
nisa memandang makanan yang sediakan bi yuni, sungguh ia tidak selera makan sedikit pun, mungkin pengaruh kehamilan nya, tapi ia tidak merasa lapar,
dia merasa sedikit tidak waras, hanya harum parfum yoga yang saat ini dia suka,
nisa mengaduk aduk makanan nya,
pikiran nya entah kemana, memikirkan bagaimana kehidupan nya kedepan,
nisa tidak memberitahu ayah dari anak nya ini, ia tak sedikit pun mencintai yoga, setelah tau bang Rendy mengenal yoga, ia lebih yakin tidak akan memberitahukan nya, akan jadi apa hubungan abang nya dengan partner kerja nya itu, di tambah yoga memiliki kedudukan tinggi, ia bisa melakukan apa saja,
nisa memutuskan akan ia tanggung sendiri beban ini,
nisa mendengar ibu menangis dikamar nya, lalu sedikit berteriak memanggil Rendy.
ya, ayah libur pergi ke resto,
bang Rendy pun belum pergi ke kantor,
hari ini seperti libur nasional saja, dan itu nisa penyebabnya,
nisa ikut masuk ke kamar ibu, setelah bang Rendy masuk,
"ayahhh... " (nisa menghampiri ayah nya, ayah pingsan) ayah kenapa bu?? "
"tadi mengeluh sakit dada nya, lalu pingsan"
"ayo kita bawa ke RS, (Rendy menyiapkan mobil, ibu juga bersiap, sedangkan nisa bingung apa yang harus ia lakukan)
" kamu tunggu di rumah nisa, ibu ikut abang ke RS
"
nisa mengangguk, ia juga panik,
bang Rendi menggendong ayah ke mobil, mereka pergi,
nisa menangis lagi,
ini pasti karena masalah nya,
ayah memang punya riwayat jantung, nisa khawatir terjadi se suatu..
ia pergi ke kamar, meng aktifkan HP nya yang ia matikan dari se malam, yoga terus saja menelpon nya nisa merasa risih, hidup nya tak tenang
begitu banyak pesan yang masuk,
luna, Mia, Riko, sampai bu Retno dan rekan rekan yang lain, mengalirkan doa untuk kesembuhan nya,
ya, setahu mereka nisa sakit.
nisa hanya menunggu abang nya memberi kabar,
namun malah nomer yoga yang menelepon nya,
nisa malas, tapi kalo panggilan nya tidak di jawab, ia akan terus menelpon...
"nisaaa, akhir nya no HP kamu aktif juga, aku khawatir" (memang terdengar kecemasan di sana)
“aku baik baik saja"
"kamu ga kerja nisa? "
"engga aku di rumah"
"aku akan ke kesana ya"
nisa membuang nafas malas,
"selangkah kamu masuk ke rumah,aku ga akan segan melukai diri sendiri, kamu tau yoga aku ga ada sedikit pun suka sama kamu.. apa yang kamu pengen dari aku? apakah anak ini?? “
kata kata itu menusuk hati yoga,
" kalo kamu mau anak ini, aku akan melahirkan nya, dan memberikan nya padamu, karna aku ga menginginkan nya"
"nisa, kamu boleh benci sama aku, tapi kamu ga boleh nyakitin diri kamu,.
yang aku mau itu kalian, aku tau ga akan mungkin kamu suka sama aku, apa lagi setelah perlakuan buruk yang aku buat,
aku cuma mau menebus nya nisa, aku mau membahagiakan kamu kita bahagia dengan anak kita"
nisa memijat kening nya, ini membuat dia pusing, yoga memang ayah dari anak yang ia kandung, tapi ia tidak bisa menyerahkan diri nya begitu saja pada yoga, nisa tak mencintainya.
"jangan banyak berharap yoga, semakin kamu menuntut aku akan semakin jauh, aku tidak main main"
terdengar yoga menghembuskan nafas nya kasar, ia tidak kalah prustasi nya,
niat ia baik bukan? ingin bertanggung jawab, menjamin kehidupan nisa menebus dosanya, terlebih kini terlah hadir calon anak di antara mereka,
lagi lagi dia harus mengalah,
"aku akan selalu menunggu nisa, sampai kamu siap, kamu tau, aku sudah menyiapkan semua nya untuk kehidupan kita"
"terserah kamu yoga"
nisa yang sedari tadi merasa mual, menyimpan HP nya begitu saja. ia harus pergi ke kamar mandi sekarang juga, ini sudah tidak tertahankan..
hoekkk, hoekkk (suara nisa cerita nya) 🤭🤭
yoga mendengar itu, telpon nya masih terhubung,
"nisaa" (yoga memanggilnya)
yoga tambah cemas, betapa ia ingin menemani masa masa sulit wanita yang mulai mengisi hati nya itu,
ketika sudah mulai tak terdengar suara nisa di kamar mandi, sambungan telepon terputus begitu saja, nisa memutuskan nya.
giliran yoga sekarang yang memijat kening nya,
"nisa, ijin kan aku menemanimu, akan ku hadang jika mereka menentang kita,
apa salah aku mencintai kamu,
aku tak pernah tau rasa nya jatuh cinta nisa, dan saat rasa itu datang pertama kali, kenapa harus dalam kondisi begini, tidak bisa kah secara normal..
beny assisten yoga masih menyelidiki, siapa yang memberi obat perangsang itu di minuman bos nya, ini sedikit sulit, karna saat itu banyak rekan bos nya yang datang, dan tidak ada bukti tertinggal,
namun berbeda dari yoga, ia tak terlalu perduli, malah sedikit nya bersyukur dengan itu dia mengenal nisa.
di pejamkan mata nya,
kejadian itu melintas lagi, bagaimana yoga dengan sadar nya menyakiti nisa, tidak hanya raga nya, jiwa nya juga..
namun nisa seperti nya tak sedikit pun menyukai nya, setiap bertemu hanya ada emosi di mata nya,
hanya bersama lelaki itu ia tersenyum bahagia, haruskah yoga lepaskan nisa, namun dia tak rela anak nya di akui oleh orang lain,
tapi akan kah lelaki itu menerima jika mengetahui keadaan nisa,
terlintas di pikiran yoga untuk memberitahu lelaki itu, dengan begitu ia akan punya banyak kesempatan kan?
namun bagaimana dengan nisa, yoga takut dia berbuat nekad, nisa cukup keras kepala
hatiku menemukan kedamaian,
saat aku jatuh cinta ke padamu,
dan itu terjadi pertama kali nya
_ yoga pratama _