Annisa

Annisa
drop



Adnan di larikan ke RS setelah insiden tembak menembak yang terjadi,


ia kritis peluru mengenai usus besar di perut kanan nya, mendapatkan penanganan 4jam di ruang oprasi Adnan masih bertaruh nyawa, ia belum siuman...


berita ini sudah sampai pada tama sang papah, ia menggigit ibu jari nya mendengar penuturan sang asisten,


riana tak henti nya menangis, ia tak menyangka anak nya yoga melakukan semua ini,


"pah, bagaimana ini??


cindy dan gio pun terlibat, bagaimana anak anak kita?? "


tama terdiam, ia sedang menyusun rencana, yoga sudah kelewatan seperti nya,


untuk kasus ini tama tidak mendukung nya, tama hanya mendukung soal bisnis ia harus gila di sana, tapi tidak dalam kehidupan pribadi nya, ia sedikit menyesal pernah meminta Adnan untuk menyerahkan bayi yang nisa lahirkan nanti


ia meraih HP nya, menghubungi cindy,


"pap... " ( cindy menjawab panggilan ayah nya)


"bagaimana Adnan??


" kritis pap.. ( ada isak tangis disana)


"kenapa ini bisa terjadi (tama bangkit dari duduk nya ia menggebrak meja) kamu tau dia paman mu adik satu satu nya papah"


"pap cindy ga tau apa apa, yoga sama gio yang tau, cindy tau nya waktu om Adnan sudah di sini"


"kabarin terus papah tentang om mu, yoga sudah kelewatan"


tama memutuskan sambungan telpon nya, ia menatap riana, riana sedang melamun..


"lalu anisa gimana pah?? dan cucu kita?? "


"anisa pun drop, dia ga mau makan, cucu kita pun sedang dalam perawatan, banyak air ketuban di lambung nya"


"ya Allah... " ( riana tambah gusar, sebagai wanita dia juga merasakan apa yang nisa rasakan,


semua karna yoga anak nya) mamah akan telpon yoga"


tuuuuttt, tuttt. (menunggu yoga mengangkat telpon nya)


"angkat yoga kenapa lama sekali"


"hallo mah"


"yoga, apa yang terjadi, bagaimana nisa? "


"nisa mendapat perawatan mah, dia syok, dehidrasi, dia lemah sekali"


"lalu cucu mamah bagaimana? "


"masih dalam pantauan dokter"


"ini semua ulah kamu yoga ( mamah marah) kamu tau? wanita yang baru melahirkan itu harus bahagia, dia butuh support dari orang orang terdekat nya, dia baru saja bertaruh nyawa yoga"


"maaf mah"


"bukan pada mamah kamu meminta maaf, kamu banyak melakukan kesalahan pada nisa"


"iya mah yoga tau itu, yoga berencana membawa nisa ke sana"


"apa? kamu sudah gila yoga, nisa butuh keluarga nya dalam kondisi begini, dia butuh suami nya, apa. yang kamu lakukan sama om mu??


"cukup yoga yang ada di sini mah yoga bisa menjaga nisa bukan Adnan (yoga langsung naik darah saat nama Adnan mengudara di telinga nya)"


"kamu bukan suami nya yoga,


TERSERAHHH, mamah mendidik kamu dengan baik, bukan ini hasil yang mamah mau,


Nisa mendapat tindakan, ia sangat lemah, dehidrasi, dan tidak ada asupan makanan dalam tubuh nya, ini memperparah keadaan karna nisa baru saja melahirkan dengan proses cesar,


bayi nya tiba tiba menangis, seperti tau dengan keadaan drop ibu nya, suster menenangkan nya, menunggu sang dokter datang,


duduk dengan gelisah, tangan nya bertumpu di lutut, yoga memijat kening nya, ia tidak peduli dengan keadaan nya sendiri, ia kurang tidur, pola makan berantakan, siapa yang harus disalahkan jelas lah yoga sendiri...


yoga hanya bisa menatap nisa di balik kaca ruangan, ia di pasang lagi oksigen, infus untuk dehidrasi dan vitamin terpasang, nisa harus pulih,


"wanita melahirkan itu harus bahagia"


kata kata itu terngiang, perkataan ibu dan mamah nya sama, ya karna mereka sama sama perempuan, pernah melahirkan pernah di posisi nisa,


tapi bahagia versi yoga adalah "bahagia dengan nya, nisa dan yoga"


padahal yang nisa butuhkan adalah suami nya, keluarga nya, namun yoga terlalu percaya diri, bahwa dia bisa membahagiakan nisa dengan cara nya.


ada satu nama,


suatu masa dulu


pernah bawa dan beri bahagia..


hingga saat ini masih ku abadikan di dalam hatiku.


dengan satu rasa,


dalam satu cinta


sewaktu kita bersama dulu...


hanya kita yang tahu,


dalam mana telah cinta kita memutik


walau akhir ini, seakan terpisah,


oleh masA dan suasana tak dipinta,


namun percayalah tidak sedikit pun kasihku ke padamu surut dan berubah.


pasti suatu masa, kan bersama lagi


engkau dan aku pasti jua nikmati,


cinta yang istimewa


walau ku tak pasti,


bilakah masa nya kau dan aku kan bertemu,


untuk kita kembalikan keindahan dulu..


nisa_Adnan


*ini lirik dari judul lagu


satu nama tetap di hati_eye


mewakili keadaan nisa dan mas Adnan😭😭


readers jangan lupa like ya🥰🥰


biar tambah smangat up nya,


ini ******* dari novel Annisa ya, akan menguras esmosi😃