Annisa

Annisa
rencana 2



" itu hanya contoh sayang... "


"emh.. Nisa ga bisa mutusin masalah besar ini sendiri mah.. "


"sudah pasti sayang" Riana bangkit dari duduk nya, ia menuju lemari besar berwarna putih, entah apa yang ia ambil..


Riana tersenyum, ia mambawa kotak perhiasan dari kayu ukiran..


"Nisa, karna kamu jarang sekali ke sini karna jarak kita jauh, mamah mau ngasih kamu gelang,


ini turun temurun sayang, di Pakaikan pada menantu perempuan pertama.. karna anak mamah hanya yoga yang laki laki jadi kamu yang berhak menerima nya... "


"apa Nisa pantes mah?? “ tanya Nisa ragu


" lho ko nanya gitu?? "


Riana meraih gelang dalam kotak,


gelang yang dulu pernah ia pakai pemberian mendiang mertua nya,


Nisa tersenyum,


Riana mengulurkan tangan nya meminta tangan Nisa,


"mamah udah yakin kalo kamu akan jadi menantu kami di keluarga ini,


sayang, mamah minta, jika ada apa pun masalah nanti di keluarga kalian, jangan tinggalin Yoga,


kamu tau kan sayang gimana dia sayang sama kamu, mamah aja ampe ga nyangka kalian akhirnya bersama..


mamah terus berdoa sama Allah waktu kamu pulang ke ibu kamu dengan Adnan..


kamu harus bahagia..


Yoga juga harus bahagia..


tapi kenyataan nya sulit menyembuhkan luka nya Nisa,


mamah sampe ga tahan dengan keadaan yoga setelah kamu pergi, dia ga mau makan, cuma minuman keras yang dia minum, dia terus terusan bicara sendiri, mamah takut.. mamah sampai bawa psikiater buat dia, kita berusaha yang terbaik buat yoga bangkit,


dia 3 bulan begitu Nisa, sampai terakhir Yoga hampir ga bisa di selamatkan karna overdosis, mamah udah pasrah Nisa.. "


Riana menangis, ia memakaikan gelang di tangan Nisa, Nisa memandang nya..


"jadi, mungkin jika kamu meninggalkan nya lagi mamah ga tau Yoga bakal kaya gimana,


2hari dia koma Nisa,


setelah siuman, mamah semangatin dia dengan foto Razky, mamah sampai minta tolong pada Adnan untuk selalu kirim foto ataupun video Razky, sejak itu Yoga menemukan lagi kehidupan nya.. ia mau berubah, mamah juga sempat menjodohkan nya dengan wanita lain.. namun nihil Nisa.. "


"mas Adnan tau Yoga sakit???


dia ga pernah bilang sama Nisa mah,


malah mas Adnan kirim foto Razky ke Yoga aja Nisa ga pernah tau.. "


"banyak pertimbangan yang Adnan pikirkan mungkin Nisa" ucap Riana


Nisa menarik nafas dalam dalam..


"maaf mah, Nisa betul betul ga tau soal Yoga"


"semua sudah berlalu sayang, sekarang berbahagia lah... " Riana mengusap kerudung menantu nya,


mereka turun ke ruang tamu,


Nisa tersenyum melihat Razky tidur di pelukan Yoga, Yoga sedang fokus dengan HP nya.


"Yoga, boboin Razky nya" ucap Nisa


Yoga menoleh dan tersenyum,


"apa kamu ngantuk? tidur sama Razky sana"


Nisa mengangguk,


mereka membawa Razky ke kamar Yoga yang Nisa tempati dulu,


Nisa terperangah dengan isi kamar itu,


di satu sudut dinding, begitu banyak foto nya dan Razky,


Yoga menyimpan Razky perlahan di box bayi,


ia tertawa kecil,


"syukurlah masih muat... " ucap Yoga, tidak mendapati Nisa merespon, Yoga berbalik, ia melihat Nisa sedang memandang foto foto Razky, yang mungkin di galeri nya saja sudah tak ada karna ia sortir,


"ini foto pertama kali Razky berenang,


ini foto Razky pertama kali tengkurap,


yang ini pertama kali dia merangkak... " Yoga menunjuk satu persatu foto putra nya,


Nisa menoleh,


Nisa mendekat, ia begitu saja memeluk Yoga, Yoga terperangah mendapat hadiah ini,


"hickkk.. Yoga maafin aku ya.. "


Yoga tersenyum,


ia memeluk Nisa dengan erat,


"maaf untuk apa? “


" entah lah, untuk semua nya, kita melalui kehidupan yang berat masing masing, begitu Allah merencanakan sesuatu dengan sempurna bukan? " Yoga mengusap kepala Nisa


"apa yang mamah cerita kan? “ tanya Yoga


Nisa melepas kan pelukan nya,


ia menggeleng,


" Nisa, semua berawal dari aku...


aku ga menyesal apa yang aku alami, aku hanya berpikir itu hukuman dari Allah karna perbuatan ku, aku mencoba berubah aku ingin lebih baik, bukan untuk mendapatkan mu, aku coba ikhlas Terima kalo kamu udah jadi milik orang lain, tapi apa yang Allah kasih ketika kita punya niat yang baik, semua Allah balik kan keadaan, membuat apa yang aku harapkan dalam hati kecil sedikit demi sedikit terwujud "


"yoga. mamah tadi sempet liatin aku foto foto kamu waktu di RS" ucap Nisa


"foto yang mana?? “ yoga bingung,


" foto waktu kamu sakit setelah kepulangan ku"


"mamah punya foto nya? aku malah ga tau itu.


aku pasti sangat jelek" Yoga tersenyum mata nya kembali pada foto foto Razky di dinding.


"kamu tau Yoga? kita sama sama mengalami hal itu"


Yoga menatap Nisa,


"hal apa?? "


"aku hampir mati karna melahirkan dan bunuh diri, aku kehilangan berat badan ku, namun setelah pergi aku berusaha kembali jadi diri ku, ibu, ayah semua nya berusaha"


Yoga terdiam,


"itu benar benar hukuman buat aku Nisa.


mungkin saat keadaan mu membaik. aku yang memburuk"


Nisa mengangguk,


"sudah cukup, semua sudah di tebus, ga akan ada yang sakit lagi, ga ada yang terluka,


lebih baik kita Terima hukuman di dunia dari pada nanti di akhirat kan?? “


"betul Nisa,


aku yang akan terus bersyukur dapetin kamu Nisa, di saat hati ku ga bnyak berharap. Allah kirimkan kamu buat deket sama aku, itu udah bikin hati aku senang.. sekarang malah Allah ngasih lebih. aku janji ga akan kecewain kamu. akan aku usaha kan itu "


**


malam telah datang, bi Lia terlihat sibuk di dapur, mamah dan Nisa di ruang keluarga menjaga Razky,


papah dan Yoga sedang berbicara serius tentang bisnis nya,


"Nisa, cuti lah se hari, mamah pengen kalian foto prewedding besok"


Nisa ternganga, mamah sampai tersenyum melihat ekspresi kaget nya


"prewedding?? “ tanya Nisa


" mamah punya bnyak teman sayang..


bagaimana kalau besok sesi foto, jadi bisa buat undangan sekalian"


papah menoleh pada istri nya itu, ia mendengar nya "mah jangan lah di paksa begitu anak anak"


"pah, mereka itu tinggal nya jauh sama kita jadi mumpung di sini"


"kan di sana juga ada fotografer mah" ucap papah


"mamah pengen di sini, temen temen mamah banyak yang rekomend pah.. "


Yoga tersenyum,


"baiklah kita prewedding di sini. lagian kan ga akan makan waktu seharian, sore kita bisa pulang, bagaimana sayang?? “ tanya Yoga pada Nisa


" aku ngikut aja"


mamah tersenyum puas.. ia bahkan sampai tepuk tangan,


"yeayyyy, mamah bukan ngeburu buru kalian sayang, soal pernikahan nanti mamah juga harus ke rumah Nisa untuk melamar"


Nisa tersenyum mendengar itu. jantung nya tiba tiba berpacu, walaupun dia pernah menikah tapi rencana begini tidak penah ia lewati