
nisa sedang di tangani di RS, masih ada harapan, nisa masih bernafas,
cindy, adnan dan yang lain nya sudah berada di pesawat, setelah satu jam menunggu keberangkatan, mereka harus menghabiskan setidak nya 18 jam perjalanan Sydney _ Indonesia
cindy mengusap rambut si sulung dalam dekapan nya,
"sebenar nya ada apa?? ( tanya adnan, cindy melirik anak anak nya yang tertidur ia tidak mau anak anak nya tau masalah ini)
" maaf om, dugaan om papah dan mamah benar, gio bukan laki laki baik, selama ini cindy menderita"
adnan mendesah, ia ingat saat dulu cindy kabur dengan gio karna tidak mendapatkan restu dari tama,..
adnan sempat mencari tahu siapa gio, walau se pengetahuan nya gio hanya pengusaha, batin adnan mengatakan lain,
jelas cindy tidak percaya, karna di buta kan cinta saat itu
"gio sering memukul cindy om, dia kasar"
"om tau itu... "
cindy menunduk, ia malu om nya dulu habis habisan memaki nya saat menemukan cindy kabur dengan gio,
namun saat itu cindy tengah hamil, adnan mundur, mereka menikah diam diam, menghilang dan datang kembali dengan membawa anak pertama nya,
bagaimana pun cindy anak pertama di keluarga tama, ia menyayangi putri nya,
melihat cucu pertamanya yang sangat manis tama dan riana luluh,
cindy tinggal beberapa tahun di Indonesia, sebelum gio membawa nya ke Sydney,
adnan melihat tabiat gio yang kurang baik, tapi saat di Indonesia gio tidak memperlihatkan wajah asli nya, ia dan cindy baik baik saja
"gio suka jajan di luar, namun cindy mencoba menutup mata, tapi kemarin, entah siapa mengirimkan foto gio dengan perempuan, bahkan ada video nya juga, cindy tak tahan om"
adnan meraih tubuh keponakan nya itu untuk ia peluk, menahan sakit pada luka di perut nya, adnan belum sembuh total dari penembakan itu,
cindy menangis, adnan hanya diam, mengusap rambut nya,
"mungkin Tuhan memberikan jalan untuk cindy melalui om adnan, hanya saja jalan nya begitu sulit, om harus meninggalkan nisa di sana"
adnan melepaskan pelukan nya,
selalu ada hikmah di balik semua cobaan kan??
"cindy juga ga nyangka gio dan yoga bekerja sama buat nyulik om"
"semua ga menyangka cindy,
sekarang yang harus kamu lakukan menata hidup mu baik baik, semoga teman teman gio tidak mengejar kita"
perjalanan baru di tempuh 8jam ketika adnan mendapat kabar dari yopi tentang kejadian nisa,
adnan memejamkan mata nya, ia marah, bagaimana bisa nisa melakukan itu,
"nona kritis tuan" (tambah yopi)
"ada apa om?? " (cindy bertanya, melihat om nya gusar)
dia tidak menjawab, namun ada air mata menetes di pipi om nya,
cindy mendapat pesan dari mamah nya
"cindy, nisa... kritis dia bunuh diri"
cindy melotot, ia mendapat foto nisa sedang di rawat,
"om... (cindy menunjukan foto yang mamah nya kirimkan, adnan meraih HP nya, ia betul betul menangis, nisa tampak kurus sekali di sana, ia sungguh tidak berdaya)
" cindy, nisa menginginkan adnan, bagaimana cara nya membawa adnan pulang nak? dia menunggu suami nya, nisa tiap hari hanya menanyakan adnan, mamah takut nisa kenapa kenapa,."
nafas adnan terlihat bergemuruh, dadanya naik turun, Harry yang duduk di belakang nya pun merasa terpukul, ia juga mendapat kabar dari yopi,p
seperti nya ia telat menjemput tuan nya, ini sudah terjadi, mereka hanya tinggal berdoa, semoga ada keajaiban untuk nisa..
tangan nya sudah gatal ingin memukul yoga tidak peduli ia adalah putra dari kakak nya,
Rendy pun menghubungi herry, ia mendapat kabar dari yopi, keluarga nisa sedang di perjalanan menuju RS ..
"tuan, keluarga nona sudah mengetahui kabar nona nisa, mereka sedang di perjalanan"
"berapa lama lagi sampai??, aku ingin ada di samping nya, aku laki laki tidak berguna"
cindy mengusap bahu om nya itu, adnan menatap jendela pesawat, ia menggigit jari nya, mata nya tak berhenti menahan airmata,..
herry membalas pesan Rendy
"tuan adnan sudah ada di pesawat, kami perjalanan pulang, tapi mungkin 10 jam lagi baru sampai"
ayah yang membuka pesan dari herry,
"bu adnan dalam perjalanan ke Indonesia" (ucap nya senang)
"ya Allah, alhamdulillah, setidak nya mereka jelas akan bertemu, nisa selalu menanyakan suami nya pada siapa pun ( ibu pun tidak dapat membendung air mata nya, nyawa putri nya kini di ujung tanduk, ia mendapat telpon tadi dari riana tentang keadaan nisa)
Ratih, yopi dan keluarga yoga berada di RS,
mereka menunggu, dokter sudah keluar dari ruang tindakan,
" tidak ada yang bisa saya lakukan lagi nyonya,
kondisi pasien sangat lemah, hanya doa dari keluarga nya saat ini yang nona nisa butuhkan"
"kamu puas yoga?? lihat lah nisa sekarang,
ini yang kamu mau kan?? "
yoga diam menatap lantai berkeramik putih di bawah sana,
"semakin hari nisa semakin kehilangan berat badan nya, nisa tidak pernah makan, bahkan minumpun ia tidak mau, nisa baru saja melahirkan, mamah sudah bilang wanita yang baru melahirkan itu barus bahagia, nisa butuh suport, nisa butuh keluarga nya,
tapi kenapa kamu selalu memberi tekanan pada nya yoga? itu menyiksa nama nya,
apa begini seharus nya cinta??
yoga semakin menunduk,
"kamu sungguh melukai nya, mamah pun terluka melihat semua ini yoga, apa lagi nisa??, kamu membunuh nya secara perlahan yoga"
menetes juga air mata nya, yoga mengingat nisa kemarin berkata, "lebih baik mati" yoga benar benar tidak bisa menghiraukan perkataan nisa, nisa tidak pernah main main dengan kata kata nya,
"jika perkataan nisa tidak kamu dengar, sekarang dengar lah perkataan ibu mu ini,
(riana menagkupkan kedua tangan nya menghadap yoga, mamah nya memohon)
Lepaskan nisa yoga, dia bukan untuk mu, yang dia mau hanya suami nya adnan, lihat bagaimana dia hidup semenjak kamu masuk di kehidupan nya, apa pernah kamu membuat nya bahagia?? dia hanya bahagia bersama Adnan, ikhlaskan dia yoga mamah mohon"
Ratih tidak tahan lagi, ia menangis, Ratih lah saksi kebahagiaan nisa dan Adnan, ia tau betul bagaimana perjuangan Adnan bekali kali mendapat penolakan nisa, hingga akhir nya nisa luluh, bahagia bersama Adnan yang kini menjadi suami nya,
Ratih kira tidak akan ada lagi penderitaan nisa, mereka tampak bahagia..
Ratih pergi entah kemana, dada nya sesak melihat semua ini,
yoga pun bangkit, ia pergi setelah mendengar perkataan mamah nya,
tama membiarkan anak nya itu, ia sudah pusing dengan kelakuan yoga,
tama tau seperti nya nisa mendengar obrolan dia dan yoga, tama melihat bayangan di pintu saat yoga mengutarakan keinginannya nya, lalu tak lama nisa pun di ketahui bunuh diri