Annisa

Annisa
sarapan yang hangat



Yoga mendapat laporan bahwa adnan membawa nisa pulang ke rumah orang tua nya,


"kalian ingin menghindar?


nisa dan anak itu milik aku om, kamu ga bisa jauhin kita, aku ga peduli pernikahan kalian"


yoga merencanakan sesuatu,


dia tidak ingin kehilangan nisa lagi, waktu nya semakin dekat, nisa akan melahirkan ..


"pantau terus, kita akan melakukan sesuatu"


(yoga memerintahkan beny dan adi melalui sambungan telpon, sebenar nya beny tidak ingin terlibat, tapi ini perintah tuan nya, beny tidak bisa berkutik)"


yoga memandangi foto hasil USG pertama nisa, dia masih dengan rapih menyimpan nya,


"kita sebentar lagi akan bertemu sayang, apa jenis kelamin mu? jika kamu perempuan pasti akan secantik mamah mu, dan jika laki laki, akan mirip dengan ku (yoga tersenyum, membayangkan wajah bayi mereka nanti)


ia langsung sibuk, meminta seseorang untuk menyiapkan semua keperluan bayi nya dan nisa, yoga yakin akan membawa nisa pulang,


**


pagi datang,


nisa mengerjapkan mata nya, Adnan sudah tidak ada di samping nya, di kamar mandi pun tidak ada, pintu kamar mandi sedikit terbuka dan lampu nya padam.


nisa bangun, semalam ia tidur nyenyak sekali, mungkin karna nisa berada di kamar nya tempat tidur nya,


"masss" ( nisa memanggil suami nya)


tidak ada jawaban, nisa keluar, ia mencium wangi kopi dari arah dapur, penasaran, nisa menuju dapur..


seketika ia tersenyum.


melihat pemandangan di depan nya,


ayah dan suami nya sedang bercakap di meja makan, ibu dan bi yuni sibuk di dapur, seperti biasa mereka menyiapkan sarapan..


nisa terkejut, Adnan memakai sarung, ia selesai shalat subuh..


mereka belum sadar nisa sudah di sana


"maaf jika nisa ke kanak kanakan nak Adnan, kami memanjakan nya, terlebih abang nya Rendy, bahkan ia berlebihan menjaga nisa"


Adnan tersenyum.


"yah, nisa yang Adnan kenal wanita yang tangguh, walaupun cara dia lari dari masalah kemarin salah, namun dia dapat bertahan hidup dengan baik, itu yang buat Adnan suka sama nisa


(ada yang tersenyum senang di ujung sana mendengar itu, bagaimana tidak Adnan mengungkapkan perasaan nya pada ayah)....


nisa juga mandiri,


dia bisa membantu pekerjaan apa saja, membantu bu Ratih di warung, membuat kue,.


tapi ternyata di rumah nya ia manja sekali pada kalian, seperti anak kecil"


"hahaaaa ( ayah dan Adnan tertawa, nisa di sana cemberut mendengar itu)


" nak, apa kalian sudah memilih nama untuk anak kalian?? “ (tanya ibu)


"belum bu, Adnan bingung,


jujur Adnan pernah nikah sebelum nya, cuma memang Adnan belum memiliki anak, apa ibu punya pilihan nama?? “


ibu tersenyum


" nanti kita cari nama yang bagus ya, yang arti nya sesuai harapan kalian, kar'na nama adalah doa" (tambah ibu)


"hey ngapain di sini" ( Rendy mengagetkan adik nya) mesem mesem segala"


"ich abang ganggu aja"


ayah, Adnan, dan ibu menoleh,


"lihat tom & jerry datang, ( celetuk ibu)


Adnan tersenyum, nisa mendekat


" mas ko pake sarung? “


"mas tadi shalat, pinjam sarung ke ayah, mas nyari di kamar ada nya mukena aja"


" kamu nyenyak sekali tidur ampe mendengkur, mas ga bisa tidur malem denger nya"


(bohong Adnan menggoda istri nya)


"ich masa sih mas? (nisa malu) "


"heheee, engga mas boong"


"mas godain nisa aja"


ayah tersenyum melihat mereka


"ayah, nisa mau kopi sedikit boleh?? "


"kopi ayah?? “


" iya kayanya enak"


"ni mas ada sayang"


"engga nisa mau yang ayah... "


"yaaah ibu hamil mah bebas😄"


"moga anak nya tar ga kaya mamah nya(celetuk Rendy)


" emang kenapa bang? "


"nyebelin" (singkat jelas dan padat)


"tapi ngangenin kan???? " (ahahaaaa nisa tertawa,)


"pede nya keluar.. ( tambah Rendy)


*Adnan suka rumah ini, begitu damai, lengkap, ia mengusap punggung nisa nisa menoleh, tersenyum manis,


terimakasih sayang, kamu benar benar pelengkap hidup ku, (ucap Adnan dalam hati)


untuk pertama kali nya, meja makan di rumah begitu ramai, nisa membantu ibu menyajikan makanan, mengisi piring untuk suami nya


"mas akan ketagihan... ini nasi goreng terbaik buatan ibu ( kata nisa sambil menaburkan goreng bawang di atas nasi goreng itu)


"harum nya juga bikin laper" ( Adnan tidak segan berkomentar)


ibu tersenyum.


"makan lah, ibu sengaja buat banyak, siapa tau mau nambah nanti"


mereka semua mulai sarapan,


Adnan memejamkan matanya, merasakan suapan pertama nasi goreng di mulut nya,


bukan bohong, ini sangat enak,


Adnan menatap ibu, ia rindu mamah nya yang hanya ia kenal dalam foto, mamah Adnan meninggal ketika Adnan masih berumur 4tahun, tentu dia haus akan kasih sayang, itu yang membuat Adnan jadi pribadi yang cuek, di besarkan oleh pengasuh, papah nya sibuk bekerja, papah tutup usia saat Adnan kuliah..


suapan demi suapan, Adnan tidak pernah sarapan se semangat ini,


"wah, mas bisa gemuk kalo makan di sini terus" (nisa menoleh)


"kenapa mas?? “


" masakan ibu enak sekali, Adnan boleh nambah bu?? ( nasi goreng di piring nya habis)


semua tersenyum.


"tambah lagi nak, ibu buat banyak (ibu bangkit, mengisi piring menantu nya itu, ibu sangat senang Adnan tak sungkan)


" ibu sudah cukup, nanti Adnan ga bisa bangun kekenyangan.." (ketika ibu akan menyendok nasi goreng yang ke dua untuk menantu nya)


ibu tertawa kecil,


"baiklah, ibu jadi ikut semangat"


Rendy tersenyum,


hari ini ia akan cuti kerja, ada yang harus ia bicarakan dengan Adnan berdua..