Annisa

Annisa
parfume



tidak ada perpisahan yang menyakitkan selain kematian..


sudah selesai,


makam sudah tertutup,


namun tangis ibu masih ada..


menaburkan bunga di seluruh makam putri nya, ayah dan ibu tak kuasa, bukan ini yang mereka harapkan untuk masa depan anak nya, namun apapun rencana hebat manusia, hanya Allah yg dapat menentukan.


mereka hanya perlu ikhlas,


kata yang sangat mudah untuk di ucapkan, namun sulit untuk di lakukan,


"maafkan mas nisa, mas bahkan belum sempat membahagikan mu, sudah mas rancang masa depan kita, namun Allah berkehendak lain, kamu akan slalu jadi kenangan terindah" (Riko memandang makam yang sudah di penuhi bunga, para pelayat satu persatu pulang, meninggalkan pemakaman)


Rendy meremas bunga yang baru saja di taburkan orangtua nya,


"abang gagal lagi jagain kamu dek, siapa pun yang melakukan ini, dia ga akan bahagia dunia akhirat nya, jika nanti abang temukan siapa orang itu, abang ga bisa janji untuk menahan diri, orang itu pantas mendapat ganjaran apa yang telah dia perbuat,


istirahatlah dengan tenang, kamu akan slalu ada di hati kami" (Rendy bangkit, tugas nya sudah selesai, mengantarkan sang adik ke peristirahatan terakhir nya)


ayah menguatkan ibu, mereka harus pulang...


nisa sudah tenang di sana..


yoga turun dari mobil nya, ketika semua nya sudah pergi,


beny di belakang nya membawa pesanan bunga mawar putih yang di minta tuan nya


bertumpu dengan kedua lutut nya,


yoga tak perduli akan sekotor apa celana nya terkena tanah sisa pemakaman,


ia menancapkan satu persatu bunga mawar di atas bunga yang lain,


saat beny akan membantunya yoga melarang,


biar dia khusus yang melakukan itu untuk wanita nya..


hujan mulai turun...


ketika bunga mawar telah memenuhi makam nisa


"lihat nisa, bahkan alam pun menertawakan ku, aku rapuh nisa, apa yang harus aku lakukan??? “


mengusap kayu yang tertancap di pusara,


" Annisa riani, aku janji, tak akan ada wanita yang bisa menggantikan mu di hati ku.. "


malam datang,


di rumah nisa sedang menggelar tahlil,


Mia dan luna datang,


setelah tahlil selesai, Rendy dan Riko menyempatkan berbincang dengan sahabat adik nya itu.


"bang, Mia tadi mau ke makam nisa, tapi hujan.


Mia liat dua orang lelaki di sana, tapi Mia ga kenal, Mia kira mas Riko"


(Mia menceritakan apa yang ia lihat, setelah kepergian yoga, Mia menyempatkan diri ke makam nisa)


"apa kamu ga kenal? (tanya Rendy)


" engga mas, makanya, aku kira itu mas Riko, kalo mas Riko Mia mau minta nunggu dan ke sini bareng bareng" (tambah Mia),


"luna sempet lihat cowo itu lagi tancap bunga mawar putih, pas kita ke makam, iya kan Mia??makam nisa penuh mawar putih" (luna menambahkan)


Riko termenung, mawar putih? nisa juga pernah menerima mawar putih di kantor,!!


nisa pernah cerita, saat malam sebelum dia hilang, mawar putih itu di berikan yoga,


apa yg di maksud Mia dan luna adalah yoga??


tapi untuk apa, dia bahkan tidak datang ke rumah ini untuk melayat,


tapi Riko tak mau ber su'udzon, nanti akan ia bicarakan pelan pelan pada Rendy.


Rendy pun ingat, saat nisa pergi ada buket mawar putih yang datang untuk nisa, apakah itu hanya kebetulan atau memang orang yang smaa???


"apa nisa pernah cerita sesuatu sama kalian?? (bang Rendy bertanya)


" engga bang, kita tau kabar dari mas Riko,


mas Riko bilang nisa sakit,


terus bang Rendy ngasih pengajuan resign,


terus kita denger kabar nisa hilang..


nisa udah lama ga curhat, cuma WA aja sekedar nya , Mia pun heran, nisa jadi pendiam akhir akhir ini" (Mia meluapkan isi hati nya)


***


kamar sudah rapih seperti biasa,


yoga masuk, ia membersihkan diri nya, karna terguyur hujan tadi,


beny siaga di bawah, takut ada sesuatu yg terjadi pada tuan nya,


selesai mandi, yoga menyemprotkan parfume lebih banyak dari yang biasa ia pakai,


seketika, ruang kamar menjadi harum


" kamu suka wangi ini nisa? aku akan memakainya selalu"


yoga merebahkan tubuh nya di kasur, di tangan nya ada hasil USG anak nya,


jujur, ini pertama kali yoga jatuh cinta, namun jelas dengan cara yang salah,


kejadian malam itu selalu melintas dalam pikiran nya, semakin membuat nya merasa tertekan,


**


"tuan, tuan yoga sudah tiga hari ini tidak datang ke kantor,


wanita yang di cari tuan yoga di ketahui meninggal dunia,


seperti nya ia bunuh diri"


tama bangun dari duduk nya mendengar laporan itu..


"kamu sudah dapat informasi semua nya? apa yang terjadi ?? “


sekretaris nya mengangguk,


" mohon maaf sebelum nya tuan,


kami mengorek informasi ini dari beny Assisten tuan yoga"


"tuan yoga saat itu tengah menghadiri pesta,


namun seseorang mencelakai nya, mencampurkan obat perangsang pada minuman nya, saat itu mereka memutuskan menyewa wanita untuk mengobati itu,


namun beny salah orang, malah wanita bernama nisa itulah yang ia bawa,


dia bilang saat dia menunggu wanita sewaan nya datang, tiba tiba nisa datang, ia kira nisa wanita sewaan nya itu,


lalu membawa nya ke kamar tuan yoga, setelah itu beny tidak tau apa yang terjadi di dalam,


namun tak lama dari itu, mereka benar benar tau kalau mereka salah,


karena nisa adalah pekerja di bank, dia yang datang ke perusahaan ketika meeting, saat akan kerja sama,


dan sekitar sebulan kemudian, di ketahui nisa hamil,


"apa?? (tama meninggikan suara nya, wanita yang bernama nisa itu hamil oleh anak nya yoga??")


“ tuan yoga mengetahui itu, karna meminta seseorang membuntuti nisa,


sebelum nya ia sudah suka pada nisa, a terlebih saat mengetahui nisa hamil,


tuan yoga sudah meminta nisa untuk menikah dengan nya,


namun nisa menolak, karena ia sudah memiliki calon suami,


dan terjadilah kejadian ini,


beny bilang tuan yoga sangat mencintai wanita itu,


karna seperti kita ketahui, tuan tak pernah se suka ini pada wanita"


"yoga ini tidak wajar (gumam tama)"


"bagaimana keluarga nisa?? "


"mereka belum mengetahui tentang tuan yoga,


seperti nya nisa tidak menceritakan tentang tuan yoga,


karena kakak laki laki nisa mengenal tuan yoga"


"maksud nya mereka berteman?? "


"tidak tuan, kakak nisa seorang manager di perusahaan X"


tama tau itu, perusahaan mereka bekerjasama


"ini rumit, nisa hamil, dan meninggal, berarti aku kehilangan calon cucu ku, yang sangat istri ku idam idam kan,"


**


tamu sudah pulang,


rumah sudah seperti biasa, sepi lagi,


ibu masih dengan tangisan, saat Rendy meninggalkan nya di kamar,


Rendy kini di kamar nisa, memandangi foto adik nya, entah apa yang ada di hati nya


"dek, abang kangen... "


Rendy memejamkan mata nya, entah se sembab apa karna dia pun tak henti menangis,


meraih parfum yang ada di sebelah foto nya, Rendy menyemprotkan ke baju nya, semoga rasa rindu nya terobati,


namun aneh, ini bukan aroma parfum yang biasa nisa pakai, ini parfum untuk pria..


Rendy meneliti botol itu,


sedikit asing dengan nama nya,


membuka HP dan googling,


parfum itu berasal dari luar negri, tepat nya di Paris,


nisa tak pernah menceritakan tentang parfum ini, jika benar ia membeli nya, ia pasti akan pamer, harga nya tidak lah murah,..


Rendy menciumi lagi aroma parfum itu,


"nisa ini milik siapa?? apa ada seseorang yang memberikan ini padamu?? (Rendy berbicara pada foto nisa, yang jelas jelas tidak bisa menjawab nya)


ia berniat membawa parfum itu, siapa tau akan jadi petunjuk untuk nya,


namun jika benar ini parfum pria, mengapa ada pada nisa??


apa nisa dekat dengan seseorang selain Riko??


dan mungkin kah pria itu yang menghamili nya??


begitu banyak pertanyaan di hati nya,


besok akan ia diskusi kan bersama Riko..