Annisa

Annisa
cemburu



yoga tertunduk, menatap cek 200jt yang ia berikan malam itu pada nisa sudah berantakan di lantai,


ia berjongkok, memunguti satu persatu kepingan kertas itu,


beny melihat nya, ia mendekat


"bos biar saya..


belum selesai ia bicara, yoga mengangkat tangan nya, beny tau, bos nya tak membutuhkan bantuan..


namun apa yang ia lihat ini, ini bukan bos nya,


yoga berdiri, membawa potongan cek itu ke meja nya, mengumpulkan kertas itu bak benda berharga, entah apa yang ia pikirkan, menatap kosong pada kertas kertas itu, ia tau ia salah, bahkan ini fatal.


***


tugas nya sudah selesai, nisa merapihkan meja nya, saling menjabat tangan, menandakan tlah usai pertemuan nya..


Riko menunggu nisa di depan kantor pratama group, ia akan menjemput wanita nya sekalian makan siang


"masss? (nisa terkejut, melihat siapa yang ada di depan sana, Riko menoleh dan tersenyum, kejutan kecil untuk nisa, ini juga berkat campur tangan arif yang slalu memberi kabar tentang mereka di sini)


" sudah selesai?"


"sudah mas, (nisa mendekat)


" bu retno, ijin nyulik nisa di jam istirahat nya ya"


bu retno tertawa mendengar kata culik yang Riko sematkan


"silahkan mas, dengan senang hati saya mengijinkan"


"terimakasih bu...“ (Riko dan arif saling mengacungkan jempol, mereka bersekongkol kali ini, nisa melihat itu)


"nisa terimakasih hari ini, ibu sama arif balik ke kantor ya?? "


"sama sama bu, hati hati ya??"


"oke"


nisa menatap Riko lekat, mereka saling pandang sejenak, nisa memeluk nya...


seolah sudah berpisah lama, Riko tertegun ini di parkiran kantor orang, ia celingukan...


ah bodo amat, mereka kan tidak tau apa apa tentang Riko dan nisa, yang penting ia senang nisa tiba tiba memeluk nya.


menghirup nafas dalam dalam, dan membuang nya dengan boros,


nisa ingin melepaskan beban nya, Riko membalas pelukan nya


"nisaaa... (Riko memanggil nya)


" hmmmm?


"ini di parkiran, kamu belum ada niat melepaskan mas ?? (Riko menggoda nya) “


nisa tersadar apa yang sudah ia lakukan, melepaskan pelukan nya cepat, Riko tertawa,


mungkin kalo di lain tempat Riko tak akan melepaskan nya.


" mas maaf" (nisa merasa bersalah, ia malu)


" hehee, ga apa apa dek, ( mengusap kepala nisa dengan sayang) mas sebenar nya senang.. .


kamu lelah ya? (Riko menilai apa yang nisa lakukan terhadap nya), ayo kita cari tempat yang nyaman buat istirahat, aku juga lapar"


ini yang membuat nisa nyaman bersama Riko, ia sangat mengerti diri nya.


nisa mengangguk setuju,


“ayo mas nisa juga lapar"


ada satu hati yang cemburu di sana,


ada se pasang mata yang emosi,


mencengkram kuat stir mobil yang hendak ia putar, yoga melihat adegan mesra itu, bagaimana Annisa yang ia kenal tersenyum dengan indah nya pada lelaki itu, namun entah bagaimana tubuh nya kaku, ia malah menyaksikan itu sampai selesai, melihat lelaki itu (riko) membukakan mobil untuk nisa, mereka saling lempar senyuman dan pergi meninggalkan nya, menyedihkan bukan????


apa itu kekasih nya??


jelas kekasih nya, nisa masih gadis, tak mungkin kalo lelaki itu suami nya.


fikiran yoga melayang, mobil yang Annisa tumpangi pergi, ingin sekali yoga menyusul nya, merebut paksa Annisa dari lelaki itu,


namun dia bisa apa?, menoleh saja pada nya nisa tak mau, bahkan tadi ia apa yang ia lihat, nisa me lap jari nya yang menyentuh jas nya, itu membuat hati nya remuk, nisa tak mau menyentuhnya sedikit pun,.


**


memilih es kelapa muda sebagai minuman siang hari nya, nisa menikmati itu,


hati kecil nisa menciut, ia merasa tak pantas sebenarnya untuk Riko,


bagaimana jika suatu saat Riko mengetahui nya, nisa akan menghancurkan hati banyak orang.


"nisa, apa kamu keberatan jika mas ingin berkunjung ke rumah bersama keluarga mas?? "


nisa menghentikan kegiatan nya itu, ia tentu terkejut,


"maksud nya?? ( bertanya pura pura tak mengerti, jelas ia tau arti dari " bersama keluarga" )


Riko menunduk sebentar, tapi ia tersenyum.


" mas ingin melamar kamu "


deg deg deg...


jantung nya semakin tak karuan, Riko mengatakan itu, harus nya ia bahagia kan? ia juga sayang pada Riko, namun nyata nya ada kesedihan yang timbul dari hati nya,.


"mas, apa mas yakin??? (tanya nisa)


" yakin tentang apa? "


"melamar berarti semakin serius bukan?? apa mas yakin wanita yang akan mas lamar itu nisa?"


"kenapa mas ga yakin dek, mas sudah memutuskan, jelas mas yakin"


Riko mengangkat jari tangan nisa, membawa nya mendekat, Riko mencium nya..


ya Tuhan,


perasaan apa ini? aku ga mau nyakitin mas Riko, ini sulit, menerimanya berarti membohongi nya, menolak nya pun aku tak punya alasan, itu membohongi diri ku sendiri kan?? , aku sayang pada lelaki ini, bagaimana aku Tuhan..


hati nya menjerit,


mata nya mulai panas,


"apa yang harus nisa persiapkan untuk kedatangan keluarga mas?? (kata itu meluncur begitu saja mengalirkan harapan pada Riko)


Riko jelas senang mendengar itu, itu artinya nisa. menyetujui nya kan??


" makasih dek, mas senang sekali..


nanti mas kabari jika kami sudah sepakat untuk hari nya"


nisa tersenyum,


"iya mas"


**


byurrrr,


menenggelamkan tubuh nya di kolam renang,


yoga ingin menghilangkan bayangan nisa di dalam pikirannya, ia seperti nya sudah tak waras,


bagaimana tadi di kantor ia memaki dian sekretaris nya hanya karna satu kesalahan kecil,


mengambil nafas pendek pendek, yoga keluar dari air yang menenggelam kan tubuh nya itu...


ini sudah tidak wajar, ia ingin hilang ingatan saja di bagian part itu, seolah ia tak pernah bertemu dengan nisa di malam itu..


meraih jubah handuk nya, yoga selesai..


ini sudah malam..


**


pukul 10.15 malam


juga sulit tidur, ia membuka pintu arah balkon, membawa minuman soda ke sana,


duduk termenung,


ia tak pernah takut oleh siapa pun, termasuk ayah dan ibu nya,


namun mengapa, ia merasa takut pada nisa.


yoga takut nisa membenci nya selama lama nya, sedangkan hatinya mulai terpaut pada gadis berambut panjang itu,


bayangan nisa tersenyum di kantor nya melintas, yoga tersenyum, namun seketika senyum nya sirna, mengingat begitu keras ia menampar pipi mulus nisa dua kali, ia saja yang menampar nya begitu terluka, bagaimana dengan nisa yang menjadi korban?? wajar kan jika ia bersikap galak terhadap nya?


jika yoga bisa meminta, ia ingin dipertemukan kembali dengan nisa dalam keadaan bahagia,


menatap nya penuh cinta,


yoga punya segala nya, akan ia jadikan nisa ratu di hati nya, di istana nya..