
Tama nampak melamun di kantor nya,
Yoga melihat papah nya itu melalui kaca pintu, ia mengetuk nya, entah karna apa papah nya itu memanggil nya sore sore begini saat ia akan pulang.
"masuk lah" ucap Tama mengangguk,
" papah ga akan pulang?
ini udah jam 4" ucap Yoga sambil duduk di depan kursi papah nya,
"Yoga, papah lagi berpikir,
karna om kamu udah ga ada, dan Nisa sebagai ahli waris nya, otomatis Nisa yang akan memegang perusahaan 50%,
papah lagi mikir..
apa Nisa pegang perusahaan yang di sana saja yang kamu pimpin"
"ya, begitu pun bisa. tingal hitung persentase saja" ucap Yoga sedikit cuek..
"nah, satu lagi...
Nisa kan belum mengerti tentang perusahaan,
papah tugasin kamu buat mentorin dia sampai dia bisa"
Tama sebenar nya tau Yoga masih punya rasa pada Nisa, bukan memanfaatkan keadaan, Nisa kini sudah sendiri kan?
mungkin ada peluang untuk putra nya,
Yoga memandang papah nya, mencerna kata kata yang baru saja terhenti dari mulut papah nya.
"maksud papah?
Yoga kembali ke sana, dan ajarin Nisa tentang semua nya bisnis om Adnan?? “
" nah begitu maksud papah "
Yoga tersenyum kecut
"papah mau ngeledek Yoga?
papah tau Nisa siapa buat Yoga? "
"hahhahaaaa" Tama tertawa.. ternyata anak nya rada bodoh juga
"Yoga, bukan kah itu bagus,
kalian jadi sering bertemu,
Nisa sudah sendiri.. ia punya anak dari kamu, apakah itu bukan suatu peluang untuk kamu dekat kembali dengan Nisa?? "
setelah beberapa detik terdiam.
Yoga tersenyum.
ia seperti nya baru sadar apa arti kata kata papah ny,
"ah papah ni kadang kadang" ucap Yoga tertawa
"hahhaaa.. jadi bagaimana kamu mau kembali ke sana?? “ Tama menegaskan lagi pada Yoga,
Yoga mengangguk yakin.. ia tersenyum,...
waktu cepat sekali berlalu..
Yoga telah berada kembali ke kantor nya namun Nisa belum mau ke kantor,
besok tanggal ulangtahun putra nya Razky, yang ke satu tahun, Yoga akan mengajak putra nya pergi ke taman bermain,
Nisa ke walahan karna Razky sedang tidak nafsu makan, mereka sedang berada di teras depan saat Nisa menyuapi Razky sarapan..
tinn tinn...
sebuah mobil masuk ke halaman karna kebetulan gebang sedang terbuka.. bi yuni sedang bersih bersih...
Nisa mendesah malas..
ia tau siapa yang datang..
"assalamu'alaikum jagoan papah... " Yoga keluar dari mobil nya, membawa kado yang entah apa isi nya, namun nampak besar.
"waalaikumsalam" jawab Nisa sekena nya
"lho mata nya berlinang begitu? Razky nangis?? "
Yoga memberikan tangan nya untuk menggendong Razky, Nisa memberikan nya
"lagi susah makan, dia rewel"
"coba sini papah yang suapin"
Yoga duduk ia meminta mangkuk makan milik Razky pada Nisa,
ya begitu lah.. Razky masih rewel..
"oke mari jangan paksa dia, mungkin lagi ga kepengen makan" ucap Yoga mengelap mulut putra nya yang belepotan..
Nisa hanya memperhatikan mereka tanpa ekspresi, Yoga sering datang walau hanya untuk bermain bersama putra nya,
"Nisa...
aku mau bawa Razky main.. apa boleh? hari ini ulangtahun nya kan?? “
"main kemana? "
"ke taman bermain, atau kemana lah, liat binatang, ngasih makan binatang"..
" ya silahkan.. "
"makasih ya.. kalo gitu jagoan papah ganti baju dulu ya? “ Razky tampak tersenyum. Yoga senang melihatnya
" lihat Nisa dia seperti nya suka"
Nisa tidak menjawab,
ia meraih Razky dalam gendongan yoga,
membawa nya ke dalam, tanpa mempersilahkan Yoga masuk sekedar minum air putih,
namun Yoga tersenyum.,
ia sudah terbiasa dengan sikap Nisa,
"Yoga, ko di luar aja, ayo masuk?? “
" ga apa apa bu" Yoga menyalami ibu,
"oya?? jangan sore sore pulang nya, ibu mau bikin tumpeng buat syukuran Razky"
"oya??
baiklah kita ga akan lama ko bu"
ibu tersenyum.
" apa Nisa mau pergi dengan Yoga? tumben sekali?? “ ibu bergumam dalam hati
setelah menunggu,
Nisa keluar juga.. membawa tas dan gendongan Razky, Yoga tampak aneh.. Nisa belum bersiap, ia masih pakai baju rumahan...
"ini.. ada susu, dan 3 botol di dalam nya.. di termos udah aku isi penuh air panas, ini air dingin nya. jadi kalo Razky mau minum susu kamu racik sendiri...
di dalam ada baju ganti sama popok, tisu basah, minyak kayu putih, lotion dan minyak wangi buat Razky"
Nisa menyodorkan gendongan pada Yoga, ibu yang melihat nya terpaku..
"maksud nya kamu ga ikut?? “ tanya Yoga ragu
Nisa menggeleng,
"kamu tadi bilang mau bawa Razky kan?? nah ini aku siapin"
"tapi Nisa, kalo aku pergi berdua dengan Razky saja seperti nya sangat repot"
"lho, harus nya kamu tau konsekuensi nya kalo bawa Razky maen begitu" Nisa mulai meninggikan nada bicara nya..
"Nisa...
maksud aku, aku mau bawa Razky main.. tapi aku ga bisa pergi sendiri.. aku harap kamu ikut"
Nisa menggeleng lagi,
"aku ga mau pergi, mau siapin acara buat sore,
ajak aja bi yuni buat jaga Razky" ucap Nisa
Yoga melongo.. ibu menutup mulut nya tertawa
"baik lah, aku pergi"
Nisa masuk ke rumah meninggalkan Yoga,
Yoga menggendong Razky,
tangan kiri nya menjinjing tas yang Nisa siapkan, dan ternyata cukup berat..
"bu.. kita berangkat ya... "
"Yoga jangan di paksakan berangkat. kamu pasti repot, kasian Razky juga"
"ga apa apa bu, Yoga bisa"
Yoga menjinjing tas menuju mobil, ia telihat repot sekali di tambah Razky yang tidak mau diam..
ibu buru buru masuk ke rumah. menghampiri Nisa di kamar yang malah bersantai memainkan HP nya..
"Nisa.lihat Yoga dia kesulitan.. "
"bu itu kan mau nya dia"
"denger ibu nak..
kamu ga mikirin Razky,
kalo dia nangis, Yoga panik.. terus bikin susu kepanasan gimana?,
Razky anak nya aktif, kalo yoga kewalahan terus jatuh gimana?,
kalo dia pup.. Yoga ga bisa bersihin gimana? "
Nisa terdiam..
bayangan hal yang ibu sebutkan tadi tergambar dalam pikiran nya,
ia tanpa basa basi bangun dan pergi keluar
"yoga.... "
Nisa memanggil nya, Yoga baru saja hendak memundurkan mobil nya
Nisa mengetuk kaca mobil Yoga,
"ada apa? " tanya Yoga ketus
Nisa melihat nya menggendong Razky sambil menyetir,
"kamu nekat banget pergi? kalo ada apa apa sama Razky gimana? "
"aku papah nya Nisa, aku bisa"
Nisa tersenyum meledek,
Yoga memudurkan lagi mobil nya sedikit..
"Yoga stop"
Yoga terdiam, menatap Nisa yang terlihat sedang berpikir,
"aku ikut... tunggu aku ganti baju dulu"
Yoga tersenyum senang, rencana nya berhasil mengajak Nisa keluar rumah dengan alasan putra nya..
ibu yang melihat kehebohan Nisa dan Yoga tersenyum.
"bu. Nisa pergi sebentar ya, Nisa ga percaya sama Yoga"
"baiklah.. mungkin Yoga mau kasih hadiah buat putra nya.. hati hati ya kalian"
"iya bu"
Nisa bergegas pergi, setelah siap
Yoga pura pura cuek pada Nisa,
ini ya g Nisa takut kan. dalam posisi ini bersama yoga,
ibu di depan pintu tersenyum.
Nisa buka hati mu nak, Yoga kelihatan nya sungguh sungguh, bukan kah dia bisa mencari wanita seperti apa pun yang ia mau..
namun Yoga sampai kini belum menikah juga,