Annisa

Annisa
janji suci mas adnan



adnan masuk ke dalam kamar, ia juga harus ganti baju bukan,?


namun ia terperangah melihat pemandangan indah di depan nya, nisa sedang di hias rambut nya, rambut nya yang cukup tebal dan panjang membuat perias mudah menata nya,


mata mereka bertemu melalui cermin yang ada di hadapan nisa, nisa melihat adnan tersenyum,


nisa bangkit, perias memastikan lagi gaun yang nisa pakai kesempurnaan nya,


menggunakan gaun panjang berwarna putih, di bagian dadanya terdapat payet dan mutiara yang membuat gaun itu terlihat cantik, bertambah cantik melekat di tubuh nisa.


"apa ini nyaman nona? (perias itu bertanya, bagaimana pun nisa sedang hamil besar, ia harus nyaman dengan pakaian nya)


" sudah nyaman mba"


"syukurlah (perias itu tersenyum)


nisa menoleh pada adnan, adnan menatap nya, sambil melipat tangan di dada, bersandar pada dinding dekat pintu masuk kamar nya ia terpesona, nisa mengagumkan, perut buncit nya tak menghilangkan kecantikan nya, itu malah membuat ia jadi lebih bersinar,


" tuan, lihat lah, apakah saya berhasil membuat nya jadi putri malam ini?? (sang perias membuyarkan lamunan adnan)


nisa tersenyum, dia merona malu


"ini sempurna yesi, aku suka"


"alhamdulillah, ini kemeja anda tuan" (yesi memberikan nya pada adnan)


"aku segera kembali" (mengangkat baju nya, memberitahu nisa bahwa ia akan ganti pakaian)


nisa hanya menganggukkan kepala,


sungguh ia sangat canggung,


apa yang di pikirkan perias ini, nisa menikah dalam keadaan hamil besar,


semoga pikiran nya tidak macam macam. .


adnan keluar,


menggunakan kemeja putih lengan panjang, nisa akui, adnan sangat tampan, mereka nampak serasi dengan baju sederhana nya,


"saya sudah selesai tuan, saya langsung pamit ya?? "


"terimakasih yesi, saya sangat puas"


"sama sama, (yesi menundukkan kepala nya)


tuan, nona, selamat atas pernikahan nya, saya turut bahagia"


"terimakasih mba" (nisa menjawab, di barengi anggukan dari adnan)


adnan mendekat,


"kamu cantik sekali nisa"


"terimakasih mas"


"aku akan minta seseorang untuk membuatkan video pernikahan kita, dan beberapa foto untuk kenangan, apa kamu keberatan sayang? “ (adnan bertanya)


" ga apa apa mas, itu akan menjadi bukti untuk kita, dan juga akan nisa perlihatkan pada keluarga, bahwa ada lelaki yang bersedia menerima nisa, tulus apa ada nya" (mata nisa berkaca)


"kita akan pulang nanti, bersama anak kita,


aku ga bisa bayangin, keluarga kamu akan bahagia"


"ya, dan semoga mereka ga syok"


"hehee, mereka akan mengira kamu hantu?? "


"ya, seperti itu lah.. "


bu Ratih datang, karena pintu terbuka, ia berdiri depan pintu,


"mas adnan, penghulu sudah datang"


adnan dan nisa saling pandang,


mengusir rasa deg degan dalam hati mereka,


"ayo, (adnan menggenggam jari tangan nisa)


" tapi mas... "


"nisa kepikiran dari tadi, apa yang mereka pikirkan dengan keadaan nisa seperti ini"


adnan mengerti apa maksud pertanyaan itu


"sayang, aku jamin mereka akan tutup mulut, dan semua yang mereka lihat , di dalam sini, hanya akan sampai di pikiran nya saja, bahkan tenggorokan mereka enggan menerima pikiran nya itu"


"aku percaya.. (ya, seperti yang bu Ratih katakan, adnan pun punya kuasa)


" maka, jangan berfikir yang aneh aneh lagi oke"


"iya mas"


bu Ratih tersenyum, ia pun sudah nampak rapih, setelah tadi menyiapkan menu untuk hidangan mereka selesai acara nanti,


bersama sama menuju meja akad nikah,


adnan siap,


terucap kata kata sakral pengikat hubungan mereka untuk lebih serius, ketika kata SAH dari para saksi mengudara, adnan merasa lega, begitu juga nisa, ada airmata bahagia, haru di sana,


adnan menyematkan cincin pernikahan di jari manis istri nya..


ya.. kini nisa telah menjadi istri nya


berkat pertemuan jeruk limau dan kuburan cina, di warung makan bu Ratih, akhirnya mereka berlabuh di pelaminan..


adnan mengecup lama kening sang istri, dan terhenti ketika tepuk tangan para saksi terdengar, mereka sempat terhanyut, mengira di dunia ini hanya ada mereka berdua saja.. ..


acara makan bersama pun bergulir,


kecanggungan beberapa staff adnan terjadi,


adnan memberikan, pengecualian untuk hari ini, mereka berbaur, walaupun ada beberapa orang tetap siaga di depan..


adnan terus saja terfokus pada nisa, untung lah ia memiliki nya, jika tidak mungkin akan gila,


melihat nisa melempar senyum dan tertawa beberapa kali karena candaan nya dengan bunga, adnan ingin merekam dalam ingatan nya,


bahwa ia berhasil membawa orang yang ia cinta ke dalam hidup nya,


ini akan menjadi yang terakhir, ia tak mau membuang waktu lagi seperti dulu..


...***ketika langit meloloh,...


...lalu masuk kedalam cermin.. ...


...ia membeku, dan berubah bentuk menjadi wajahmu, ...


...kulupakan dunia ini untuk bertemu denganmu, ...


...hal ini adalah do'a, ...


...yang terlontar dari dalam hati. ...


...warnai lah cintaku dengan warna cintamu, ...


...ini adalah do'a dari dalam hati seorang kekasih.. ...


...di mulai dari mu, dan berakhir dengan mu...


...aku adalah kisah, ...


...dan kau adalah arah tujuan ku, ...


...setiap jalan mengarah ketempat mu, ...


...warnai lah cintaku, dengan warna cintamu...


..._ mas adnan🥰 _...


*bagaimana jika mereka yang mewakili visual untuk bang adnan dan Annisa, apakah cocok, aku syuka pasangan ini😘😘


jonas rifano, asmirandah


readers jngan lupa like dong🥰🥰***