
Beny memerintahkan beberapa orang untuk mencari Nisa,
ia menyambut hari kedatangan Yoga yang langsung di sembunyikan dari awak media,
mereka berpelukan, Beny sungguh tidak percaya kebenaran ini.
"bos.. nona Nisa, tadi pagi drop dia di bawa ke rumah sakit"
"apa? gimana bisa ben? ayo kita harus pulang"
"tapi bos... non Nisa kabur dari rumah sakit setelah berdebat dengan ibu nya "
Yoga terdiam,
"Nisa pergi?? " yoga takut Nisa akan nekat seperti dulu, pergi jauh dari nya..
setelah urusan data untuk bandara, Yoga akhirnya bisa di ijinkan pulang,
ia tak bisa menutupi kebenaran nya bahwa ia telah pulang... Yoga menelpon Mama nya walau begitu banyak keraguan yang Mama katakan seperti Beny awal nya.. namun akhirnya Mama percaya
"mah, Yoga langsung cari Nisa ya? “
" baiklah sayang.. berikabar sama kita nanti kita nyusul ya.. "
awan sudah gelap, gerimis mulai datang,
Nisa duduk di rerumputan, ia tertidur beralaskan tangan di atas pusara suami nya.
hujan tak menghalangi yang Nisa lakukan..
"mas... bawa Nisa pergi, Nisa ga tahan" hanya itu yang Nisa ucapkan. matanya terus saja memandangi baru Nisan suami nya.
mobil yang Beny bawa sampai di parkiran pemakaman.. entah mengapa hati Yoga mengatakan bahwa Nisa datang kemari,
Yoga melihat seseorang berada di makam om nya, ia yakin itu Nisa,
'ben aku ke sana.. kamu kasih kabar ke keluarga ya kalo kita di sini "
"siap bos"..
menelusuri jalan menuju makam om nya.. Yoga semakin yakin bahwa yang ada di sana adalah Nisa, calon istri nya
isak tangis Nisa terdengar saat Yoga lebih dekat,
Yoga bersimpuh di belakang Nisa.. ia tak tega melihat Nisa kehujanan begini
" Annisa " Yoga memanggil nya
Nisa mendengar itu, ia terdiam, tubuh nya tiba tiba kaku, hanya satu orang yang dulu sering menyebut nama nya dengan sebutan begitu, Nisa bangun, namun belum membalikan tubuh nya.. ia takut ini hanya halusinasi
"sayang... " suara Yoga bergetar, Nisa menagis, ia kebalikan tubuhnya, panggilan itu sangat ia hafal,
Yoga tersenyum, mereka berhadapan, mata Nisa terlihat membelalak, ia pasti tidak percaya dengan apa yang ia lihat,
Nisa menggeleng,
"sayang ini aku Yoga... "
Yoga mengulurkan tangan nya, namun Nisa tidak. merespon. ia masih menggelengkan kepala nya,
ia malah menagis, kedua tangan nya menutupi wajah nya, Nisa teriak...
"pergi yoga pergi.... "
Yoga tak tahan, ia mendekat memeluk Nisa,
Yoga merasakan tubuh Nisa menggigil,
"sayang liat aku"
Yoga menangkup kedua pipi Nisa, mereka saling tatap,
"aku pulang, aku janji kan akan pulang sebelum kita menikah?? “
Yoga tersenyum, juga menangis bersamaan. ia menyatukan kening mereka,
" aku harap ga akan terbangun lagi jika ini mimpi" ucap Nisa
"sayang ini beneran aku, lihat aku".
Yoga meraih tangan Nisa yang dingin, ia menempelkan tangan Nisa di pipi nya, lalu Yoga mengecup kening nya,
Nisa percaya.. ia langsung memeluk Yoga.
Mama dan Papa yang baru sampai di pemakaman pun melihat itu semua..
" Yoga... " Mama berteriak, ia setengah berlari menemui putra nya.. Tama pun menyusul nya.
"sayang.... " Riana membuang payung nya, ia memeluk Yoga dan Nisa bersamaan...
"ayo kita pulang sayang, kasihan Nisa"
Yoga setuju, Riana meminta Yoga dan Nisa untuk ikut di mobil nya Riana sangat rindu dengan putra nya..
keluarga Nisa telah di beri kabar.. ibu telah sampai di rumah dengan ayah.. Nisa dan Yoga akan pulang dulu ke rumah Nisa
sepanjang jalan Yoga terus memeluk Nisa, ia begitu pucat,
setelah mereka sampai di rumah.. ibu begitu bahagia melihat Yoga, ia memeluk Yoga dan Nisa bersamaan..
"ya Allah ya Allah... Allah Maha Baik pada kita..." ucap ibu memeluk kedua nya
"bu, maafin Nisa ya.. "
"ibu ga marah sayang.. maafin kami yang udah ragu sama kepercayaan kamu"
Nisa mengangguk,
mereka akhirnya masuk, Nisa Yoga, dan Riana berganti pakaian.. semua berkumpul di ruang tamu,
Yoga menggendong putra nya, mendekap erat Razky, menciumi nya...
semua mendengarkan cerita Yoga, ia bersyukur di pertemukan dengan orang orang yang baik...
"Yoga.. Mama hampir menyerah, Mama hendak membatalkan semua acara, namun Nisa melarang, sebelum kamu di temukan, Nisa ga mau batalin semua nya, walaupun nanti saat waktu nya kamu belum di temukan.. "
Yoga menatap Nisa, ia tersenyum, mengusap kepala calon istri nya,
"makasih sayang, kamu yakin aku akan pulang?? “
Nisa mengangguk
" hati kecil aku mengatakan itu Yoga"...
semua keluarga langsung sibuk..
ini seperti pernikahan dadakan.. besok siang Nisa dan Yoga akan melangsungkan ijab kabul..
dan sore akan di laksanakan resepsi..
WO di berikan kabar, tidak ada pembatalan.. semua akan berjalan seperti seharus nya..
pagi Yoga ada jadwal untuk konfrensi pers, bagaimana dunia kini menyorot nya, wajah nya tampil di seluruh stasiun TV.. jadwal undangan dari stasiun TV berdatangan.. namun jelas Yoga tolak, ia akan fokus ke pernikahan nya, dan setelah itu rencana bulan madu yang sudah ia persiapkan haruslah terjadi...
Nisa tersenyum. melihat wajah calon suami nya di TV.. "ya Allah. yang maha pengasih... terimakasih atas segala keajaiban yang engkau hadiahkan untuk ku"
tak mau membuang waktu, Yoga malah berada di rumah Nisa dengan alasan rindu putra nya..
padahal mama sudah melarang yoga datang ke rumah Nisa,
putri nya Cindy pun telah datang sore ini, ia merasa lega mendengar semua nya..
Yoga memeluk putra nya, mereka tertidur. Nisa tidak tega membangunkan Yoga, ia terlihat nyenyak sekali,
telpon nya tak berhenti berdering.. telpon dari Dian dan Beny terus saja tiada henti.. Yoga yang belum memberikan no HP baru nya membuat Nisa kewalahan..