
Acara mos berjalan dengan lancar tanpa hambatan. dan kini Nisa telah resmi jadi murid di sekolah SMA Nusa Bangsa yang termasuk sekolah terfavorite di jakarta.
"Nama Nisa kok gak keliatan sih"Gerutu Nisa.
"Papan medingnya tinggi banget sih Nisa kan gak nyampe ih"Kesal Nisa mengembungkan pipinya gemas.
"Ehh ada kursi tuh kikik"Ucap Nisa cekikikan saat ide konyol melintas d otaknya.
Nisa segera berjalan di mana kursi itu berada dan menyeretnya ke depan papan meding dan bersiap menaikinya.
"A a a nah dapat! Annisa Natasya berada di kelas X Ipa 1"Seru Nisa dengan riang.
Nisa berjalan dengan riang sesekali melompat kecil menuju kelas X Ipa 1.
Sesampainya didepan pintu Nisa mendengar teriakan seseorang yang familiar menurutnya.
"Annisa Natasya!! sini duduk samping guee!"Teriak Echa cempreng. yah teriakan seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah teman acara MOSnya kemarin. Raecha.
Chika yang mendengar teriakan sahabatnya itu mendengus sebal. "Gak usah teriak bisa gak?"Tanya Chika menatap tajam Echa.
Echa yang melihat tatapan tajam Chika yang mengarah padanya hanya cengengesan tak jelas. "Maapkeun maapkeun hehe"Ucap Echa seraya mengatupkan tangannya kedepan.
Nisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum seraya berjalan kearah bangku yang di mana seorang Echa berada dan di depan Echa ada Chika serta seorang murid perempuan yang belum Nisa ketahui namanya.
Tak lama kemudian suara bel masuk berbunyi pertanda bahwa belajar mengajar akan segera dimulai.
"Baik, perkenalkan nama saya Bondan Prasetyo! di panggil Pak bondan selaku Wali kelas kalian disini"Ucap pak Bondan.
"Silahkan perkenalkan diri kalian masing masing! Dimulai dari kamu!"Lanjutnya dan menununjuk murid perempuan yang berada di samping Chika duduk.
"Perkenalkan nama saya Kiranti Anara dari SMP XXX semoga bisa berteman dengan baik! terimakasih"Ucap anara tersenyum.
"Perkenalkan nama gue Chika Charlota Valeria! di panggil Chika"Ucap Chika seadanya.
Begitu seterusnya hingga tiba giliran Nisa untuk memperkenalkan diri.
"Hallo! perkenalkan nama Nisa Annisa Natasya! Panggil Nisa aja semoga bisa berteman baik"Ucap Nisa tersenyum manis.
"Holla! perkenalkan nama gue Raecha Loovania Kimberly!Panggil Gue Echa Imutz semoga bisa berteman baik"Kekeh Echa
___________________
"Nis, Chik ngantin yuk!"Ajak Echa kepada Nisa dan Chika. Nisa dan Chika menganggukkan kepalanya pertanda mereka setuju.
"Aduh rame banget deh, kita nggak kebagian meja kan.Ckk"Ucap Echa Sambil berdecak sebal.
"Ehh meja disana kosong tuh kesana yuk!"Ajak Nisa seraya menarik tangan kedua sahabatnya menuju meja kosong itu.
"Kalian mau pesen apa? biar gue pesenin"Tanya Echa kepada kedua sahabatnya.
"Nisa pesen bakso sama jus jeruknya"Ucap Nisa.
"Samain aja semua"Ucap Chika yang di angguki Echa.
Tak lama kemudian terdengar teriakan histeris kaum hawa yang membuat seisi kantin yang tadi sepi menjadi ricuh seketika.
"Ih kak agam ganteng Bwangettt"
"Calon masa depan gue tuh"
"Kak agam datar datar aja ganteng gimana kalo senyummm, kyaaa gak kebayang"
"Kak Damian sama kak Reza juga gak kalah tampannya"
"Kyaa pangeran pangeran ku "
"Aduuhh kalian bisa munduran dikit gak sih, gantengnya kelewatan yawloh"
"kak Reza senyumnya di kondisikan dong, Kyaaa meleleh dedek bang"
"Yawlooh sisakan cowok ganteng kek mereka buat gue juga yawlohh"
Dan masih banyak teriakan teriakan lainnya.
"Chik itu kenapa pada histeris gitu sih?"Tanya Nisa kepada Chika yang dibalas kedikan bahu olehnya.
"Paling Mostwanted bikin ricuh"Acuh Chika
Benar saja Tak lama kemudian terlihatlah 3 Cowok tampan berjalan memasuki kantin dan berjalan ke arah meja Nisa dkk (Nisa dan kawan kawan).
"Permisi, boleh gabung nggak?"Tanya seorang cowok kepada Nisa dan Chika.
Nisa dan Chika menoleh dan mendapati tiga cowok tampan sedang menatap ke arah mereka.
"Oh silahkan duduk kakak kakak"Kekeh Nisa
Reza hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan Nisa.
"Kalian pesen apa?"Tanya Reza kepada ke dua sahabatnya.
"Samain semua"Jawab Damian seadanya. Reza mun bangkit dari duduknya untuk membelikan pesanan dua sahabatnya itu.
Tak lama setelah kepergian Reza, Echa pun datang membawa pesanannya dan kedua sahabatnya.
"Yuhuuuu!! Echa imutz datang membawa pesanan kalian"Seru Echa sedikit berteriak.
"Echa jangan teriak!"Ucap Nisa pelan saat Echa berada dekat dengan mereka.
"Eh ada kak Agam sama kak Damian hehe"kikuk Echa saat menyadari kedua kakak kelasnya berada di meja yang sama sedang menatap ke arahnya. dan mengabaikan perkataan Nisa.
Nisa yang melihat Echa tak menanggapi perkataannya merasa dongkol terhadap Echa yang merasa di abaikan.
"Echa tuli apa budek sih, yang ngajak bicara siapa yang d ajak bicara siapa huh"Kesal Nisa menggembungkan pipinya merasa dongkol akibat perkataannya tak di gubris.
Echa yang mendengar penuturan Nisa yang kesal merasa gemas melihat Nisa yang sangat lucu saat kesal.
"Ululul cayangku Nisa jangan kesel dong gue kan gak sengaja"Gemas Echa mencubit pipi Nisa sedikit keras.
"Aduuhh! Echa sakit tauu!"Pekik Nisa dengan mencebikkan bibirnya kesal.
"Heheh siapa suruh gemesin" Kekeh Echa menjulurkan lidahnya.
"Cih Echa nyebelin Nisa gak suka huh"Ucap Nisa marah memalingkan pandangan ya ke samping.
Chika hanya memutar bola matanya jengah dengan perdebatan keduanya.
"Kalian bisa diem gak!"Ucap Chika yang sedari tadi diam dan menatap mereka dengan tajam.
Nisa dan Echa mengalihkan pandangannya ke arah Chika yang sedang menatap mereka dengan tajam.Nisa dan Echa meneguk Saliva susah payah melihat tatapan yang tajam bak elang Chika.
"Ekhem" Agam dan Damian yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka berdehem karna merasa di abaikan.
Nisa, Chika, dan Echa yang mendengar deheman kedua cowok di samping mereka lantas menoleh dan mendapati kedua cowok itu sedang menatap mereka datar.
"Ehh kakak kakak maafin Nisa sama temen temen Nisa yah heheh"Kikuk Nisa merasa canggung.
"Hmmm"Gumam Agam singkat dan datar.
Tak lama kemudian Reza datang membawa pesanan mereka bertiga. Reza yang merasa suasana canggung atau hanya perasaannya saja? dia bertanya tanya dalam benaknya tapi dia berusaha menepis semua pikirannya.