
tubuh Nisa tidak bisa diam mendapat sentuhan yang begitu manis, leguhan begitu saja mengudara, membuat Nisa menggigit bibir nya, berharap Yoga yang sedang bermain di dada nya tidak mendengar,
Yoga tersenyum.
kembali pada sang istri, Nisa memejamkan matanya malu..
yoga menatap nya, namun tangan nya berjelajah kemana pun yang ia mau,
yoga melihat Nisa menggigit bibir nya dengan lucu, Nisa membuka matanya, saat ia merasa tangan yoga berada di daerah sensitif nya,
"Yoga"
"apa sayang"
Nisa tiba tiba terlihat tegang,
yoga dapat melihat itu,
"apa mau sesuatu?? " tanya yoga
Nisa menggeleng, ia meraih tengkuk suami nya dan mencium Yoga,
Yoga tersenyum, tangan nya melanjutkan kegiatan menyenangkan itu, membuat Nisa semakin salah tingkah,
yoga bangun, mematikan lampu utama, menggantikan nya dengan lampu tidur,
seketika suasana berubah menjadi begitu romantis..
"Nisa, bilang kalo aku melakukan kesalahan, jujur aku ga pernah ngelakuin ini selain sama kamu "
Nisa mengangguk, ia tersenyum
malam baru, baru akan di mulai oleh pasangan pengantin ini....
***
yoga ambruk, nafas nya sangat kacau,
ia memejamkan mata merasakan sisa sisa perasaan yang baru saja ia rasakan seutuh nya,
Nisa memeluk nya erat,
Yoga tersenyum mengusap rambut sang istri yang wangi, ia jadi senang mencium wangi nya.
"kamu keliatan ga cape sayang" ucap yoga.. ia melihat wajah nisa biasa saja..
sedangkan yoga merasa begitu babak belur..
Nisa tersenyum,
jari nya bermain menelusuri dada Yoga,
"ini sangat luar biasa Nisa" bisik Yoga
Nisa mendongkak kan wajah nya,
"aku pun merasa begitu"
Nisa tersenyum manis pikiran nya berlarian mengingat malam malam yang ia lalui dengan Adnan, memanglah Nisa dulu dalam masa penyembuhan, jadi berhubungan dengan Adnan pun ala kadarnya
"kamu cape?? “ pertanyaan Nisa sedikit mengusik Yoga, Yoga melirik istri nya, ia tersenyum
nisa mendekat, menargetkan telinga sang suami untuk ia bisiki.
"satu kali lagi hmmmmm?? " bisik Nisa tepat di telinga yoga, membuat yoga meremang seketika.
Nisa menutup wajah nya dengan satu telapak tangan, ia malu sungguh.. tapi mau bagaimana lagi, hasrat nya belum sepenuh nya terpenuhi.
yoga menggeleng sambil tersenyum.
tanpa basa basi, Yoga bangkit memulai permainan nya lagi...
**
yoga menggeliat,
tangan nya terasa kebas, namun ia tak bisa bergerak, Nisa masih terlihat nyenyak,
yoga memandang wajah sang istri yang tenang itu, nafasnya masih lembut teratur,
masih tak percaya rasa nya Nisa ada di samping nya kini begitu nyata,
dulu mana bisa dekat begini, yoga ingat saat ia nekat tidur se kasur dengan Nisa di rumah Mama nya dulu,
Nisa marah sampai pindah ke balkon kamar, Yoga jadi ingat, betapa egois nya dia dulu pada Nisa
"aku janji Nisa.. akan aku tebus semua rasa sakit mu dulu dengan kebahagiaan bersama ku, aku sering bilang kan? cuma aku yang boleh miliki kamu" yoga bergumam dalam hati nya, tangan nya hendak membelai rambut sang istri, namun tiba tiba Nisa terusik, Yoga pura pura tidur lagi.
Nisa menggeliat, mengecek waktu,
" huh... jam 6 kesiangan deh.. " ucap Nisa pelan.. namun bukan nya bangun, Nisa malah merebahkan lagi tubuh nya, menghadap Yoga, Nisa memandang wajah suami nya,
hal yang sangat jarang ia lakukan...
"selamat pagi" bisik Nisa tersenyum, tangan Nisa mengusap dada suami nya, Nisa memejamkan mata sambil menahan tawa. bagaimana dengan rasa tidak malu nya ia meminta tambahan pada Yoga tadi malam...
Nisa mendekat,
memberi kecupan di bibir Yoga
Nisa langsung bangun, Yoga mengintip nya melalui mata yang sedikit terbuka, Nisa pergi ke kamar mandi..
yoga langsung bangun, ia tersenyum sumeringah mendapatkan ciuman dari Nisa, dan apa tadi dia bilang.. morning kiss?? ahh manis nya,...
Yoga memesan sarapan untuk mereka,
setelah semalaman mengeluarkan begitu banyak tenaga, pagi ini terasa sangat lapar..
tidak lupa ia menanyakan tentang putra nya pada ibu, ibu mengirimkan foto Razky yang sudah standby di meja makan
"lagi nunggu susu dari bi yuni" ibu mengirimkan pesan..
"terimakasih bu" ucap yoga
"jangan sungkan nak"...
apa lagi yang yoga inginkan, ia telah mendapatkan wanita nya, bersama Razky kini tidak ada batasan waktu, keluarga Nisa yang begitu welcome pada nya, bisnis semakin lancar...
bukan kah dia manusia yang munafik jika tidak bersyukur dan hidup dengan baik...
sarapan pesanan nya datang,
dan Nisa keluar tak lama setelah itu dari kamar mandi,
"udah bangun?? " tanya Nisa
"aku mimpi Nisa"
"mimpi apa?? " tanya Nisa serius
"ada yang berbisik, selamat pagi, aku langsung bangun"
"oya?? siapa yang mengatakan itu?? “ tanya Nisa cuek. ia menggosok rambut nya yang basah
" entah lah, seperti nya bukan kamu "
Nisa mendekat pada Yoga yang duduk di ujung tempat tidur...
"semalat pagi suami ku sayang, morning kiss" Nisa mengucapkan nya lagi, dan mengulangi kecupan nya lagi
Yoga tersenyum puas...
"MasyaAllah, seperti itu juga tadi di mimpi ku" yoga memeluk istri nya,
nisa pun memeluk yoga, mendekap nya di dada, yoga mencium puncak kepala nya,,
"sarapan udah dateng ya??
ayo mandi dulu, aku lapar" ucap nisa merajuk
"aku juga.. baiklah.. aku mandi dulu ya.. "
dengan berat hati yoga meninggalkan istri nya,
jujur pelukan yang nisa berikan tadi begitu menenangkan, yoga ingin kembali tertidur dalam pelukan istri nya.
"jadi kapan kita berangkat bulan madu? “ yoga menyendokan makanan, ia memberikan nya pada Nisa
" yoga aku bisa makan sendiri.. " Nisa menggeleng
namun tangan yoga terus menggantung, Nisa pasrah menerima nya.
"apa harus pergi?" tanya Nisa lagi.
"aku menginginkan nya" jawab Yoga
"tapi aku belum tau mau kemana,
di tambah aku ga bisa tinggalin razky sendiri..
ini aja aku inget terus"
ya, selama ini memang Nisa lah yang merawat putra nya.. wajar jika rasa itu ada...
"baiklah.. kalau ga sekarang sekarang mungkin nanti kita bisa merencanakan nya"
Nisa tersenyum, ia mengangguk..
yoga menatap nya terus,
"yoga jangan liat aku kaya gitu"
"emang aku liatin kamu gimana sayang? “
Nisa menggeleng,
yoga mendekat, ia memelankan suara nya,
" aku suka liat wajah kamu pas posisi kamu di atas malem"
Nisa seketika menoleh, dan memelototkan mata nya, yoga yang mendapat tatapan itu malah tersenyum, mengedip ngedip kan mata nya.
"yoga apaan sih. aku malu"
Nisa menunduk.. ia menyibukan diri dengan makanan nya. dan itu membuat yoga tertawa