Annisa

Annisa
menemui nya



"massss" (nisa mengirim pesan pada adan)


"iya sayang" (seketika pipi nya merona, melihat balasan pesan dari adnan),


"nisa mau nikah"


"sama siapa?? " (adnan sedang bahagia di sebrang sana, namun ia tetap menggoda nisa, selama mengenal nisa ia lebih suka bertukar pesan, menurut nya ini romantis dari pada menelpon)


"ich mas godain aja"


"ya mas kan harus tau kamu mau nikah sama siapa? " (sambil mesem mesem menjawab)


"nisa.... mauu... nikah... sama.... mas adnan... " (nisa sengaja memperpanjang pesan nya)


" tapi mas ga mau, abis mas di tolak terus"


*sampai 15 menit pesan itu di baca, namun tidak di balas oleh nisa


"apa dia marah? (adnan bertanya pada diri nya sendiri)


" nisa sayang, ayo kita menikah"


nisa sengaja menggoda adnan


"nanti aku pikir lagi" (nisa menjawab)


adnan seketika manyun,


haduuuuh bisa gawat ini urusan nya😄,


"sayang mas cuma becanda"


"ya, memang hubungan kita seperti candaan kan? " (nisa menjawab)


*nah kan bener marah


"sayaangg..... " (adnan merayu, dia tak tahan lagi, adnan langsung menelpon nya, 2x panggilan nya tidak di jawab oleh nisa)


"biarin, rasain.. godain aja sih" ( nisa bicara pada HP nya, ia meninggalkan nya di kamar, dan pergi ke luar untuk menonton dengan putri di sana)


sekitar 20 menit tidak ada balasan, dan beberapa panggilan tidak di jawab, adnan bangkit dari rebahan nya, ia kesal..


sementara itu nisa dan bunga sedang asik asik nya tertawa, mereka nonton lawakan di salah satu stasiun TV, sampai terdengar suara klakson dari arah luar,


nisa dan bunga saling pandang,


"siapa ya ka?? "


"ga tau dek, "


"coba bunga lihat ( bunga bangun, ia mengintip di jendela)


" kakakk" (bunga terburu buru menuju ruang TV, bu Ratih pun keluar dari kamar nya)


"siapa dek? " ( nisa terkejut melihat ekspresi bunga)


"mas adnan di depan"


"apa?? mau ngapain sih dia" (nisa melirik bu Ratih, bu Ratih, mengangkat bahu)


"coba sana liat" (kata bu Ratih)


*apa dia ke sini karena aku ga balas pesan nya?? (nisa bertanya dalam hati nya)


adnan bersandar di depan mobil nya dengan gaya so cool, melipat kedua tangan nya di dada,


nisa keluar rumah,


"masss, mau apa kesini?? " (tanya nisa ragu)


adnan memberikan tatapan dingin,


"kamu tau nisa, di kantor aku orang yang di segani, di hormati, aku terkenal dingin" (masih dengan wajah dingin nya, nisa diam menunggu kelanjutan kata kata adnan)


dan kamu satu satu nya orang yang bikin aku nunggu lama, berapa kali kamu nolak aku, kamu bikin kesabaran ku habis,


tapi aneh nya aku malah sayang sama kamu"


nisa tersenyum, mendengar kata kata terakhir dari adnan, nisa maju mendekati nya,.


"mas tau, mas calon suami yang ideal,


mas tinggalkan ke angkuhan mas di luar karna datang pada orang yang ada di hati mas, nisa bukan perempuan sempurna,


itu sulit di lakukan oleh beberapa orang, bahkan untuk sekedar mengungkapkan nya (adnan terdiam, mata nya tak terputus sejak tadi memandang mata nisa)


ini keadaan nisa, tapi mas tetep mau?


nisa yang malah ragu, perasaan yang mas kasih itu murni sayang atau hanya sekedar iba??? "


adnan mendekat, ia memeluk nisa,


"mas ga pernah salah pilih nisa, keputusan mas sudah bulat, mas sayang sama kamu, mas mau Terima kamu apa adanya,


dan mas harap kamu juga Terima mas yang begini adanya"


kedua jari nisa meremas baju adnan,


"nisa pernah kecewa sama laki laki mas, nisa pernah putus asa dengan hidup nisa, ga semudah itu nisa bisa Terima laki laki lagi,


tapi terimakasih, mas udah sabar, mas udah mau nunggu nisa, mas ga mundur, malah mas lindungin nisa terus"


"dan kamu masih ragu mas ga sungguh sungguh hmm? “


nisa menggelengkan kepala nya,


" maka dari itu nisa mau nikah sama mas, bantu nisa keluar dari belenggu ketakutan ini"


adnan tersenyum,


jika tadi saja lewat pesan dia berbunga, apa lagi ini nisa langsung mengatakan nya,


"jadi sekarang kamu yang minta mas buat nikah sama kamu?? “


nisa melepaskan pelukan nya


" tuh kan, mas gitu suka godain nisa, nisa malu" ( manyun, nisa merajuk)


adnan melipat bibir nya,


merasa gemas dengan tingkah laku nisa,


"kamu tau kenapa mas suka godain kamu? "


nisa menggeleng


"mas suka liat kamu manyun, kamu lucu, di tambah perut kamu yang buncit itu"


nisa melotot, adnan malah tertawa,


"ich, ngapain ketemu cuma mau ng ledek aja, sana pulang ini udah malem ( nisa memukul pelan lengan adnan) "


"lihat nisa, betapa aku tak ada wibawa nya di depan kamu, sekarang aku kamu usir? "


"presiden pun akan aku usir jika kelakuan nya begitu"


"ahahaa, sini.... " ( adnan menarik tangan nisa pelan, memeluk nya lagi)


"bersiap lah, besok malam kita menikah, di apartemen ku saja oke, di sini tetangga nya kepo kepo bukan? "


"dari mana mas tau? "


"mas punya banyak mata, dan telinga, maka kamu berhati hatilah jika jadi wanita ku"


nisa terdiam,


kenapa takdir membawa nya pada lelaki menyeramkan begini, tapi nisa pun suka🥰 dia serasa menjadi paling special


"siap pak" (nisa menjawab, adnan tertawa, mengusap rambut nya)


"tidur lah, (adnan menunduk, mencium perut nisa, itu yang selalu membuat nisa terhanyut)


" iya mas, mas hati hati"


"iya, sana masuk dulu"


nisa berbalik, ia masuk ke rumah, setelah itu adnan pulang...