
"bagaimana di ?? "
"Adnan masih di rumah nisa tuan"
"pantau terus, kabarin aku kalo dia berpergian"
"baik tuan"
yoga akan segera pulang, nisa ada di sana ia tak mau jauh dari wanita nya,.
"yoga kamu mau kemana sudah rapih? “
(tanya mamah nya)
"yoga mau pulang mah"
"lalu bagaimana dengan kamar mu? kamu sudah menghias nya lalu pulang?? “
yoga tersenyum,
" yoga akan bawa dia pulang mah, tunggu yoga dan cucu, menantu mamah ya?? "
yoga pergi begitu saja meninggalkan mamah yang tidak percaya kata katanya,
"cucu menantu apa yoga, kamu gila" (riana tidak bisa mengendalikan emosi nya, ia berteriak, jelas yoga tidak mendengar, ia sudah di dalam mobil"
"pah, kamu ga berbuat apa apa?
siapa sih perempuan itu sampai yoga tergila gila?? "
"riana, benar yoga menghamili nya, sial nya dia jatuh cinta pada wanita itu ( Adnan menyodorkan foto Annisa, tama menceritakan semua kebenaran nya, riana hanya tau anak nya pernah jatuh karna di tinggal seorang wanita, tidak tau separah ini perkara nya)
*dia cantik, pikiran riana melayang, nisa sebanding dengan tiara, mata nya indah... namun mengapa harus seperti ini yoga?
tama melihat istri nya termenung,
"nisa trauma, ia takut pada yoga, yoga melakukan kekerasan"
"itu wajar, jika aku jadi nisa pun akan demikian " ( jawab riana)
"ya tapi anak mu begitu mencintai nya, kamu lihat sendiri kan?? "
"jadi aku akan punya cucu dari yoga? "
"ya itu benar, tapi mungkin kita tidak bisa memilikinya, nisa dan anak nya milik Adnan, adik ku, kamu tau itu , aku di posisi yang sulit bukan?? "
riana memijat pangkal hidung nya, kepala nya pening... sudah tidak bisa di pakai berpikir,
***
nisa membantu Adnan memakai kemeja lengan pendek nya, mengancingkan satu persatu kancing dengan lembut,
mata mereka bertemu, dan saling tersenyum.
"mas tampan sekali, nisa suka warna navy"
"oya? apa kamu menggoda?? "
Adnan merentangkan tangan nya ke depan, memeluk istri nya..
"bisa kah besok saja mas pulang nya? " ( nisa menatap suami nya sendu, entah lah ia tak rela) "
"sayang mas cuma sebenar"
nisa mengangguk, ia mencium pipi Adnan
"nisa sayang banget sama mas"
"mas juga sayang kalian, sayang kamu ( mencium kening) sayang kamu ( memberikan kecupan beberapa kali di perut nisa)
" jaga mamah mu ya, papah ga akan lama sayang"
"iya pah ( nisa menjawab, menirukan suara anak kecil)
Adnan tertawa ia bangkit,
" ayo, antar aku ke depan"
ini sudah pukul 7malam, Adnan akan pulang,
berpamitan pada ibu, dan rendy, ayah masih di resto,
"Adnan belum sempat pamit ke ayah tadi saat di resto"
"ta apa nak, nanti ibu sampaikan, hati hati di jalan ya.. " (ibu mengusap lengan Adnan)
"boleh Adnan peluk ibu??"
ibu tersenyum, ia merentangkan tangan nya, Adnan memeluk nya,
"kini Adnan tau hangat nya pelukan seorang ibu" (Adnan berkata, itu membuat ibu sedih)
"kamu juga anak ibu, dan ibu pun ibu mu, jangan sungkan, oke"
mereka melepaskan pelukan,
Adnan mengangguk
"Adnan pamit ya, titip nisa bu, bang.. "
"pasti, (jawab Rendy)
nisa memeluk lagi suami nya, dia menangis
" hey, kenapa menangis,?? " (tanya Adnan)
nisa menggeleng, sungguh ini berat, tapi ia tidak mau menghalangi jalan suami nya,
"mas pulang dulu ya, kabarin mas terus ya? "
"iya sayang, assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam"
nisa menunggu sampai mobil Adnan tak terlihat lagi, bi yuni menutup gerbang,
***
"tuan, Adnan sudah pergi" (adi mengirimkan pesan pada yoga)
"cari kesempatan dan lakukan itu, aku akan ke lokasi"
"baik"
adi dan seorang teman nya membuntuti Adnan, Adnan terlalu khawatir pada nisa hingga ia tidak menghawatirkan diri nya sendiri,
berkomunikasi dengan bang Rendy, Adnan menyiapkan beberapa orang untuk menjaga nisa di rumah nya,
"ini bentuk kasih sayang yang luar biasa bukan? kamu kira abang posesif nisa, suami mu lebih gila dari itu" (Rendy menatap keluar gerbang, seseorang mengacungkan jempol nya bertanda mereka siap siaga menjaga nona nya)
satu jam perjalanan sudah ia tempuh,
Adnan tanpa pengawalan, ia turun di sebuah pom bensin, ia akan menggunakan toilet,
mengeluarkan HP nya, ia mengabari istri nya,
"hallo mas.. mas udah sampe?? "
"belum sayang, mas lagi ke toilet dulu"
"nisa kira sudah, pantas saja cepat"
"hehee, mas kangen.. baru juga satu jam kita pisah ya?? "
nisa tersenyum.
"nisa juga sama mas"
"ya sudah mas ke toilet dlu ya"
"oke mas",
selesai menggunakan toilet, Adnan mencuci muka nya, ia melihat seseorang mendekat di belakang nya, ketika Adnan mengusap wajah nya
bugh, satu pukulan ia Terima di tengkuk, Adnan seketika tidak sadarkan diri.
nisa melirik HP nya lagi, ia sedang menonton TV dengan sang ibu,
"mas Adnan ko ga ngabarin lagi, ini sudah satu jam dari terakhir dia telpon ( nisa bergumam pada diri nya, perut nya merasa tidak nyaman)
" bu, nisa ke kamar duluan ya"
"iya sayang, istirahat lah"
nisa mencoba menelpon suami nya,
"no nya ga aktif (ia bergumam sendiri)"
nisa semakin khawatir, harus nya sudah sampai mas Adnan beberapa menit yang lalu,
bel rumah bisa berbunyi, ia melirik jam,
9:30 malam, siapa yang bertamu malam malam begini???,
nisa penasaran, ia keluar, namun sungguh terkejut tamu itu, siapa wanita yang ia lihat..
"nisa???" (riko datang bertamu, ia ada perlu dengan Rendy)
"mas riko? "
ibu menengahi ke dua nya, takut terjadi hal di luar kendali, bagaimana pun nisa dulu hilang meninggalkan riko yang dalam status calon suami nya,
"nisa benar ini kamu??? " (riko mendekat)
nisa tersenyum,
"iya mas, apa kabar?? "
riko memejamkan mata nya,
"mas baik"
Rendy keluar dari kamar,
"ko, kita langsung ke kamar, ada hal penting yang harus aku obrolin"
riko memandang nisa, sungguh ia ingin memeluk nya, ia rindu, walaupun sudah memiliki istri, riko tidak pernah melupakan nisa,
riko bingung harus berkata apa, ia mengikuti Rendy ke kamar nya, meninggalkan nisa.
"bu, nisa khawatir, mas Adnan belum ngasih kabar, ini udah lebih dari perjalanan nya pulang, HP nya ga aktif"
"mungkin batre HP nya habis sayang, jangan berpikir yang aneh aneh, kamu ga boleh stres"
"iya bu, nisa ke kamar lagi ya"
"iya sayang, kasih tau ibu kalo ada apa apa, jangan di kunci pintu kamar nya ya"
nisa mengangguk,
Rendy menceritakan semua nya pada riko, ia butuh bantuan, walaupun Adnan memiliki banyak pengawal, Rendy merasa asing, dia harus punya teman dekat, semoga riko mau membantu.
Rendy menerima telpon dari seseorang bernama herry yang di ketahui assisten Adnan, Adnan menghilang, mobil nya ditemukan terparkir di sebuah pom bensin,
Adnan seperti nya sudah mengantisipasi, ia memberikan no HP bang Rendy pada herry, ini lah fungsi nya, untuk berkomunikasi pada pihak nisa