
perawat membawa nisa untuk di pindah kan ke ruang perawatan, ibu sangat khawatir, ia melihat nisa, nisa di jaga penuh ia sulit menemui anak nya sendiri,
nisa menatap sang ibu, ia menangis nisa ingin memeluk nya,
nisa sudah ada di ruang perawatan, bayi nya perlu tindakan karena air ketuban yang meracuni nya sudah masuk ke lambung,
setelah mengurus bayi nya, yoga datang pada nisa, nisa meringis, luka cesar nya terasa sakit,
"sayang, (penuh kelembutan memanggil nisa)
mana ya ng sakit? (yoga mendekat, duduk di samping nisa yang berbaring, mengusap rambut nya)
" jangan sentuh aku yoga" (nisa berteriak, lalu ia meringis lagi),
yoga menatap nya sendu, nisa belum luluh juga,
" aku mohon, aku butuh ibu.. ini sakit sekali"
yoga tak tega melihat nisa kesakitan, ia pergi ke luar, ia sendiri yang akan meminta ibu nisa datang,
ibu bangkit dari duduk nya ketika melihat yoga keluar dari ruang perawatan,
"ibu, masuklah nisa menginginkan mu"
*ya Allah, untuk bertemu dengan anak ku saja se sulit ini, lelaki macam apa dia?? ( ibu bergumam dalam hati, ia melirik putra nya, Rendy mengangguk, memberikan ijin)
yoga tersenyum tulus pada ibu,
mempersilahkan nya masuk, membuka pintu untuk nya,
"ibu... " (nisa menangis)
"nisa... ( ibu memeluk nya, mencium kening nya yang basah oleh keringat, ibu merapihkan rambut yang menempel di kening anak nya)
" bu ini sakit (lirih, nisa meringis)
"sayang... tolong panggikan dokter" (pinta ibu pada yoga, nis meremas jari tangan ibu nya yoga pergi lagi ke luar, ia melupakan tombol darurat yang ada di atas tempat tidur)
"bu, mas Adnan dimana?? nisa khawatir"
"belum ada kabar sayang"
"mas Adnan pasti dalam masalah, yoga orang yang bahaya bu"
yoga datang lagi, ia memastikan dokter datang dengan cepat,
"apa yang di rasa bu,??" (tanya dokter)
"perut ku sakit sekali dok"
"ini reaksi dari luka nya, saya akan beri obet pereda sakit"
nisa memejamkan matanya, jarum suntik menembus lengan nya, yoga melempar pandangan nya, ia tak tega melihan nisa
“mas, datang lah, aku membutuhkan mu“ perlahan nisa tertidur menggenggam jari sang ibu,
"ibu.. (yoga memenaggil, ibu menoleh)
temanilah nisa di sini"
"ya, memang begitu seharus nya, apa kamu tidak punya orang tua? kamu buruk sekali memperlakukan kami"
yoga diam, terasa terusik dengan kata kata ibu,
"kamu pikir dengan cara ini nisa akan mencintai mu?? ini salah, dia malah akan semakin membenci mu yoga"
"yoga ga peduli bu, nisa melahirkan anak yoga, yoga akan tanggung jawab mengurus mereka"
"tapi nisa sudah menikah yoga..... (ibu bangun melepas pelan tangan anak nya, mendekat pada yoga)
kamu tau sedalam apa luka yang sudah kamu goreskan, berapa kali pun kamu bilang sayang, berapa ribu kali pun kamu bilang cinta, luka itu tetap ada dalam hati kami perempuan,
kamu bukan hanya menyakiti nisa, kamu melukai hati kami semua, kamu merasa sakit bukan ketika kabar nisa mati??
itu hanya kamu sendiri yang merasakan,
kami sekeluarga berduka, aku ibu nya, yang melahirkan nya, apa kamu pikir kamu saja yang sakit?,
nisa akan menikah saat itu kamu datang menghancurkan nya, bayangkan bagaimana sakit hati nya jadi seorang riko?? kamu pikir itu mudah, ia dengan tulus mau menerima kondisi nisa yang sudah kamu rusak , kamu tidak membayangkan kekecewaan keluarga nya, apa yang mereka bilang tentang nisa??? nama nya rusak seketika di mata orang lain, apa kamu memikirkan itu??
lupakan tentang rasa malu yang kami tanggung, cinta kami menutupi nya,
(ibu menggebu, dada nya begitu sesak, ia baru kali ini bertemu dengan yoga, entah mungkin kapan lagi akan bertemu, ia ingin melampiaskan semua, kesakitan nya)
"ayah dan abang nya menjaga nisa dengan setulus hati, mereka tidak mau nisa terluka sedikit pun,
lalu kamu apa? tiba tiba datang menyakitinya"
"yoga sudah meminta nisa untuk menikah dengan yoga saat yoga tau dia hamil bu" (yoga menjawab pelan nada nya merendah)
"apa dengan tulus?? apa kamu datang pada kami mengakui semua nya?? tidak, kamu terlalu angkuh, nisa sangat lah lembut, ia suka kelembutan,
mungkin jika kamu datang menemui kami, meminta maaf dan meminta nisa secara baik baik ia akan luluh, namun apa, kamu hanya mengandalkan kekuasaan mu, kamu egois, memaksa nisa sampai dia pergi putus asa.
kamu tau yoga? jujur dari dalam hati, ibu lebih suka pada Adnan, dia bertanggung jawab, begitu terlihat kasih sayang nya pada nisa, dia membawa nisa kembali pada kami"
yoga tidak suka mendengar itu, Adnan lah yang merebut nisa dari diri nya, ia takan pernah rela, terlebih dengan anak nya, ia tak sudi jika Adnan membesarkan nya, ia tak mau anak nya memanggil orang lain dengan sebutan papah