
Ibu menyiapkan sarapan,
mumpung Razky dengan papah nya, Nisa akan pergi sebentar, Nisa melihat Yoga sedang menelpon ia mendekat, hendak membawa Razky takut mengganggu nya,
"masalah nya rumit Fan, suatu saat akan aku jelaskan hubungan aku sama Nisa"
Yoga terlihat diam. mungkin mendengarkan lawan bicara nya,
"aku ga bisa lepas dari anak ku, aku sayang sama dia, makanya kapan pun dia butuh aku aku akan datang, Nisa juga lagi repot persiapan pernikahan abang nya.. aku di sini menjaga Razky, kebetulan dia kurang sehat... "
Nisa menarik nafas nya, dari pembicaraan nya. Yoga seperti nya sedang berbicara dengan Fanny,
Yoga berbalik badan, pas saat bersamaan Nisa hendak pergi,
"Fan. aku tutup dulu ya telpon nya"
menggendong Razky, Yoga berniat menyusul Nisa, seperti nya Nisa mendengar pembicaraan nya..
Nisa keluar rumah,
Yoga melihat nya masuk ke mobil,
"bu.. Nisa mau kemana? “ ibu yang sedang menata meja melirik putri nya juga di luar sana..
" Nisa ga bilang mau kemana, tapi katanya sebentar,
biarlah mungkin ada perlu, ayo Yoga sarapan dulu, biar Razky sama bi Yuni "
Yoga mengangguk, tapi dia penasaran pada Nisa..
Nisa memarkirkan mobil nya,
"ibu datang?? “ seorang lelaki paruh baya menyapa nya..
" iya Pak, saya permisi ya.. "
"silahkan bu... "
Nisa berjalan menyusuri rumput yang sangat terawat itu.. ia sudah sangat hafal jalan.. berbelok ke arah kanan, Nisa berjalan beberapa meter lagi untuk sampai di tujuan...
Yoga berhenti dengan motor yang ia pinjam dari ayah Nisa, rasa penasaran nya membawa dia ke tempat ini,
Yoga tau akhirnya, kemana Nisa pergi...
"assalamu'alaikum mas... "
Nisa duduk di atas makam suami nya.. membersihkan beberapa daun yang jatuh dari pohon tak jauh dari malam Adnan,
Nisa berdoa,
selalu ada air mata, walaupun bibir nya tersenyum... ia menaburkan bunga di atas makam suami nya..
"mas... Nisa kangen....
bang Rendy hari ini akan menikah.. kami sedang menyiapkan semua nya di rumah..
Razky kemaren sakit. tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh...
Nisa ngebayangin kita foto keluarga dengan baju yang sama mas, Razky pasti akan terlihat lucu" Nisa terdiam, senyum nya seketika hilang,
Yoga melihat Nisa dari jauh..
Nisa terlihat menundukkan wajah nya,
Yoga semakin mendekat,
"mas, jika Nisa punya perasaan pada lelaki lain, apa Nisa salah?, tapi Nisa belum tau perasaan apa ini, mas tau Nisa paling sulit dekat dengan seseorang, tapi seperti nya semua keluarga mendukung nya,
dan memang dia terlihat sudah berubah..
tapi entah lah mas, Nisa masih betah sendiri, Nisa lebih suka tertidur saat memandangi foto mas Adnan..
Nisa menganggap mas sedang pergi jauh.. dan suatu saat pasti akan kembali, jujur hati kecil Nisa belum ikhlas kamu pergi mas.. "
pundak nya berguncang, Nisa menahan tangisan nya, kedua tangan nya sibuk menyeka air mata.
Yoga merasa itu hal yang privasi,
ia meninggalkan Nisa di sana, dan pergi kembali ke rumah Nisa, Yoga tidak mau Nisa melihat nya di pemakaman,
"Nisa kamu dari mana? “
ibu terlihat bingung, mata Nisa sembab,
" apa ada sesuatu sayang? bilang sama ibu.. "
Nisa menggeleng, ia tersenyum,
"engga bu, Nisa udah ke makam mas Adnan.. "
ibu menatap nya sendu
"Nisa kangen... " ucap Nisa menunduk
"sayang, itu pasti, bagaimana Adnan melekat dalam hati kamu, ibu ngerti perasaan kamu Nisa"
"Nisa ngebayangin kita pakai baju couple, foto keluarga, itu akan sangat lucu kan bu? apa lagi Razky"
ibu ikut tersenyum mendengar itu,
"Nisa.. tadi Yoga pamit, ia akan pulang dan nanti langsung datang ke resepsi"
Nisa mengangguk,
"biarlah, dia punya kehidupan nya sendiri bu, mulai saat ini Nisa ga mau ngerepotin dia.. bahkan untuk Razky sekali pun'
Yoga yang memberikan waktu dan materi nya, dia sering datang tanpa di minta,.
jadi biarkan saja jika dia memperhatikan Razky , Yoga juga punya hak untuk Razky "
siang akhirnya datang juga,
Nisa telah siap, dengan baju kebaya berwarna telur asin, semua keluarga menggunakan baju senada, Razky terlihat sangat menggemaskan, ia menggunakan kemeja batik senada dengan warna baju mamah nya,
semua keluarga sangat menyukai nya,
anak kecil berumur satu tahun yang tampan itu sangat mempesona..
kedua mempelai telah siap, akad berlangsung dengan khidmat, Nisa tidak menyadari keberadaan Yoga di sana. entah dia datang sejak kapan..
"siapa yang ngasih kemeja batik pada Yoga? aku ga ngerasa ngasih baju sama dia"
Nisa bergumam dalam hati nya, namun pemandangan di depannya itu sangat menyesakkan dada, bagaimana Yoga membawa Fanny ke acara bang Rendy, ya itu memang hak dia membawa siapa pun untuk datang, entah mengapa Nisa merasa tidak nyaman..
"Nisa... "
suara seseorang terdengar di sebelah kiri Nisa.
ia menoleh,
"mas Riko? "
Riko tersenyum.
ia mendekat, "MasyaAllah udah lama banget ga ketemu ya?? "
Nisa kini yang tersenyum
"iya mas.. gimana kabar nya? “
" ya seperti yang kamu liat, mas sehat "
Riko memperkatikan Razky,
"sudah berapa tahun ya? "
"bulan kemarin se tahun om" Nisa melambaikan tangan Razky pada Riko, membuat dia seketika tertawa
"boleh om gendong?? "
Nisa memberikan Razky pada Riko,
"mas istri mas dimana? “
Riko diam, ia tersenyum getir..
" mas udah ga sama istri mas Nisa "
"owh.. maaf ya..? "
Nisa tidak memperpanjang masalah, ia tidak mau mengetahui masalah privasi orang lain..
Razky menangis.. mungkin karna ia tak mengenal Riko, Nisa mentertawakan nya yang kewalahan menangani Razky,
Yoga melihat itu,
ia yang berniat membuat Nisa cemburu, malah dia yang cemburu melihat Nisa dengan Riko,
Yoga jelas tau siapa Riko..
Riko gagal menenangkan Razky,
ia mengembalikan lagi pada Nisa, Riko meminta seorang keluarga nya yang ikut hadir mengabadikan pertemuan nya dengan Nisa.
Nisa terlihat sangat akrab pasti nya dengan Riko,
Yoga menghampiri mereka, rasa gerah yang tiba tiba muncul di sekeliling nya harus segera di musnahkan..
"sayang, kamu ngantuk?
sini sama papah gendong"
Nisa tak segan memberikan nya pada Yoga, ia ingin menunjukan pada Fanny,
bahwa Yoga memilih putra nya dan meninggalkan Fanny di meja nya
"hay.. "
Yoga menyapa Riko, Riko terlihat diam menatap yoga,
"hay" mereka berjabat tangan
"dimana susu nya, aku akan bawa Razky duduk di meja, kamu terlihat sibuk menyapa tamu"
"ya benar.. sebentar aku ambil susu dulu... "
Nisa meninggalkan dua lelaki itu, mereka sesaat melempar senyum pada masing masing,
"jadi, kalian dekat? “ tanya Riko
" ya, seperti yang kamu lihat"
Yoga, kedatangan tamu, orangtua nya datang,
Nisa yang baru kembali kebetulan menyapa keluarga Yoga,
Riko melihat bagaimana Nisa dan orang tua dari. Yoga sangat akrab, dan terlihat sudah biasa...