sana, ia berlutut, mensejajarkan wajah nya dengan perut nisa,


nisa merasa canggung, apa yang dia lakukan?? (pikir nya)


"masss" ( nisa hendak mundur, namun adnan menggenggam tangan nya, mau tidak mau nisa diam,


adnan menggesek kan ujung hidung nya di perut nisa, itu membuat nisa geli..


ia tertawa,


namun si bayi seperti nya suka, ia bergerak lagi, dan adnan merasakan nya,


wajah adnan begitu terlihat bahagia, tangan nya menangkup perut nisa, menempelkan telinga nya di sana,


"Hai bayi, apa kamu suka??? "


pertanyaan itu sontak membuat nisa tertawa, adnan sangat lucu


"dia bergerak lagi nisa.. "


(sangat antusias, adnan menciumi perut nisa, mengikuti gerak nya.)


nisa merasakan kehangatan, seperti inikah hidup normal, seorang suami bahagia melihat anak dalam perut istri nya???


adnan bangkit, menatap nisa intens,


"kamu makan dengan baik bukan??


pipi mu jadi Chubby, "


adnan mencubit pelan pipi itu, nisa tertawa kecil, ia mengangguk,


"aku juga minum susu teratur"


"anak baik ( adnan membelai rambut nisa, ia ingin sekali membawa nya pulang, hidup bersama)


"ayolah nisa kita menikah"


ajakan itu sudah beberapa kali adnan ungkapkan, namun nisa tetap dalam pendirian nya


"maasss"


"aku ingin mendengar sapaan itu selalu nisa, setiap aku membuka mata, dan setiap akan menutup mata"


nisa tersenyum, ia mengusap pipi adnan, itu membuat nya senang,..


"mas tau, sejak kejadian itu, maaf, kepercayaan nisa pada laki laki berkurang, luka itu terus ada, membekas, bahkan dia meninggalkan jejak (kehamilan)


belum sembuh luka yang nisa rasakan, nisa terluka lagi di tempat yang sama, nisa melihat orang yang paling nisa harapkan pergi begitu saja(Riko),


menurut mas, bagaimana luka itu akan sembuh?? itu sangatlah dalam"


adnan terdiam, ia tau cerita semua nya,


"aku akan mengubur nya dengan cinta ku nisa, sampai kamu tidak akan mengingat kalau kamu pernah terluka"


"buat lah nisa yakin akan hal itu mas,


seperti layak nya paku, walau ia sudah di cabut, tetap akan membekas bukan?


tunggu sampai nisa melahirkan, beri nisa waktu..


nisa masih punya orang tua, nisa ingin pernikahan kita di saksikan semua keluarga.


adnan mengangguk


" aku akan coba menunggu nisa"


"mas, anak yang nisa kandung bukan anak mu, ini yang selalu ada di pikiran nisa, nisa takut kamu ga bisa nerima nya"


secara garis keturunan, anak nisa juga ada ikatan darah dengan adnan, bagaimana tidak, yoga keponakan nya.


"mas udah memikirkan itu nisa, tidak mungkin mas minta kamu jadi pendamping mas, tapi. mas tidak menerima nya, akan mas anggap dia seperti anak mas sendiri"


lagi lagi hati nya menghangat, nisa tidak bisa memungkiri adnan mungkin tulus, kondisi nisa tidak seperti wanita pada umum nya,


"kenapa harus nisa mas?, banyak perempuan di luar sana yang sempurna untuk mas nikahi"


"kamu yang terbaik nisa"


nisa menangis, ia terharu, bagaimana mungkin ia jadi yang terbaik dalam kondisi begini, itu jelas kebohongan,


mereka berpelukan..