Annisa

Annisa
kedatangan papah dan mamah



Tama dan riana dalam perjalanan, mereka sengaja tidak memberitahu yoga meraka akan datang, ini harus di luruskan pikir nya.


yoga mempercepat langkah nya, menuju ruang perawatan nisa, nisa telah di pindahkan ke kamar nya, penjagaan tidak terlalu ketat, keluarga nisa bisa menemani nya se lama mereka mau, itu karena permintaan ibu pada yoga,


nisa sedang menggendong anak nya, ini pertama kali di lakukan setelah melahirkan,


nisa menangis menatap putra nya, ia begitu tampan, nisa tidak menyangkal yoga pun tampan, alis anak nya mirip dengan alis yoga,, nisa mencium nya, jagoannya mengeliat, itu sangat lucu nisa tersenyum,


tanpa ia sadari yoga melihat nya, ia berdiri di depan pintu, melihat pemandangan itu hati nya terrenyuh, kedua nya mulai sehat, tidak ada kebahagiaan selain itu,


"razky maalik akbar" apa itu cocok untuk nya bu?? (kata nisa memberikan nama untuk anak nya)


razki adalah rezeki, dan maalik adalah pemilik, akbar adalah besar, jadi dia pemilik rezeki yang besar"


"MasyaAllah, nama yang sangat bagus nisa, betul kan yah?"


"betul nak, jadi apa sebutan nya, razky, malik, apa akbar?? "


"panggil ia razky ayah" (nisa tersenyum bahagia)


"razky malik akbar pratama" jangan lupa akan keluarga nya (seseorang berkata dari arah pintu, )


yoga pun menoleh ke belakang, papah dan mamah nya di sana, mereka datang...


"pah, mah, kalian datang?? "


tama memeluk anak nya, ia tersenyum pada nisa


ibu, ayah dan Rendy, menatap mereka,


entah apa yang harus mereka lakukan, menyambut nya? atau apa?


yoga bergantian memeluk mamah nya, mamah nya mulai berkaca, ia tak sabar ingin melihat cucu nya,


tama maju, semakin mendekati keluarga nisa,


"assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam (keluarga nisa kompak menjawab tama tersenyum, ia tulus)


" maaf, kami datang berkunjung, perkenalkan, saya tama, ayah dari yoga, dan ini istri saya riana, riana menangkup kan kedua tangan nya, memberi salaam, ibu mengangguk membalas salam dari riana"


"kami datang ingin melihat nisa, dan cucu kami, apa boleh??" (riana meminta ijin, ibu ayah dan Rendy saling lirik, mereka melirik pada nisa, nisa mengangguk)


ibu dan ayah bergeser, memeberikan tempat untuk riana mendekat,


"nisa (mamah menyapa nya, nisa tersenyum kecil, tidak riana pungkiri, nisa sangat cantik, bahkan dalam keadaan nya seperti ini, ia sedikit pucat tanpa makeup)


apa kabar sayang?? "


"baik"


riana tersenyum, nisa nampak canggung, hati nya begitu sedih melihat kondisi nisa, nisa yang ia lihat di foto nampak berisi, kini seperti nya lebih tirus, padahal ia baru melahirkan,


"jadi nama nya razky,? "


"boleh mamah gendong?"


nisa ragu, ia menatap wajah mamah dari lelaki yang ia benci,


*nisa, mamah nya yoga tidak bersalah, bagaimana pun razky cucunya kan? ( nisa sedikit berdamai dengan hati nya),


riana menunggu, nisa sedikit mengangkat razky, ia menyerahkan pada riana,


riana tersenyum bahagia menyambut nya,


"terimakasih nak, sayang, sini sama nenek"


tama tersenyum., riana tampak senang, ia menoleh pada suami nya,


"pah, sini lihat razky sangat tampan"


tama mendekat, menatap cucu yang sedang di gendong istri nya


mengusap pipi cucu nya dengan satu jari, razky terusik, wajah nya langsung memerah ia menangis...


"owh sayang, cupp cupp, kan sama oma, razky belom kenal ya" (riana mencoba menenangkan nya)


mata nisa memanas, ia menatap tama papah yoga, perawakan nya hampir mirip dengan Adnan, seperti nya Adnan lebih tinggi sedikit,


wajah nya pun, mata dan hidung nya, itu sama dengan suami nya,


nisa berkedip, menjatuhkan air mata yang memenuhi mata nya,


tama menatap nisa yang tertunduk, lalu beralih pada ayah,,


"tuan, bisa kita bicara sebentar"


tidak menunggu lama, ayah mengangguk, keluarga nisa keluar, meninggalkan riana dan nisa di dalam,


razky sudah di kembalikan untuk nisa gendong, ia langsung terdiam lagi tanpa di beri susu,


"nisa sayang, (riana memanggil nya, penuh kelembutan, nisa menjawab nya dengan tatapan),


maaf untuk semua nya, mamah sebagai perempuan ikut marah pada anak mamah, mamah tidak di pihak nya untuk hal ini"


nisa diam, ia tidak mudah percaya,


"di mana mas Adnan?, nisa butuh dia mah"


panggilan mamah dari nisa membuat riana senang, tapi masalah Adnan, apa yang harus ia katakan??


yoga masuk, membuat nisa dan mamah nya menoleh,


"mah, yoga akan memindahkan perawatan nisa, nisa akan di rawat di rumah mamah"


nisa membelalakan mata, apa maksud nya???


"engga yoga aku ga mau, aku mau pulang ke rumah ibu ku"