Annisa

Annisa
siuman



nisa belum menunjukan kemajuan setelah kedatangan Adnan dua jam lalu,


Adnan meminta ibu dan ayah untuk beristirahat di apartemen ny, yopi mengantar mereka,


razky menangis yoga baru datang sejak drama pemukulan oleh Rendy tadi sore,


Adnan hendak menggendong nya, saat yoga juga


mendekat, Adnan menarik kerah baju yoga dan memojokan nya ke dinding, Adnan menodongkan pistol pada yoga,


terlihat dari wajah nya yoga menegang,


riana berteriak


"Adnan, jangan gegabah"


tama mendekap istri nya, membawa riana menjauh,


"pah tapi yoga"


"biarlah, aku tau Adnan tidak senekat itu orang nya".


"papah yakin? Adnan pasti sedang emosi"


"kamu bisa pegang ucapan ku" (jawab tama)


riana membawa razky pulang, cindy dan anak anak nya ada di rumah, ini sudah pukul 9 malam,


"aku tidak akan segan membunuh mu jika terjadi sesuatu pada nisa,.


kamu tau, dengan susah payah aku mengembalikan kepercayaan diri nya pada lelaki, karena ia trauma oleh mu, sekarang dia sudah sembuh, dan kamu begitu saja membuat dia sakit, malah ini semakin parah,.. (Adnan mengobarkan api kebencian nya pada yoga)


kamu tau, begitu kebetulan kamu mengirim ku pada Gio, apa kamu tau kakak mu tersiksa hidup bersama Gio?


"Gio mati di tangan kakak mu, kamu pasti sudah tau itu kan??"


yoga melotot mendengar itu, sejak membawa nisa ke RS yoga tidak membawa hp nya, dia kehilangan komunikasi


"aku ingin tau, apa kamu bisa membuat cindy masuk penjara,


cindy begitu menderita menikah dengan nya, Gio. menyiksa nya,


"aku ga akan lepasin kamu dengan mudah yoga"


yoga menepis pistol yang Adnan todongkan, memberanikan diri..


"aku tidak perduli dengan cindy, Gio pilihan nya,


aku hanya memikirkan nisa, aku ga akan nyerah om, sampai titik darah penghabisan"


"kamu sangat PD sekali" (jawab Adnan, menyimpan kembali pistol di dalam jaket nya, Adnan masuk ke ruang rawat nisa, melepaskan yoga)


yoga hampir luluh tadi ketika mendengarkan kata kata mamah nya, namun kedatangan Adnan membuat ia gusar, dia belum rela kehilangan nisa..


kepala Adnan terasa pusing, ia duduk di depan nisa, kepala nya bersandar pada tempat tidur, Adnan meletakan tangan nisa di atas kepala nya, Adnan tertidur berbantalkan lengan nya, ada sofa di ujung ruangan sana, namun Adnan tidak mau jauh dari istri nya Adnan ingin menebus kepergian nya,.


**


kejadian saat nisa bertemu yoga sampai ia melahirkan berputar di ingatan nya satu persatu, kata kata yoga yang membuat nya tertekan muncul bergantian, (nisa terusik dalam tidur nya)


tangisan ibu,


razky dan riana terngiang, nisa seperti menonton film tentang diri nya sendiri ,


nisa menggerakan tangan nya yang ada di atas kepala Adnan, Adnan terusik dalam tidur nya,.


nisa menghirup udara sedalam dalam nya, mata nya mengerjap, menerima cahaya lampu yang begitu terang,


nisa sadar, ia merasa tangan nya menggenggam sesuatu,


nisa pikir mungkin dia sudah ada di dunia lain, mata nya begitu berat untuk ia buka.


Adnan terbangun, namun mata nya masih terpejam, ia sungguh sangat mengantuk, merasakan ada yang bergerak di rambut nya, sejenak Adnan berpikir, ia menaruh tangan nisa di kepala nya tadi sebelum tidur,


berarti yang bergerak kini???


Adnan menggenggam pergelangan tangan nisa ia bangun, memandang istri nya, nisa mengerjap kan mata nya,.


seketika hati Adnan merasa lega, nisa siuman??


Adnan mendekat, mengusap lembut pipi istri nya,


nisa merasa pusing, ia tidak jelas memandang Adnan,


"sayang.. " (panggil Adnan)


nisa menguatkan mata nya, ia mendengar panggilan itu, melihat bayangan lelaki yang sangat ia rindukan ada di depan nya nisa malah menggeleng,


ia tidak yakin itu Adnan,


yoga bilang Adnan sudah mati, di tambah nisa mendengar yoga akan menikahi nya, nisa memutuskan bunuh diri,


nisa berpikir ia sudah mati, Adnan di hadapan nya hanya bayangan saja.


"hey, apa kamu ga kangen? ayo sadar ini aku suami mu"


nisa melirik sekitar nya, benar ini seperti di RS, mungkin kah ia masih hidup? lalu yang di hadapan nya benarkah suami nya,


nafas nisa terlihat terburu buru, Adnan melihat itu


"sayang, tenang aku ada di sini, aku ga akan pergi lagi"


Adnan membawa jari tangan nisa di pipi nya, terasa sentuhan di sana, nisa merespon... Adnan tesenyum meyakinkan istri nya


"ini aku sayang... aku menunggu mu bangun, lama sekali kamu tidur"


mata nya mulai berlinang, nisa menangis Adnan membiarkan nya, biar dia menangis, itu curahan hati nya,


"maaf, aku pergi lama.. kamu ga marah kan sayang?? "


Adnan membuka oksigen di hidung nisa, ia ingin melihat senyuman di bibir istri nya, nisa menangis, namun bibir nya tersenyum,


ia sangat lemah.


Adnan mengusap bibir nisa, nisa tersenyum kecil ia benar benar sadar kini, dan Adnan benar benar nyata.


"aku anggap itu jawaban, kamu ga marah kan?? "


nisa tersenyum lebih lebar, se bisa yang ia lakukan..


Adnan mencium kening istri nya,


sungguh nisa ingin bangun, semangat nya kembali melihat suami nya, ia ingin membalas pelukan suami nya,


nisa bersyukur dalam hati pada Allah, Allah masih memberi kesempatan nya untuk hidup,. ia janji akan mejadi pribadi yang lebih baik setelah ini..