Annisa

Annisa
pagi yang indah



Malam datang,


Yoga, Nisa dan Razky baru sampai di rumah ibu satu jam yang lalu,


Razky tidur pulas di kamar nya,


Nisa masih berada di ruang tamu menemani Yoga,


"aku pulang ya, kamu istirahat, jangan lupa minum obat masuk angin nya"


Yoga bangkit dari duduk nya, meraih kunci mobil di meja, tak lupa ia menenteng HP nya juga,


"kamu juga pasti cape, langsung istirahat ya" ucap Nisa, tak ia sangka Yoga mendekat memeluk nya, Nisa merasakan Yoga menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya, seolah melepaskan kepenatan..


"aku lelah, jujur saja,


tapi aku sungguh bahagia Nisa dengan apa yang kita lewati dua hari ini"


Nisa tersenyum, walau Yoga tidak melihat nya,


"Yoga aku juga senang, semoga apa yang kita harapkan segera terwujud"


"amiiinnnn" jawab Yoga, sebelum melepaskan pelukan nya, ia mencium puncak kepala Nisa,


"aku mau mandi air hangat, dan pergi tidur..


kalo masih cape, jangan ke kantor dulu besok, biar aku aja "


"inshaAllah, aku kabarin besok ya"


Yoga pamit pada ibu,


Nisa mengantar nya sampai depan pintu, memperhatikan mobil Yoga sampai menghilang dari pandangan nya.


"sayang, minum obat nya, apa terasa lagi?? “ tanya ibu,


" seperti nya iya bu, Nisa ngerasa pusing tadi sebelum prewed, tapi Nisa ga enak nolak mamah Riana yang antusias sekali"


" kamu lupa bawa obat ya?? “ ibu menyodorkan segelas air hangat, ia membuka bungkus obat untuk Nisa minum,


semenjak Nisa meninggalkan rumah Yoga setelah melahirkan.. karna pola makan yang tidak baik, Nisa mengalami sakit lambung cukup parah,


syukurlah belakangan ini semua nya mulai stabil, namun entah kenapa saat Nisa di rumah Riana kemarin ia merasa penyakit nya kumat lagi, padahal ia menjaga pola makan nya,


"udah beberapa bulan terakhir kan ga kerasa lambung nya bu, jadi Nisa santai ga bawa obat"


ibu tersenyum. Nisa meminum obat nya,


"Nisa jadi bagaimana hasil pembicaraan kalian kemarin? “ ibu tentu saja penasaran dengan putri nya.


" mamah Riana minta kita untuk ga tunda tunda lagi pernikahan bu,


jadi kalo foto prewed sudah jadi, mamah akan minta untuk cetak undangan, berarti kan sekitar sebulan pun kurang ya?? “


"waduh cepat sekali, kita harus siapin apa aja ya?“ Nisa tersenyum melihat ibu nya langsung cemas..


"dalam waktu dekat mamah dan papah nya Yoga akan datang, tapi Nisa ga tau kapan kapan nya bu, buat bicarain pernikahan"


"ya Allah, ibu jujur senang sekali nak, walaupun terkesan mendadak, semoga semua nya di permudah" ibu memeluk putri nya,


"amiiiiinnnn" jawab Nisa,


agenda mandi air hangat seperti nya akan sirna..


Yoga merebahkan tubuh nya di kasur, ia memandangi satu persatu foto yang mamah nya kirimkan,


hasil sang fotografer yang telah selesai di edit Yoga Terima,


"wow.. cepat sekali"


Yoga tak mengendurkan senyuman nya melihat begitu menawan nya Nisa dalam foto itu,


"semoga kalian selalu bahagia sayang, mamah ga sabar menantikan hari pernikahan kalian" mamah Riana mengirimkan pesan,


"amiiiiinnnn mah, Yoga sangat senang sekali"


"ya udah, istirahat sana, calon pengantin ga boleh lelah" balas sang mamah


bagai tersiram kelopak bunga mawar putih, Yoga begitu senang di panggil calon pengantin oleh mamah nya.


Nisa...


apa yang kamu cari di hidupku??


mengapa hatiku berharap itu,


apakah benar ini juga tujuan mu??


bahwa kamu ingin tinggal di sini selama nya..


hatiku sangat berharap itu,


aku telah menemukan perasaan baru,


aku tak tau perasaan apa itu,


harapan ku hampir menjadi nyata,


seseorang yang aku cinta, kini menerima ku


seperti puisi sang penyair yang indah..


yang memberikan kedamaian di jiwa,


sungguh aku telah menemukan belahan jiwa,


seperti pengembara yang menemukan rumah nya....


entah jam berapa Yoga terlelap, HP masih di tangan nya, menunjukan foto mereka berdua yang tampak serasi,


***


Razky menangis,


tepat pukul 04.20, adzan subuh telah berkumandang,


Nisa membuatkan nya susu, namun Razky terlelap lagi, ia haus...


melaksanakan shalat subuh nya, Nisa pergi ke dapur. membantu bi yuni menyiapkan menu sarapan,


menu pembuka pagi ini adalah pisang goreng, kesukaan ayah, Nisa membuatkan teh melati untuk ayah nya juga.. Razky pun terbangun, Nisa menaruh nya di kursi makan nya,


Nisa memberi nya buah, Razky sudah senang makan sendiri walaupun hasil nya belepotan..


"MasyaAllah cucu kakek udah standby aja di dapur" ayah datang, mencium kening cucu nya, Razky tidak terlihat terganggu,


"pisang goreng dan teh hangat nya yah.. " Nisa menaruh sajian nya di meja,


"makasih nak" ucap ayah tersenyum, ia menggoda terus cucu nya yang tampak sangat lucu pagi ini,.


HP Nisa bergetar,


bang Rendi mengirimkan pesan..


"ciye... udah prewed aja nih.. "


Nisa membaca nya


"abang tau dari mana? Nisa kan belum cerita" tanya Nisa heran


"tuh calon suami bikin story" balas bang Rendy


Nisa langsung mengecek nya, ia melihat story yang Yoga buat, tidak ada caption apa pun selain lambang ❤ di sana,


"hey ko ga ngasih tau aku foto nya udah jadi"


Nisa langsung mengirimkan pesan pada Yoga


cukup lama Yoga belum membalas nya, Nisa pun menyiapkan piring untuk mereka sarapan, dan akhirnya HP nya kembali bergetar


"selamat pagi sayang,


mamah tadi malam kirim foto"


Yoga mengirimkan semua foto yang ia Terima pada Nisa, suara notif pesan di HP Nisa terdengar beruntun, ayah dan ibu sampai memperhatikan putri nya itu yang sedang senyam senyum sendiri.


Nisa menyadari ayah dan ibu memperhatikan nya,


" Yoga kirim foto hasil prewed kemaren.. " ucap Nisa tersenyum,


"hmmm pantas saja.... " ucap ibu tersenyum penuh arti pada suami nya..


"Nisa... " yoga mengirim pesan lagi


"ya.. " jawab Nisa


"aku kangen"


entah mengapa, hati nya seketika menghangat membaca pesan itu.


"ayo sarapan, makan yang banyak ya.. " balas Nisa


"kamu ga jawab sayang"


"apa yang harus aku jawab? " tanya Nisa


"apa kamu juga kangen..? “


Nisa tiba tiba salah tingkah, padahal Yoga tidak sedang berada di depan nya


" Yoga.. aku harus siapin sarapan. ga enak sama. ibu.. "


"hmmm. kalau begitu kasih kiss" tambah Yoga..


Nisa melotot melihat pesan itu


"Yoga apa an sih"


"ya udah aku ga akan sarapan. "


Nisa merasa aneh dengan calo suami nya itu, seperti anak kecil yang harus di bujuk saja


"mmmmuachh" balas Nisa..


namun Yoga tidak membalas nya dengan pesan, ia malah menelpon Nisa, Nisa langsung gelagapan..


ibu memperhatikan nya lagi


"bi, titip Razky sebentar, Nisa ada telpon"


"iya non.. "


"Nisa ke kamar dulu ya bu.. "


ibu mengangguk, ia terus saja tersenyum..


panggilan telah berakhir saat Nisa sampai di kamar nya,


"Yoga ada apa telpon?? " Nisa mengirim nya lagi pesan..


Yoga menelpon nya lagi, kini Nisa buru buru menerima nya


"yoga ada apa? “


" aku mau denger langsung" ucap Yoga


"denger apa?? "


"ciuman dari kamu"


Nisa terpaku, ia merasa malu seketika


"Yoga jangan macem macem.. "


"ayo sayang, kamu lagi siapin sarapan kan?? aku juga mau sarapan.. biar cepet kelar urusan nya"


Nisa mendengar suara Yoga begitu senang,


ia menggigit bibir bawah nya ragu..


"Yoga... aku malu"


Yoga pun merona di pipi nya,


sepagi ini ia telah di pupuk rasa bahagia,.


"ayo, aku tunggu ya.. "


namun beberapa detik Nisa terdiam...


"mmmmmuaccch, aku kangen kamu, dan razky sayang" Yoga mengawali nya,


Nisa menunduk, entah mengapa ia merasa sangat malu untuk membalas nya


"mmmuachhh., aku juga kangen kamu yoga"


"yesss" terdengar di sebrang sana Yoga begitu senang, seperti mendapatkan hadiah besar,


Nisa tertawa,


"udah ya.. aku mau nyuapin Razky"


"baiklah sayang, makasih ya..? "


"sama sama"


Nisa sangat malu, ia buru buru menutup telpon nya.