
Riko melepaskan ciuman nya, ia sedang menahan diri nya agar tidak melakukan hal di luar batas, menempelkan kening nya dengan kening nisa, Riko tersenyum, mereka harus berpisah.
di usap nya lembut bibir nisa
"maaf, mas ga bisa mengendalikan nya"
nisa tersenyum dan mengangguk, bukan hanya Riko, ia juga sangat bersalah, malah menikmati momen itu,
"nisa turun dulu ya, mas hati hati di jalan. "
"kamu juga hati hati nanti ke acara nya"
"ia mas"
"kasih mas kabar terus ok"
"oce (nisa mensejajarkan jempol nya dengan bibir nya Riko tertawa)
nisa mandi, ia sangat terlambat, bagaimana ini acara nya di mulai jam 7, dan ini sudah jam 7 bagaimana aku berdandan?? nisa bergumam pada diri nya sendiri,
mendapatkan ijin dari sang ibu dan ayah nya, ia bergegas, Mia sudah menunggu di sana
***
di hotel yang sama
yoga pratama, ia adalah wakil ceo dari sebuah perusahaan ternama di kota ini,
yoga dan beberapa teman nya sedang merayakan pesta kecil kecilan, teman nya danu berulang tahun..
sebagai wakil ceo di perusahaan ayah nya sendiri, tidak semua orang menyukai nya, yoga terkenal tak memiliki belas kasih pada orang orang yang berani bermain curang pada perusahaan ayah nya.
ia memiliki kecerdasan dan wajah yang tampan, membuat para wanita ingin memiliki nya, namun yoga sendiri masih betah menyendiri, bagi nya berumah tangga hanya akan merepotkan nya saja.
tanpa ia sadari, seseorang telah memasukan obat ke dalam minuman nya,
salah satu teman nya itu menghianati ny,
bagai mana tidak, yoga membuat se seorang di pecat secara tidak hormat dari jabatan yang ia idam idamkan, dan tidak mendapat kan apa apa dari perusahaan pratama,
dan itu adalah paman dari salah satu teman yoga.
yoga menikmati minuman nya itu,
namun beberapa menit kemudian ia merasa ada yang aneh pada diri nya, ia merasa tak enak badan, tenggorokan nya kering, ada hawa panas di dalam tubuh nya,
yoga melonggarkan dasi di lehernya membuka satu kancing kemeja teratas nya,
ada yang salah fikir nya, ini seperti rasa..
yoga berfikir keras,
ia dulu pernah memberi pelajaran pada seorang penghianat di kantor nya, mendapati nya tengah merayakan bersama wanita wanita penghibur, yoga menghukum nya dengan memberi minuman perangsang, dan membiarkan ia tersiksa sendiri di dalam ruangan dengan tangan terikat,
yoga tau bagaimana reaksi dari obat itu, dan ini yang ia rasakan sekarang
rasa panas dan dorongan hasrat nya menjadi lebih kuat, terlebih melihat para wanita berbaju minim yang teman teman nya bawa.
yoga pergi meninggalkan acara,
cek in di salah satu kamar hotel, ini tidak bisa di biarkan yoga pergi ke kamar mandi menanggalkan semua pakaian nya,. menyalakan shower se kencang mungkin menimpa kepala nya, berharap rasa itu akan segera hilang, namun nihil, ia memakai handuk nya
"sial, berapa banyak dosis obat itu, ini tidak hilang"
yoga menggerutu, menyambar HP nya, menelpon beny assisten nya,
"ya bos?? "
"aku di kamar xxx, tolong bawa seorang wanita ke kamar ku"
"untuk apa bos?? "
"seseorang mencelakai ku, memasukan obat perangsang ke minuman, aku sudah berendam tapi efek nya belum hilang"
beny mengeram,
"kurang ajar"
"ingat ben, jangan wanita sembarangan, cari yang terbaik"
"siap bos"
*maksud yoga adalah memang wanita penghibur, tapi beny jangan asal asalan mencari nya, itu ada standar type untuk bos nya
yoga semakin gusar hasrat nya semakin menjadi,
apakah melepas keperjakaan nya harus di lakukan dengan cara seperti ini, ini tantu sangat hina
**
nisa bersiap, ini sungguh sangat terlambat,
pulang dari RS, bersiap, dan meminta ijin orang tua nya, menyita banyak waktu,
melirik jam di handphone nya 08:13 malam
ya Tuhan,
ia tergesa, membuka aplikasi GO-JEK, ia naik motor agar cepat sampai hotel,
Mia sudah rewel, luna juga beberapa kali menelpon, belum lagi Riko yang selalu menanyai nya ada dimana?? ia pusing..
sesampai nya di hotel,
ia sedikit bingung, hotel bgitu ramai ada beberapa acara di gelar di sini,
nisa menyusuri lorong kamar hotel
"ya ampun, seperti nya aku salah jalan, berbelok ke arah kiri lagi mencari jalan kembali, ia bertemu seorang lelaki berbadan tegap melambaikan tangan ke arah nya
" cepat lah " (katanya menggapai tangan nisa, nisa sedikit bingung)
"tunggu, siapa kamu??" (nisa memukul lengan lelaki yang sedikit menarik nya itu, nisa kewalahan pukulan nya seperti tak terasa di lengan lelaki itu ia tak menghiraukan nya
beny membuka pintu kamar bos nya, ia menarik nisa mendorong nya ke dalam, dan menutup pintu dengan cepat,
nisa berbalik, menggedor pintu dengan kencang
"hey apa maksud nya ini, kenapa aku di bawa ke sini, tolong buka pintu nya, siapa kamu?? "
dorr dorr dorr (suara pintu yg nisa gedor),
"ehmmmm"
(nisa berhenti menggedor pintu, yoga ada di belakang nya memakai jubah mandi, ia sudah tidak berbusana di dalam nya)
nisa berbalik, ia terkejut dan ketakutan,
lelaki di hadapan nya ini siapa? dan lebih takut lagi melihat penampilan nya, apa yang akan dia lakukan??
yoga mendekat
"stop, jangan mendekat (nisa menahan nya dengan tangan kanan nya, ia terpojok)
" ayo lah jangan pura pura, bukan kah kamu biasa melakukan nya??? aku tidak punya banyak waktu"
nisa melotot, tak mengerti apa yang pria ini katakan, ia mencoba bicara baik baik..
"maaf tuan, seperti nya anda salah orang, aku salah jalan, aku akan menghadiri acara temanku di sini"
yoga semakin dekat, ia meraih tangan nisa, memeluk nisa paksa, yoga dapat menghirup parfume yang nisa pakai sangat lembut.. membuat hasrat nya kembali bergejolak,
yoga mencium pipi nisa, nisa telonjak kaget, apa yang pria ini lakukan? ini jelas pelecehan, dengan sekuat tenaga nisa mendorong tubuh yoga hingga membentur tembok nisa menampar nya
plakkkk
ia yang menampar, namun ia yang merasakan panas di telapak tangan nya saking keras tamparan nya,
pipi yoga memerah, sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih. yoga meraba pipi nya ia tersenyum kecut menatap nisa lekat,
yoga mendekat lagi.
nisa semakin ketakutan melihat sorot mata pria ini, penuh emosi
plakkkk,
yoga membalas tamparan nisa, nisa tehuyung jatuh terduduk di lantai, ia merasakan panas di pipi nya,
yoga menarik tangan nya, menyeret nya ke tempat tidur, nisa menangis, ia tambah panik ketika sang pria membawa nya ke tempat tidur
"dasar wanita murahan??berani berani nya kamu nampar aku, apa kamu tau aku siapa??? (yoga berteriak di depan wajah nisa)"
nisa syok, selama ini tak pernah ada yang berteriak di hadapan nya, bahkan se marah apa pun abang nya itu,
nisa menangis dalam diam, air mata nya tak menetes, apa yang dia bilang tadi?? aku wanita murahan???
yoga mendekat mencengkram pipi nisa dalam satu tangan nya,
"dengar, bukankah ini pekerjaan mu melayani tamu?? aku akan membayar mahal jika kamu membantuku, jangan so pura pura suci (yoga melepaskan wajah nisa dengan kasar)
duarrr,
bak tersambar petir, hati nisa hancur kata kata itu, apa benar itu untuk nya??
yoga mengikat tangan nisa dengan dasi, karna nisa berontak,
"tolong hentikan, aku rasa kamu salah faham tuan, aku bukan wanita yang kamu maksud"
"diammm (yoga membentak nya lagi) "
nisa menangis, ia ingat pada abang nya, kini ia paham mungkin ini yang abang nya takut kan
bang Rendy, tolong nisa. ayah.. mass Riko
(nisa bergumam dalam hati nya) nisa menangis lagi, lebih kencang,
terlebih yoga menciumi nya di area leher, ini sangat menjijikan, sebisa mungkin nisa menghindar, tangan nya yang terikat tertahan tangan yoga yang kuat, ia kalah tenaga,
"please stop please
(nisa memohon, lelaki macam apa di depan nya ini, ia sangat bejad, tak luluh oleh airmata perempuan)
yoga tak gentar,
menarik ke bawah di bagian dada dres yang nisa kenakan, hasrat nya harus segera di selesaikan, hingga terlihat jelas buah dada nisa yang jelas masih ranum itu, yoga susah payah menelan siliva nya itu, nisa teriak
" brengsek, stooopppp (ia sekuat tenaga berontak)
plaaaakkkk,
yoga menampar nya lagi, hingga wajah nisa berbalik ke lawan arah, itu sangat keras rambut nya seketika menutupi wajah nya
nisa menangis, ( Tuhan, apa ini??? mengapa terjadi kepada ku, hati nya lebih sakit di banding tamparan yang yoga berikan)
nisa merasakan yoga menarik ****** ***** nya, menyingkap dres selutut yang ia pakai sampai ke perut, yoga menindih nya,
"bang Rendy.. (nisa menangis sejadi jadi nya ketika ia merasa sesuatu memasuki tubuh nya),
detik ini Annisa merasa diri nya hancur se hancur hancur nya