Annisa

Annisa
curhat



setelah acara makan seusai shalat magrib,


mereka ber empat berkumpul di meja makan,


nisa menceritakan semua nya,


dari ia pergi,


bertemu bu ratih yang baik hati,


bertemu Adnan, dan jatuh cinta pada nya,


pernikahan ,


dan pertemuan kembali dengan yoga,


Adnan pun ikut mengutarakan niat nya pada orangtua nisa, meminta maaf karna di pernikahan nya tidak melibatkan orang tua nisa,


syukurlah ayah dan ibu mengerti, bahkan mereka mengucapkan terimakasih, Adnan telah menjaga nisa selama ini,


Adnan secara tidak langsung menitipkan nisa di rumah orang tua nya, sampai keadaan nya tenang,


ibu dan ayah sangat senang, seperti Rendy,


Adnan mungkin hanya 2 hari di sini, bagaimana pun ia harus bekerja, tidak memperlihatkan kewaspadaan nya pada yoga dan abang nya tama..


ibu dan ayah sangat senang, putri nya ternyata masih hidup, dia sehat, kehamilan nya pun sangat baik, nisa sangat beruntung bisa pulang, keputusan nya tidak lah salah..


tak terasa, ini sudah pukul 10 malam, bang Rendy dan ayah harus bekerja besok,


nisa pun lelah, dan terlebih adnan, namun ia mengalah, melihat nisa begitu senang, rasa lelah nya hilang


"ayo, kalian semua istirahat lah,


nisa dan Adnan, tidurlah... abang juga harus kerja besok" (kata ibu, ia bangkit dari duduk nya)


nisa memeluk nya lagi, seperti takut berpisah lagi,


"istirahat lah, ajak suami mu"


"iya bu, nisa ke kamar ya, ayah, bang.. nisa duluan ya" ( mereka menganggukan kepala nya dan tersenyum)


Adnan pun mengikuti nisa ke kamar,


"ya Allah, nisa kangen kamar ini, semua nya masih seperti biasa nya, rapih, bersih.. " (nisa berkeliling, melihat sana sini) "


kamar nisa cukup luas,


namun tidak dengan tempat tidur nya, memang cukup untuk mereka tidur, walaupun tak sebesar tempat tidur di apartemen suami nya,


"mass" (Adnan merebahkan tubuh nya di sofa)


"hmm"


"mas mau mandi?? "


"seperti nya tidak, mas sedikit lelah"


"kalo gitu ayo ganti baju, kita tidur"


Adnan bangun, menghampiri istri nya yang sedang memilih baju di lemari, Adnan memeluk nya tepat di pundak nisa,


"kamu bahagia sayang?? "


"nisa bahagia mas, makasih ya"


"apapun untuk mu,


kamu ga keberatan nanti mas pulang dulu"


"bagaimana lagi, mas kan harus kerja, jadi kita LDR an nih?? "


"hehee sementara waktu, mas siap siap dulu di sana, mendekati kamu lahiran, jadi mas ada di sini menemani"


menghadap suami nya..


mengusap pipi suami nya


"entah dari mana kamu datang mas, kamu ingat pertemuan kita pertama? "


"ya, jeruk limau"


ahahaaaa mereka tertawa,


"semoga Allah selalu melindungi mas dimanapun, kapan pun, nisa hanya ingin mas selalu sehat, mas ada untuk nisa, terimakasih sudah mau menerima nisa apa adanya mas, nisa bahagia bisa jadi istri mas Adnan"


"nisa, tidak perlu sempurna untuk bahagia,


kamu pernah menutup pintu hati untuk semua, bahkan kamu ga mau Terima anak mu,


kamu ga sendirian, kamu punya kita kini, mas akan Terima apapun,


mas bahagia akhir nya mas bisa punya orangtua lagi, walaupun itu milik mu,.


satu pinta mas nisa,


setia lah,


mas pernah kecewa, semoga itu tak terulang lagi, akan mas berikan semua yang mas punya,


hati dan hidup mas cuma buat kamu,


kita besarkan anak anak kita berdua, mas akan berusaha membahagiakan kalian"


nisa sungguh beruntung,


di kelilingi orang orang yang menyayangi nya, walaupun ia telah jatuh, banyak yang menolong nya,


"nisa janji mas, nisa akan setia,


nisa bersyukur punya mas"


nisa men dekatkan wajah nya, mereka berciuman..


di luar hujan turun dengan deras, mengusir rasa panas yang di tinggalkan matahari tadi siang,


***


ibu dan ayah sudah berada di tempat tidurnya,


ibu memeluk suami nya, masih ada tangis di sana,


"ibu ga nyangka yah nisa masih hidup, selama ini siapa yang malam nya kita kunjungi, kita tangisi"


"siapa pun dia, kita juga harus berterima kasih, dia mengajarkan kita untuk ikhlas kehilangan, dan bahagia ketika pertemuan"


"iya yah, kita sebentar lagi akan punya cucu, ibu sangat menantikan nya"


"iya bu, ayah juga...


ayah suka pada Adnan, ia begitu tanggung jawab kan?? "


"benar yah, terlihat sekali mereka saling menyanyangi, semoga kedepan hya tidak ada gangguan untuk mereka ya, "


"aminnnn,


ayah ga bisa ngebayangin kalo riko melihat nisa"


"ya, dia pasti kaget seperti kita,


tapi ibu sudah meminta abang, supaya tidak memberitahu nya, biarlah, nisa sudah ikhlas, riko juga sudah bahagia, ibu dengar juga istri nya sedang mengandung"


"kita Do'akan semoga semua anak anak kita bahagia ya bu"


"amiiiinnn ya Allah"