
ibu meminta bi yuni menyajikan makanan,
setelah tau nisa tinggal di mana, mereka pasti kelelahan dan lapar perjalanan cukup jauh,
nisa ingin membantu, namun di cegah oleh ibu, ibu terus saja memeluk nya, meluapkan rasa rindu.
ayah di perjalanan, ia tidak tau yang sebenar nya terjadi di rumah,
ibu hanya bilang "cepat pulang, ada tamu"
ibu ingin memberi kejutan.
Adnan dan Rendy sedang berbicara di ruang keluarga, mereka tampak akrab,
mereka membicarakan masalah yoga, Adnan memberikan penjelasan mengapa nisa dia bawa ke sini,
tentu Rendy menyetujui nya dengan senang hati, nisa putri satu satu nya di sini, pasti semua akan senang dengan kelahiran cucu pertama di rumah ini,
diam diam, Rendy mengagumi Adnan, dia bukan orang biasa, dari finansial, menjanjikan, dengan posisi nya itu dia bisa saja memilih wanita yang pantas mendampingi hidup nya, namun dia memilih nisa sebagai istri nya,
Adnan sudah cukup matang usia nya, dan di atas usia Rendy, semoga dia bisa mengayomi nisa, Rendy pun melihat nisa sangat sayang pada suami nya" (itu harapan seorang abang untuk adik perempuan satu satu nya)
"nisa pernah pulang, tapi ibu ayah dan bang Rendy berangkat" (nisa tidur di pangkuan ibu nya, di atas karpet bulu yang empuk,
di sebrang nisa ada Rendy dan Adnan di sofa)
"berangkat kemana??, lalu kenapa nisa ga manggil?? "
nisa memandang wajah ayu ibu nya..
"nisa pulang di antar sama mas Adnan waktu itu, nisa lihat mobil bang Rendy keluar , nisa penasaran, nisa sama mas Adnan ngikutin aja, tapi ternyata kalian ke rumah mas riko"
wajah ibu berubah, ia terlihat berfikir
"apa nisa ada di sebrang rumah riko waktu itu?? (tanya ibu)
" iya bu, nisa lihat mas riko keluar pakai baju pengantin, dan ga lama kalian pergi antar mas riko, nisa jadi ga jadi nemuin kalian"
"bang, ingat ga kata ibu waktu itu, ibu melihat nisa di mobil dekat rumah riko??" (ibu bertanya pada Rendy) "
"berarti itu benar kamu dek?" (Rendy ikut bertanya)
nisa mengangguk
"apa ibu liat nisa? "
"ibu lihat sayang, namun ibu pikir mungkin kalian hanya mirip"
“waktu itu nisa belum nikah sama mas Adnan, dan ga tau yang sebenar nya terjadi, nisa merasa kecewa bu, nisa pikir mas riko dengan mudah nya melupakan nisa, tapi setelah tau kejadian nya seperti ini, nisa coba ikhlas melepas mas riko (nisa menoleh pada suami nya, dia lupa, pembahasan seperti ini mungkin tidak di inginkan para lelaki,
namun tidak dengan Adnan, Adnan tau semua nya, dia malah tersenyum menatap nisa)
ibu memebelai rambut putri nya,
"maafkan kami sayang, semua begitu kebetulan, wanita yang kita temukan persis seperti mu perawakan nya, rambut nya,
tapi karena dia sudah meninggal beberapa hari di air, wajah nya mulai tidak jelas, kita ga ngenalin udah mulai bengkak"
nisa termenung,
"nisa saking kesal nya sama laki laki itu, nisa ga mau dia tau nisa dimana, nisa buang semua data nisa"
"kita hampir putus asa nisa,
kamu pergi, lalu ada kabar di temukan, tapi sudah tidak bernyawa, apa kamu tau gimana perasaan ibu?? "
"maafin nisa ya bu ( nisa memiringkan tubuh nya memeluk perut ibu nya menciumi tangan nya)
" assalamu'alaikum " (ayah datang)
"waalaikumsalam, (nisa menyembunyikan wajah nya dalam pelukan sang ibu, ia menggoda ayah nya)
ayah datang, yang ia lihat pertama adalah Adnan, Adnan bangkit, mencium tangan ayah mertua nya,
ayah hanya tersenyum, belum tau titik permasalahan nya,
Rendy pun mencium tangan ayah nya,
ayah beralih pada ibu, ia bertanya melalui mata nya, ibu tersenyum, mengusap rambut putri nya
ibu menganggukan kepala, menepuk karpet di sebelah nya meminta ayah duduk, ayah menurut,
sempat tengok kanan kiri, karna tidak mengerti ada apa, dan siapa wanita hamil yang di pelukan istri nya.
nisa merapihkan rambut ke belakang, ia bangun, berbalik perlahan pada sang ayah..
ayah terkesima,
tidak dapat berkata apa apa, bibir nya kelu, gadis kecil yang sangat ia rindukan, namun ayah tidak terlalu memperlihatkan kesedihan nya pada ibu selama ini,
mata ayah berkaca,
"ayah.... " (nisa menyentuh pipi ayah nya ia pun menangis lagi, laki laki ini yang juga ia rindukan, ayah yang tegas, namun penyayang)
"ini nisa yah, (ayah malah menggeleng, ia berkedip, jatuhlah air mata nya)"
nisa memeluk nya erat, ayah belum merespon, ia menatap istri nya, ibu mengangguk meyakinkan suami nya
akhir nya ayah tersadar, ia juga memeluk nisa,
"gadis kecil ayah"...
" maafin nisa ya yah, nisa bikin semua berantakan“
ayah melepaskannya,
melihat dengan teliti wajah anak nya, lalu ia mencium kening nya,
Adnan, Rendy dan ibu terharu,
*nisa begitu di sayangi oleh keluarga nya, dan ternyata kamu gadis manja sayang, selama ini aku salah menilai, aku kira kamu perempuan yang tangguh (Adnan memperhatikan interaksi mereka)