
hari berganti hari,
masalah berakhir dengan sendiri nya,
di perbaiki oleh keadaan,.
tidak ada yang melapor pada polisi tentang kejadian itu,
terlebih Rendy, ia di minta sang ibu untuk menyudahi semua nya, jangan ada masalah lagi, apa lagi harus ada korban,
cukup sudah, biar Allah yang menghukum nya.
**
nisa memeriksakan kandungan nya yang kini menginjak 4bulan..
syukurlah bayi dan ibu nya sehat,,
masih ada keraguan dalam diri nya, anak ini bukan keinginan nya, tapi bagaimana lagi, nisa juga tak tega menggugurkan nya, benar apa yg pernah Riko bilang, anak ini tidak bersalah, jangan menambah dosa lagi dengan menggugurkan nya,
nisa berjalan pelan, menikmati udara yang lumayan sejuk hari ini,
se jauh ini, kehidupan berlangsung normal,
ia senang membantu bu Ratih, nisa dan bunga pun menjadi semakin dekat,
bunga butuh sosok seorang kakak, dan nisa butuh seorang adik.. mereka kini bekerja sama bisnis online bunga semakin bagus, management keuangan nya pun rapih, nisa mengajarkan nya,
kini nisa dan bunga punya bisnis baru,
kemarin nisa membuat kue, ilmu yang di berikan ibu nya ia perak tekan, hasil nya lumayan memuaskan, bunga iseng meng upload kue itu, tidak di sangka, pesanan kini lumayan banyak, mereka semakin kompak..
gelang yang ia pakai tiba tiba putus,
nisa mengambil nya, mencoba memasangkan nya kembali, ia duduk di pinggir jalan, kebetulan ada tembok untuk dia duduki,
gelang ini pemberian ibu, ia tak mau kehilangan nya, nisa mencoba memakai nya kembali, tapi seperti nya salah satu rantai nya putus, ia kesulitan...
tiiiinnnn,
suara klakson mobil yang mendadak itu mengagetkan nisa, gelangnya jatuh, masuk ke gorong gorong
"yaaaahhh, (nisa panik)
ibu... gelang nya jatuh.. (nisa sudah mau menangis, gorong gorong nya cukup dalam, dan ada beberapa bongkahan batu di bawah sana nisa takut untuk turun)
seseorang keluar dari mobil ,
" nisa? kamu lagi apa? “ (melihat nisa terduduk lesu di atas gorong- gorong)
adnan, mendekat
nisa bangun, melirik ke sebelah nya,
"jadi yang bunyiin klakson itu mas adnan?, nisa kaget gelang nisa jatoh ke sana mas"
(menunjuk ke arah gorong gorong)
adnan mencari gelang yang nisa maksud.
"mas harus tanggung jawab, itu pemberian ibu nisa"
"apa? saya harus turun?"
" ya iya lah mas yang ngagetin nisa"
"ahhh ( adnan mendesah malas, namun ia turun juga, ia tak tega melihat wajah nisa yang berubah sedih)
syukurlah, gelang nya tidak sulit di cari, adnan menemukan nya..
namun gelang itu kotor, adnan meminta nisa mengambil botol air mineral di mobil nya,
" di depan nisa, deket stir mobil" (ucap nya, tangan nya pun kotor)
nisa masuk, mencari nya, namun ia sedikit terpaku, melihat gantungan berlogo pratama group di kaca spion mobil mas adnan..
ga mungkin, itu mungkin nama yang sama, nisa bergegas, ia mengusir perasaan yang timbul begitu saja tanpa di minta, ingatan nya kembali lagi pada yoga
"tolong siram, biar aku yg bersihkan, sekalian cuci tangan"
nisa menurut saja,
menuang sedikit demi sedikit air ke tangan mas adnan,
"kamu dari mana nisa? bu Ratih atau bunga tidak ikut? "
gelang sudah bersih, mas adnan memberikan nya lagi pada nisa
"makasih mas,
nisa baru dari RS, periksa kandungan... "
"apa?? (adnan terkejut)
kandungan? maksud nya hamil?? ( adnan bertanya)
"iya mas, nisa lagi hamil"
sejak tragedi jeruk limau itu, adnan hanya beberapa kali ke warung untuk makan, ia juga jarang bertemu nisa, dan sekarang dia baru tau kalo nisa , hamil yang berarti sudah menikah?
pandangan nya turun ke perut nisa, memang belum terlihat, nisa pun pakai baju longgar
"kamu hamil, berapa bulan? "
"bulan ini ke 4 mas“ (nisa tersenyum, ada gurat bahagia di sana)
" terus kamu sendirian? suami kamu mana? “
pertanyaan itu yang tak ingin nisa dengar,
karna dia tidak memiliki jawaban nya, senyum nya lenyap lagi.
nisa menatap adnan,
ia menggeleng kan kepala, raut wajah nisa tiba tiba suram, adnan melihat itu
"ya sudah, mas sekalian mau ke warung, kita bareng aja"
"engga mas, nisa pake angkutan umum aja"
"nisa kita satu arah dan satu tujuan"
"memang betul, namun nisa tidak mau jadi fitnah untuk siapa saja yang melihat nisa nanti turun dari mobil bersama adnan"
adnan membukakan pintu untuk nisa,
"ayo lah, aku belum sarapan, dan ini sudah mau siang, aku lapar"
terpaksa, nisa menurut.
di mobil...
"mas, pake parfum apa sih??"
(memecah keheningan, nisa bertanya)
"kenapa emang?"
"nisa jadi pusing nyium parfum mas.. "
apa maksud nya parfum ku tidak wangi??,
adnan menggerutu dalam hati nya,
"nisa turun aja ya mas, nisa mual"
"jangan nisa, buka saja kaca nya, mas matikan AC nya"
"shhhhh (nisa tiba tiba meringis, ia merasakan sesuatu bergerak dalam perut nya untuk pertama kali, ia mengusap perut nya,
apa benar ia mulai bergerak, seperti yang dokter bilang tadi, Allah telah meniupkan ruh pada nya???
nisa tersenyum, adnan melihat itu
"kamu ga apa apa nisa?? "
mata nisa sudah berkaca
"bayi dalam perut nisa gerak mas, ini pertama kali nya"
adnan mendengar itu langsung merasa merinding.
nisa terlihat bahagia,
"itu bagus kan? berarti dia aktif. " (kenapa aku jadi kurang senang mendengar nisa hamil)
"iya mas alhamdulillah"
"nisa" (adnan memanggil nya)
maaf jika pertanyaan saya lancang,
suami kamu ada dimana? apa dia kerja? sampai tak sempat menemani ke RS?? “
nisa terdiam, menghirup udara banyak banyak dari angin yang masuk melalui jendela, dada nya tiba tiba sesak
"nisa ga punya suami mas"
ciiittt,
adnan menginjak rem, untung lah ia berada di jalur kiri dan pelan, hingga tak mengganggu pengendara lain..
adnan memandang nisa,
yang di pandangan tertunduk, antara sedih dan malu.
"apa yang terjadi? apa suami kamu meninggal?? "
nisa tersenyum,
cerita nya panjang mas, dan lebih baik mas ga tau..
adnan tau, itu sangat privasi,
oke dia ga akan maksa nisa untuk bercerita,
namun dia penasaran, apa harus bertanya pada bu Ratih??
ya dia akan menanyakan nya,
ini aneh, kenapa aku harus peduli coba?
adnan terus menerus memikirkan hal itu,
tak terasa, sampai lah mereka di depan warung bu Ratih,
adnan menjadi sedikit perhatian, saat mengetahui nisa hamil,
ia tau, wanita yang hamil sedikit sensitif kan??
adnan membukakan pintu mobil
"mas, apa apa an sih, nisa malu nisa bisa sendiri"
adnan tidak menghiraukan nya, ia malah mengulurkan tangan pada nisa untuk nisa jadikan tumpuan,
nisa menggeleng, ia menolak.
adnan yang sedikit bersifat cuek pun mengalah, ia meninggalkan nisa, dan langsung masuk ke warung,
nisa tertawa, adnan sedikit kekanakan..
"mas adnan, kemana aja? jarang mampir?? (sapa bu Ratih)
" ada kerjaan bu, aku laper pengen makan"
Bu Ratih melihat nisa keluar dari mobil adnan
"itu nisa, kalian bareng bareng?? "
nisa masuk ke warung,
"iya, saya nemuin dia di gorong gorong"
"apa?? ( Bu Ratih kaget. nisa pun terperangah)
emang aku apaan di gorong-gorong, tikus?? (nisa bergumam dalam hati)
" tanya aja ama nisa nya" (adnan pergi duduk, menunggu makanan nya)
"gimana cerita nya?? (bu Ratih kepo)
" iya bu, nisa pulang dari RS, gelang nisa jatoh ke gorong gorong, nisa kesulitan, alhamdulillah ada mas adnan lewat, dia bantu nisa"
"ooowwwhhhhh, (bu Ratih ngangguk ngangguk)
dia emang begitu, ngomong nya ceplas ceplos (berbisik pada nisa)
" iya bu, nyebelin ya"
mereka tertawa,
"ya sudah, kamu pulang saja, ada pesanan kue kan?? “
" iya betul bu,
ga apa apa nisa tinggal?? "
"ga apa apa, tenang aja"
nisa menoleh pada adnan, ia sedang sibuk dengan HP nya
"masss, " (nisa memanggil nya)
adnan sedang fokus dengan HP nya, namun suara panggilan dari nisa membuat hati nya sedikit tersengat, ia menoleh, dengan gaya so cool nya.
"makasih tumpangan nya, nisa pamit dulu"
seperti biasa, adnan tersenyum kecil, dan mengangguk
seperti nya aku sudah mulai gila nisa,
mana mungkin aku punya perasaan pada wanita hamil, dan milik orang.. mau jadi apa aku ini
_ mas adnan☺_