Annisa

Annisa
pertemuan yang tidak di sangka



tidak melepaskan genggaman tangan nya, mulai dari parkiran sampai kini mereka di lantai 4mall terbesar di kota itu,


adnan dan nisa berjalan, melirik sana sini, menunjuk yang mereka rasa lucu, adnan hampir membeli semua yang nisa pegang, mulai dari baju, aksesoris dan lain nya,


namun nisa melarang nya, ia tak membutuhkan itu, tujuan nya hanyalah berbelanja untuk perlengkapan anak nya, yang dokter perkirakan 3-4 minggu lagi akan lahir,


nisa memandang tangan nya yang adnan genggam, dulu bang Rendy lah yang posesif seperti ini, nisa sampai tak bisa bebas bersama teman teman nya,


adnan menghentikan langkah nya, nisa sedikit tertinggal,


"ada apa? ( adnan melihat mata kekasih nya itu berair, ia hampir menangis)


nisa tersenyum,


lalu menggelengkan kepala nya,


" dulu, bang Rendy yang suka menggenggam tangan nisa begini, dia takut nisa hilang, karena waktu kecil nisa pernah hilang di mall"


"oya??, kamu ceroboh juga rupa nya" (adnan tertawa, ia bukan tidak simpati pada cerita nisa, tapi ia melemparkan candaan, agar nisa tidak sedih)


"kan itu masih kecil mas, nisa aja lupa, tapi bang Rendy selalu menjadikan itu alasan untuk jaga nisa dengan ketat, dia bagai bodyguard"


"kamu kangen mereka?? (adnan, mengusap sudut mata nisa yang mulai basah)


" nisa selalu kangen mereka mas, tiap malam, sebelum tidur, nisa pandangi foto-foto mereka, sampai nisa tertidur,


nisa juga selalu ingin menelpon, tapi nisa takut, bang Rendy bisa lacak no HP nisa"


*nisa mereka mengira kamu sudah berpulang, mungkin akan menyeramkan jika kamu tiba tiba menghubungi mereka ( adnan bergumam dalam hati nya)


"pulang lah, jangan kamu siksa dirimu sendiri dengan rindu, itu menyakitkan bukan??. "


nisa menggenggam jari tangan adnan di pipi nya, tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terperangah menatap kedua nya.. ia terpaku, tidak percaya melihat siapa dua orang yang ada di depan nya, yang sangat mesra itu.


"Annisa.. ( ia memanggil nya, nisa mendengar, dan langsung menoleh, wajah nisa yang tadi nya ceria jadi pucat pasi, adnan pun menoleh, dia merasa kesal sebenar nya, bagaimana mereka bisa bertemu secepat ini, adnan belum merencanakan sesuatu, dia bahkan tidak tau orang ini sedang di sini)


" Annisa... ( dia yoga, memindai tubuh nisa dari atas ke bawah, dan mengulangi nya, lalu melirik ke sebelah nya, menatap adnan, pikiran nya belum bisa menangkap apa apa tentang ini, bagaimana mungkin wanita yang bersama om nya itu mirip sekali dengan nisa, ia sedang hamil besar, yoga pun ingat, mungkin usia kandungan nisa sudah 8 blan kini)


"yoga?? kebetulan kita ketemu di sini, kenalin, ini istri om.. "


yoga menatap nisa lagi, apa yang ia dengar tadi?? istri???


yoga menunduk, ia mencoba menyadarkan diri nya sendiri, nisa sudah meninggal dan siapa yang ada di hadapan nya ini? apakah hanya kebetulan mirip?


nisa takut, menggenggam erat, jari tangan adnan,


adnan mengajak nya maju, menemui yoga, nisa menolak,


"siapa kamu?? ( yoga tiba tiba bertanya begitu, nisa bingung,)


" yoga dia nisa, istri om... " (adnan ingin tau, bagaimana respon yoga) "


"Annisa??, ini ga mungkin kamu kan? ( yoga tidak menghiraukan perkataan adnan, ia mendekat pada nisa, nisa takut, menyembunyikan tubuh nya di belakang punggung Adnan)


"sayang, kamu kenapa? dia yoga keponakan mas, anak nya kak tama pemilik perusahaan"


( adnan memberikan penjelasan, ini sudah terlanjur pikir nya)


nisa menggelengkan kepala


"ga mungkin, kenapa dia di sini, aku udah menghindar selama ini, kenapa bertemu nya lagi"


berarti benar yang aku takutkan, mas adnan bekerja di pratama group, yang sama bersama yoga ( nisa bergumam dalam hati)


yoga mendekat, adnan memasang badan mencegah yoga,


"hey apa yang kamu lakukan yoga, nisa jadi takut"


(adnan memegang dada yoga)


"om, dia Annisa wanita yang yoga cari selama ini"


"apa?? maksud kamu apa yoga?? "( adnan bertanya??)


"nisa bagaimana mungkin,


kamu sudah meninggal" (sambil bergetar yoga berkata)


deg,


"apa?? apa maksud nya yoga?? "


"om, dia Annisa kan? Annisa riani, om tau kan beberapa bulan lalu yoga mencari nya,


ia hilang dan dikabarkan meninggal, mayat nya di temukan di air di bawah jembatan, lalu ini, dia siapa?? "


" apa maksud kamu yoga? (nisa bertanya, wajah nya terlihat marah)


"jadi benar kamu Annisa?? (yoga semakin mendekat)


" yoga ( adnan mendorong pelan dada yoga, ia mencegah nya) "


"om, dia wanita yang yoga cinta selama ini, yoga hampir gila kehilangan nya, dan itu (yoga menujuk perut nisa) nisa,. bilang sama aku kalo itu anak kita? ( mata yoga sudah berkaca, ia terharu, ternyata nisa masih hidup, dan ia mengandung sampai kini,)


nisa menunduk


"mas, ayo kita pulang" ( nisa menarik pelan genggaman tangan nya)


yoga melihat itu, dia cemburu..


"om lepasin nisa"


"kenapa harus om lepas, kita sudah bersama dan kamu siapa? meminta om melepas nya"


yoga menatap lagi nisa


"nisa lihat aku,


( nisa mencium wangi parfum milik yoga, ia menghirup nya dalam, rasa rindu parfum itu terobati)


" yoga, please, pergi lah, aku benci sama kamu"


yoga jelas mendengar itu, hati nya hancur.


bukan kata kata itu yang ingin ia dengar, ketika ia bahagia mengetahui nisa masih hidup,


"nisa maafin aku"


"kalo kamu ga mau pergi, biar kita yang pergi,


ayo mas"


nisa berbalik, adnan mengikuti nya, namun yoga menarik tangan nisa yang satu nya lagi,


"maaasss" ( nisa berteriak, yoga sedikit kuat menarik nya, membuat nisa oleng)


adnan memegang bahu nya, agar nisa tidak jatuh,


tanpa basa basi adnan maju,


bugghhh,


bogem mentah mendarat di pipi mulus yoga,


"massss " ( nisa menjerit) beberapa pengunjung mall memperhatikan mereka)


"kamu udah kurang ajar yoga, mas udah diem aja dari tadi, dia istri mas, kamu paksa dia?? "


yoga memegang pipi nya yang terasa sakit, tenaga adnan begitu kuat,


adnan mencengkram kerah kemeja yoga


"jadi kamu lelaki brengsek yang melakukan itu pada nisa??


dia kabur, dan aku yang menemukan nya, kamu mau apa sekarang?? "


adnan jelas marah, ia ingin melampiaskan ini sejak mengetahui kebenaran nya,


"iya om, dan bayi yang nisa kandung itu anak yoga"


mereka Bersitegang,


" berani menyentuhnya se ujung kuku pun, kamu akan berurusan dengan om"


"maassss"( nisa menarik, baju belakang adnan)


adnan melepaskan yoga,


ternyata ada tiara yang melihat semua ini dari tadi, namun ia diam saja. tiara tau siapa adnan..


adnan memberikan tatapan yang tak bersahabat pada yoga,


nisa menggenggam jari tangan adnan, dan mengajak nya pergi,


mata yoga sudah basah, ia menyaksikan nisa pergi dengan menggenggam tangan om nya, sakittt itu begitu sakit...


*nisa aku bahagia kamu masih hidup, lihat, akan aku rebut bagaimana pun cara nya, kamu mengandung anak ku, aku punya hak atas diri mu...