
Riko menatap makam nisa,
makam yang sudah lebih rapih, keluarga nya memberi warna merah sesuai warna kesukaan nisa untuk keramik yang di pasang,
besok Riko akan menikah,
ia di jodohkan dengan wanita pilihan mamah nya,
mamah nya sedih, melihat Riko selalu murung, ia seperti tidak bersemangat untuk hidup setelah kepergian nisa..
Riko menyetujui keputusan mamah nya, ia putus asa, bagaimana pun nisa tidak akan kembali lagi..
"maaf, nisa.. besok mas akan menikah, walaupun begitu, kamu akan tetap ada di hati mas, mas doakan semoga kamu tenang di sana, semoga kamu di tempatkan di tempat terindah di sisi Allah"
Riko menaburkan bunga yang ia bawa, hingga memenuhi makam, mengusap batu nisan yang terukir nama indah di sana Annisa riani,
Riko tersenyum, ia pamit..
***
setiap hari menjelang tidur nya, nisa selalu memandangi foto foto keluarga nya,
entah mengapa, malam ini rasa rindu nya berkali kali lipat, ia tak enak hati, nisa takut terjadi sesuatu di sana,
nisa keluar dari kamar nya,
menemui bu Ratih yang sedang bersantai di taman belakang, menikmati kopi nya
"bu... (panggil nisa)
" iya sayang, sini duduk sama ibu.. (bu Ratih melihat wajah nisa yang seperti cemas)
ada apa nisa?? “
"bu, kebetulan besok nisa sama bunga libur bikin kue, nisa pengen pulang dulu"
"pulang??? maksud kamu ke rumah ibu kamu?? "
"iya bu, dari tadi perasaan nisa ga enak,
akhir akhir ini juga nisa merasa bersalah, nisa gak ngabarin sama sekali keluarga nisa"
"ibu ga bisa larang kamu nisa..
kapan kamu mau pulang nya?? "
"besok udah subuh aja, ibu punya kenalan buat sewa mobil?? "
"coba ibu tanya kang yopi dulu, mudah mudahan dia ada temen nya yang punya"
nisa mengangguk,
"makasih bu, "
"sama sama sayang"
pas, saat bu Ratih memegang HP nya, telpon masuk dari adnan,
bu Ratih melirik nisa
"adnan telpon, " (bu Ratih berbicara pada nisa)
ia menerima nya
"assalamu'alaikum mas adnan"
"Waalaikumsalam, bu Ratih maaf mengganggu,
apa kang yopi lagi di rumah?"
"yopi? ga ada mas, ini baru ibu juga mau telpon dia.. "
"owh, HP nya ga aktif bu,
ibu ada perlu apa ama kang yopi? "
"ini nisa mau pulang ke rumah ibu nya besok,
saya mau minta kang yopi nyari mobil buat nisa"
"nisa pulang?? "
"iya mas, rencana nya besok sudah subuh, jadi biar pagi sampai ke sana, lumayan kan 3 jam perjalanan"
"ya sudah, sekalian saya cari mas yopi, nanti saya kabarin ya bu"
"maksih ya mas adnan, jadi ngerepotin"
"ga apa apa bu, sekalian saya ada perlu ama yopi"
bu Ratih senyum pada nisa..
bunga datang dari arah dapur
"kang yopi HP nya ga aktif, kebetulan mas adnan ada perlu sama dia, alhamdulillah, jadi sekalian ama mas adnan di cari kang yopi nya"
"alhamdulillah, moga mereka ketemu ya bu"
"amiiinnnnn"
"mau apa bu nyari kang yopi, waktu td jemput bunga sekolah kang yopi bilang hP nya tadi jatoh, jadi eror katanya"
"owh, pantes aja kalo gitu, moga mas adnan ketemu ama yopi"
"emang mau apa bu?? " (tanya bunga)
"ini kak nisa mau pulang dulu ke rumah nya besok, jadi perlu mobil"
"yaaahhh, kak nisa bakal kesini lagi ga??? "
"InsyaAllah kakak kesini lagi dek, kaka cuma sebentar di sana, kaka kangen aja sama keluarga"
"bunga besok ada ujian praktek, kalo ga ujian bunga pengen ikut"
"nanti kalo bunga liburan, kita main ke rumah kakak ya?? “
" bener ya kak, poko nya kaka ga boleh lama di sana"
bu Ratih tersenyum melihat kedekatan mereka,
benar, bunga butuh sosok kakak untuk mengayomi nya,
jelas keberadaan nisa merubah bunga lebih baik..
yopi mengabari, untuk besok sudah aman, dia mendapatkan mobil bagus untuk perjalanan,
nisa merasa tenang, ia baru bisa tidur,
memandangi foto Riko,
nisa mencium nya,.
"mas nisa akan pulang, akan nisa kabari saat nisa di rumah ibu, nisa kangeeennnn sama mas"
tanpa ia sadari, terlelap dengan HP masih di tangan nya,
***
mimpi tentang nisa selalu hadir,
yoga sedikit tak tenang, apa itu hanya sekedar sugesti nya saja, sehingga setiap ia tidur hanya ada nisa di mimpi nya..
"yoga... (mamah memanggil)
" iya mah,
mamah duduk di sbelah putra nya,
"kamu lihat, rumah ini sangat sepi,
entah sudah berapa lama begini, mamah kesepian.. kalian cepat sekali besar"
yoga tersenyum,
menggenggam jari tangan mamah nya,
"yoga.. menikah lah.. kasih mamah cucu yang banyak, mamah kangen rumah ramai,
kalo mamah boleh minta tinggalah lagi di sini,
kakak mu cindy sudah menikah dan mempunyai dua orang anak, tapi namanya perempuan, ia harus tinggal sama suami nya, mamah tetap kesepian sayang.. "
"mah,
yoga bukan ga mau menikah, tapi yoga belum siap, yoga juga ingin memiliki keluarga, itu seperti nya menyenangkan,
mamah tersenyum,
mendengar yoga mengatakan hal itu saja berarti ibarat lampu hijau,
dulu mana mau yoga menjawab, kalo di tanya soal menikah
" sayang, kamu ingat tiara ?? "
"tiara ? teman yoga saat kecil?? "
"iya sayang, kamu tau dia sangat cantik sekarang, mamah beberapa kali bertemu, dia punya butik besar, tiara sukses sekali"
yoga mencerna perkataan mamah nya,
"dan maksud mamah...??? "
mamah nya tersenyum
" mamah akan rencanain pertemuan kalian, gimana?? "
yoga tidak mau mematahkan hati mamah nya lagi,
toh ini hanya perkenalan kembali kan, anggap saja reuni,
"mamah atur saja,
tapi yoga lusa akan pulang lagi"
"kenapa ga se minggu aja sih kamu disini"
"yoga banyak kerjaan mah, itu kan perusahaan papah"
mamah nya merengut,
"ya sudah, besok, kamu harus ikut, mamah mau pergi ke butik nya tiara ya.. "
"ya mamah atur saja"
"ahhhh sayang, Terima kasih mamah sangat senang"
mamah memeluk anak lelaki nya itu,
tak lama ia meninggalkan anak nya,
tama melihat itu di balik jendela besar rumah nya, ia merasa senang, yoga mau melupakan masalah nya..
**
pagi datang,
nisa sangat antusias, ia sedang bersiap
terdengar suara mobil mendekat,
"itu pasti kang yopi"
nisa keluar kamar, bu Ratih sudah membuka pintu untuk nya
"sudah datang ya bu?? "
"iya nisa, tapi seperti nya ibu kenal mobil itu.. "
nisa keluar rumah, melihat mobil yang bu Ratih maksud, adnan keluar dari mobil nya,.. dengan polos nya ia berkata.
"sudah siap?? ayo jalan"
"ko mas yang dateng? kang yopi mana?? "
"semalem ga ada mobil yg bisa di sewa, saya lagi ga ada kerjaan, jadi ga ada salah nya lah saya sewain mobil saya"
nisa melirik bu Ratih,
" sama aja lah nisa, sama siapa pun sopir atau mobil nya, ini malah lebih baik, ibu jadi ga terlalu cemas, kita kenal mas adnan kan"
"iya bu, "
nisa sudah bersemangat, mana mungkin harus batal gara gara adnan, ia lebih baik bersama kang yopi padahal,
"ada yang mau di bawa? (adnan mendekat)
" engga mas, nisa ga bawa apa apa"
"kalo begitu, ayo.. "
"Buu... (nisa ragu sebenernya)
nisa pamit ya"
"hati hati di jalan,
titip salam untuk keluarga di sana ya.. "
"Waalaikumsalam, bu"
nisa pergi, adnan membuka kan pintu mobil untuk nya,, sudah di rasa aman, ia berputar,
"kita jalan ya bu.. "
"hati hati mas... " ( bu Ratih melambaikan tangan)
ia geleng geleng kepala, firasat nya mengatakan adnan menyukai nisa..
tapi dengan kondisi nisa seperti itu, pasti nisa kesulitan,
bersama ayah dari anak nya pun ia tidak mau, apa lagi dengan orang lain..
bu ratih ingat, nisa pernah berkata, ia akan membesarkan anak nya sendiri saja..