Annisa

Annisa
02



Saat para anggota osis menggeledah tas mereka satu persatu, tiba tiba salah satu anggota osis berteriak.


"Yang punya tas ransel biru tua siapa?"Teriak salah satu anggota osis seraya mengangkat tas itu tinggi tinggi.


Salah satu siswi mengangkat tangannya tinggi tinggi "Itu tas Nisa kak"Ujar Nisa polos.


Anggota osis itu menyuruh Nisa untuk maju kedepan dan menginterogasi dirinya.


"Kamu! kenapa membawa alat make Up? bukan.....


Belum sempat anggota osis itu menyelesaikan kalimatnya sesorang langsung memotongnya.


"Lo dihukum"Ucap osis cewek


"Tap......"Ucapan Nisa langsung dipotong oleh nya.


"Lari keliling lapangan 5 putaran sekarang" Perintah osis cewek itu dengan tegas.


"Tapi ka......"Lagi dan lagi ucapannya dipotong! Nisa hanya menghembuskan nafasnya kasar.


"Lari 5 putaran dan setelahnya bersihkan koridor yang disana!" seraya menunjuk koridor paling ujung yang sangat kotor. "Dan pel sampai bersih!"Perintahnya sok berkuasa.


Nisa hanya menanggapi ucapan itu seperti angin lalu, Dia masih tak bergeming. lari mengelilingi lapangan seluas itu dan setelahnya langsung membersihkan koridor yang panjang itu? ck sungguh sadis wanita di depannya ini. Lagi pun itu bukan barangnya.


Melihat Nisa tak bergeming, osis cewek itu menjadi murka.


"Lo budek hah? atau mau gue......"Belum sempat ucapannya selesai, Nisa langsung memotongnya


"Itu bukan make up nya Nisa" Ujar Nisa dengan santay nya.


"Lo pikir gue cewek bodoh yang mau percaya dengan omongan kosong lo itu?"Ucapnya sinis.


"Tapi itu beneran bukan punya Nisa! Lagi juga Nisa gak suka make up"Jelas Nisa Santay.


"Alaahh ngeles banget sih lo! jelas jelas itu make up di ambil dari tas lo! otomatis itu punya lo dong? ngaku aja deh toh udah malu juga" Ujar osis itu tersenyum meremehkan.


"Tapi itu beneran bukan punya Nisa, Nisa gak pernah pake gituan!"Ujar Nisa.


Wakil ketua osis melihat perdebatan itu jengah "Stop! biar gue yang ngomong!" Ujar Watos jengah.


"Diem"Ujarnya dingin dan datar.


"Jadi apa ini punya lo?"Tanya Watos datar.


Nisa lantas menggeleng, karna memang itu bukan barangnya.


Watos itu mengkerutkan kening bingung, "kalo bukan punya cewek itu lalu siapa?"Ucapnya dalam hati.


"Jadi, apa nggak ada yang mau ngaku barang siapa ini?"Tanya watos kepada seluruh adkel dengan sedikit berteriak.


Tiba tiba salah satu anggota osis kembali berteriak.


"Vania! Disini tertulis nama pemiliknya!"Teriak Osis.


Seluruh mata memandang ke arahnya termasuk Nisa, dan semua Osis.


Seketika terdengar suara bisikan bisikan antara murid ke murid.


"Diam semua"Bentak Osis cewek tadi yang berdebat dengan Nisa.


"Siswi yang bernama Vania silahkan maju ke depan!Atau salah satu dari kami maju dan menyeret mu ke depan"Ucap Waketos datar dan tegas.


Gadis yang bernama Vania itu melangkah maju dengan keringat yang mengucur di pelipisnya yang sebesar jagung saking gugupnya.


"Jelasin kenapa make up ini bisa di tas dia?"Tanya Waketos seraya menunjuk Nisa.


"I i itu gu gue ga sengaja memasukkannya, se sebab Ah ka karna tasnya persis dengan tasku"Jawabnya sangat gugup.


"Baik! alasan yang cukup logis" Ucap Waketos seraya menganggukkan kepala "Dan kenapa lo bawa make up ini? Apa lo ga baca TATA TERTIB yang sudah dibuat?"Tanya waketos dengan wajah yang sama, datar seraya menekankan kata tata tertib.


"Gu gue gue...emmm gu...."


"Cukup! Lari keliling lapangan 5 putaran dan bersihkan koridor di ujung sana"Ucapnya seraya menunjuk koridor yang akan di bersihkan "Jangan istirahat sebelum selesai"Lanjutnya.


Vania hanya menghela nafas pasrah sembari menganggukkan kepalanya dan memulai hukumannya.