
Nisa duduk di samping jenazah suami nya, Rendy duduk di depan nya, ia melihat Nisa melamun memandang Adnan
"takdir seperti apa yang Nisa punya bang?
apa salah Nisa sampai Nisa mengalami semua ini??
setiap Nisa baru merasa bahagia kenapa ada sesuatu terjadi di luar nalar Nisa,
Nisa ga kuat bang,
Nisa ga tau harus gimana hidup tanpa mas Adnan, dia laki laki terbaik yang Allah kirimkan untuk Nisa, mas Adnan mau Terima Nisa saat kondisi Nisa paling hina"
Rendy tidak bisa berkata apa apa,
ia menyaksikan sendiri bagaimana Adnan merawat Nisa setelah ia melahirkan sampai kini Nisa hampir hidup kembali normal, Adnan malah pergi,
bukan hanya Nisa yang dia sayang, Adnan menyayangi Razky seperti anak kandung nya sendiri.. Adnan menyayangi ibu dan ayah seperti orang tua nya se diri. Adnan memanjakan semua orang di rumah..
"Nisa, abang yakin Adnan sudah tenang, dia pergi tanpa beban apa pun,
melihat kamu hidup seperti biasa nya setelah kemarin kamu terpuruk melahirkan,
kini tugas kamu,
kamu harus terusin perjuangan nya,
kamu ga boleh lemah,
rawat diri kamu sendiri,
karna Adnan bekerja keras untuk kamu selama ini,
kamu harus tegar untuk Razky,.. "
Nisa menunduk,
"Nisa ga tau bang, apa bisa Nisa melewati semua ini"
"Allah ga akan ngasih cobaan melebihi batas kemampuan umat nya,
Allah yakin kamu bisa"
_ mass..
bilang sama aku, aku harus gimana?
kamu terlalu indah untuk aku lupakan mas..
waktu begitu singkat, namun memang sangat berkesan buat ku,
maaf jika selama jadi istri mua kau begitu banyak kekurangan_
perjalanan jauh telah Nisa tempuh,
ini sudah pukul 10 malam,
ibu dan ayah tak kuasa membendung air mata nya melihat iring iringan mobil ambulan masuk ke halaman rumah nya
"ya Allah Adnan...... " ibu menangis di pelukan ayah,
Rendy menguatkan Nisa untuk keluar mobil, sopir ambulan telah menunggu nya,
Herry dan yopi bergegas membantu Nisa turun, dia sangat rapuh istri dari bos nya itu tidak bisa berdiri tegak,
Nisa menatap kang yopi, ia salah satu saksi kehidupan Nisa dengan Adnan
"kang... " ucap Nisa berderai air mata
"kita semua berduka teh bang Adnan orang baik" ucap yopi
Nisa mengangguk yakin, itu memang kenyataan nya,
yopi menggenggam tangan Nisa bersebelahan dengan Rendy, berjalan menuju sang ibu yang sudah menunggu,
menantu nya sempat pamit lewat telpon, karna ibu dan ayah lebih dulu berangkat ke resto, tapi tidak menyangka akan jadi begini.
Nisa melihat sekeliling halaman rumah nya telah di penuhi karangan bunga dari rekan bisnis suami nya, menggapai tangan sang ibu Nisa memeluk nya erat, tangis kedua nya pecah.. tidak ada kata kata diantara mereka, air mata mewakili semua nya..
Tama menandu keranda adik nya ke dalam rumah Nisa, rumah telah siap karna Rendy sudah memberi kabar sebelum nya,
jnj sudah malam.. dan Adnan akan di kebumikan besok, Nisa berbaring di sebelah jasad suami nya, ia terus melamun, tanpa isakkan namun air mata nya menetes terus,
Riana terlihat menggendong sang cucu Razky terus menangis,
lantunan yasin dan alquran terdengar menghangatkan suasana..
" Adnan datang ke rumah, kami memang punya janji, membicarakan soal bisnis kami karna Adnan berniat akan menetap di sini. tidak ada yang mencurigakan semua tampak biasa, ia malah melemparkan candaan pada kami "
Tama mengobrol dengan ayah,
ibu membaca yasin dengan Rendy,
dan Riana menemani Nisa yang terus saja melamun..
_ Nisa Adnan begitu mencintai kamu, kami wanita beruntung, dan Adnan beruntung juga mendapatkan kasih sayang dari kamu, pernikahan pertama nya penuh kekecewaan..
dia terus mengagungkan kamu Nisa pada kami sebelum dia kecelakaan, sungguh takdir tidak bisa di tebak bukan?? _
Nisa tertidur di sebelah Adnan,
tidak ada yang berani mengganggu nya, biarlah Nisa begitu dulu,.
Tama dan ayah Riyan bergantian membacakan yasin itu tidak terputus sampai subuh datang,
Nisa terbangun,
matanya langsung tertuju pada jasad suami nya di sebelah,
_ ya Allah.. ini bukan mimpi?? _ gumam nya dalam hati,
langit semakin terang, pemakaman akan di lakukan, sebetulnya pemuka agama di sana melarang Nisa untuk pergi,
namun mereka semua tidak tega Nisa menangis ingin pergi melihat terakhir kali nya suami nya,
semua tampak sibuk,
Randy, ayah, Tama bersiap menerima Adnan di Liang lahat nya,
_ kamu tak pernah bertanya sejak dari awal
_ kamu berikan semua tulus dari hati
_ kamu tidak pernah berkata apa pun, tidak juga
menilai ku,
_ kau berikan semua nya padaku dengan senyum,
_ kau matahariku,
_ kau bayangan ku,
_ aku tak tau yang lain lagi sekarang kecuali
aku melihat mu bagai tuhan ke dua ku,
apa yang harus ku perbuat saat kau tak ada???
Nisa menatap kosong pada pusara suami nya,
melihat bagaimana semua orang menimbun tubuh suami nya dengan tanah,
Nisa menangis se jadi jadi nya,
hilang sudah harapan nya, kini ia benar benar tidak bisa melihat sang suami,