Annisa

Annisa
pulang



penuh perjuangan, akhirnya nisa bisa keluar dari RS, ini jam 11 siang, nisa bahkan tak memberikan kabar pada bu Retno kenapa ia bolos hari ini, belum jika Riko dan bang Rendy panik, entah apa yang akan terjadi di rumah, ibu dan ayah pun pasti khawatir.


nisa termenung, ia kini berada di dalam mobil bersama yoga, ia ingin menolak, tapi sudah cukup debat hari ini, tubuh nya pun masih lemah, ia harus pakai kursi roda untuk berada di sini.


yoga akan mengantar nya pulang, entah apa yang akan terjadi di rumah, mungkin lebih parah dari perang dunia ke dua,


tak ada pembicaraan di mobil, nisa memilih memandang gedung yang silih berganti meninggalkan nya, yoga melirik nya terus menerus dia juga bingung apa yang harus ia katakan lagi, tapi ia bersyukur, bisa sedekat ini dengan nisa.


nisa terlihat memijat kening nya


"apa pusing? (tanya yoga)


nisa hanya menggeleng,


ia tak mengerti, kenapa mencium wangi parfum milik nya ia mual, dan kini dimobil ini di penuhi wangi parfum yoga yang beraroma lembut itu ia suka, apa ini ngidam??


" apa nama parfum yang kamu pakai? (nisa tak bisa menghilangkan rasa penasaran nya)


yoga sempat beberapa saat mencerna apa yang nisa katakan??


ada dua kmungkinan, nisa suka atau tidak, membuka tas kecil di samping nya, ia meraih botol parfum di sana dan memberikan pada nisa,


"itu langsung aku pesan dari paris"


tanpa ragu nisa mengambil ny, menciumi wangi lembut langsung dari alat semprot nya, nisa terlihat menikmati nya,


"apa dia suka?? atau anak kita menyukai papah nya nisa" gumam yoga dalam hati nya, itu jelas membuat ia senang.


nisa merasa sedikit segar menciumi parfum yoga,


"bagaimana ini, masa ia aku jd suka parfum nya" nisa juga bergelut dengan hati nya"


sedangkan yoga senyum senyum sendiri melihat nisa menggenggam botol parfum itu, dan menempelkan nya di hidung menciumi aroma nya


akan aku pakai sedikit lebih banyak di baju, biar kamu suka nisa..


30menit perjalanan


nisa heran, ia tak memberi tahu yoga alamat rumah nya, namun yoga tau, kemana membawa nisa pulang,.


"kamu tau rumah ku, ??(bertanya heran)


" itu bukan sesuatu yang sulit nisa"


nisa tersenyum sinis, betul, apa yang sulit untuk orang seperti nya (pikir nisa)


"berhenti di depan saja, jangan sampai rumah" (kata nisa)


"akan ku antar sampai rumah, bukan kah sudah aku bilang aku akan memberitahu keluarga mu"


"kalo itu terjadi, aku pastikan ini hari terakhir aku hidup"..


yoga menepikan mobil nya, ia menatap nisa lekat,


" jangan sembarangan nisa, kamu sedang hamil"


"maka jangan banyak berdebat, aku ga suka"


"kamu keras kepala"


"kamu pikir aku mau begini? aku belom siap melihat kekecewaan keluarga ku"


"lalu bagaimana dengan kita? (tanya yoga)


" entah lah"


yoga mengalah, ia tau nisa belum sehat betul hari ini, yoga membuka kunci mobil


tanpa berlama lama, nisa beranjak keluar, beberapa saat yoga menyusul,


"nisa... (panggil nya)


berbalik dengan kesal nya


" apa lagi??


yoga mendekat, memberikan sesuatu,


"ambilah, aku masih punya satu di rumah“ (menyodorkan parfum yang tadi nisa pegang nisa meninggalkan nya di mobil)


ragu, tapi entah mengapa memang nisa menyukai itu, dan parfum itu susah di dapat,


nisa mengambil nya, ia juga ingin cepat pulang,


yoga tersenyum, setidak nya ada bagian dari diri nya di bawa oleh nisa..


"setidak nya kamu bisa mengucapkan terimakasih untuk parfum itu nisa" (yoga berbicara sendiri, karena nisa sudah beberapa langkah berjalan di depan nya)


memastikan nisa masuk ke gerbang rumah nya, yoga baru beranjak pergi dari sana


" assalamu'alaikum "


(nisa melihat di teras depan ada ibu dan riko)


"Waalaikumsalam, nisa (ibu datang, memeluk putri nya, nisa memeluk ibu erat, menghirup udara sebanyak banyak nya dan menghembuskan nya, ia menyiapkan hati)


nisa menatap Riko yang berdiri tak jauh dari mereka, ia tersenyum dengan manis nya


(ya Tuhan, aku ingin selalu melihat senyum nya, bisakah Tuhan??)


"maafin nisa bu,


tadi... waktu di perjalanan nisa merasa pusing lagi, lalu nisa berniat ke RS, di sana ramai sekali, dan nisa pun harus di infus (menunjukan perban di tangan nya, bekas jarum infus)


" kenapa ga ngabarin kita sayang?"


"nisa pusing banget bu, ga kuat liat HP"


"ya sudah masuk, istirahat lah"


nisa menurut


ia mendekat pada Riko, Riko mendengar tadi percakapan nisa dan ibu,


Riko memeluk nya erat,


"kenapa ga telpon aja? mas hawatir dek, bang Rendy masih nyari kamu "


"maaf mas, (hanya itu yang bisa nisa ucapkan, menenggelamkan wajah nya di dada Riko, ini sangat nyaman)“


" ibu akan telpon abang ngasih tau"


"ia bu.. "


*nisa apa yang kamu tutupi, aku merasa kamu berbeda, seperti menyimpan beban, apa karna lamaran ku kemarin??


Riko menyimpan banyak pertanyaan, setidak nya ia tau siapa calon istri nya.


mas Rendy datang ketika nisa ada di kamar nya, di temani Riko,


"alhamdulilah dek, abang khawatir..


(Rendy mendekat.. memeluk adik nya)


nisa tersenyum,


" maaf bang.. "


"terus apa kata dokter, kamu sakit apa?? ko akhir akhir ini sering pusing?? "


duarrrr,


ia, nisa lupa, ia harus memberikan alasan apa atas sakit nya ini, ia belum siap kalo harus mengatakan semua nya sekarang,


"emh itu bang,


nisa kelelahan, kata doker sakit kepala yang nisa rasa itu masuk ke penyakit fertigo" (asal jawab aja apa yg dia tau)


"ya sudah banyakin istirahat, bila perlu kami ambil cuti dulu, iya kan ko? (meminta persetujuan dari Riko) "


"benar ren, nanti aku bantu "


"maksih mas, maaf ya bang bikin khawatir"


"yang penting kamu ga apa apa dek, mana sini obat nya, kamu harus minum obat kan?? "


duarrrr lagi,


iya betul nisa lupa lagi hal begitu, ia tak pandai berbohong,


"ya Allah, nisa lupa bang.. seperti nya ketinggalan di angkutan umum"


Rendy dan Riko, terpana😄


nisa sangat ceroboh bukan??


"hadeuh kamu mah dek...


terus gimana bisa sembuh kalo ga ada obat"


nisa nyengir,


"maaf bang... "


"kita berobat lagi aja yu, ajak Riko"


"besok aja ya mas, nisa pengen tidur"


"kalo engga kita telpon dokter aja biar datang (tambah abang) "


nisa pasrah, entah alasan apa lagi yang harus dia buat, ia memejamkan mata, kepala nya serasa mau pecah


Riko dan Rendy melihat itu,


"ren, kita biarin nisa istirahat dulu"


Riko mengajak abang nya keluar..


nisa baru bisa bernafas lega setelah bang jago nya pada pergi..